KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 180


__ADS_3

“Ya ampun papa, pasti terasa sakit ya, ya sudah sini, biar mama obati ya.” Akhir nya Eva mengalah, dia tahu kalau sebenar nya suami nya itu sengaja bertingkah seperti itu, karena tidak mau terlalu fokus pada Audrey.


“Audrey, nanti biar di bantu pelayan lah, kalau ada yang kamu inginkan, tanyakan saja.” Ucap Eva melihat Audrey yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.


“Iya, terima kasih ya, Eva dan…Lucifer. Aku-


“Ma, papa haus, bisa mama ambilkan air dingin? Rasa nya panas sekali, gerah.” Pinta nya dengan memasang wajah melas tapi tersenyum.


Eva melihat Audrey, seperti mengerti maksud dari suami nya.


“Tunggu ya, mama kedapur dulu.” Eva beranjak ingin kedapur, Audrey masih menunggu pelayan untuk mengantar nya ke kamar.


“Dengar Audrey!” Lucifer mulai berbicara dengan nada dan wajah serius, setelah hanya mereka berdua saja, Audrey juga langsung melihat Lucifer.


“Jangan merepotkan isteriku! Urus dirimu sendiri. Kau tinggal di sini saja itu sudah seharus nya cukup kan? Dan kau juga harus tahu diri, isteri ku akan terus menawarkan bantuan nya pada mu, tapi kau harus pintar, jangan jadi besar kepala dan terlalu senang. Mengerti?” tanya Lucifer menekankan nada dengan tatapan tajam mengarah pada nya.


“Iya, aku mengerti Lucifer. Aku benar-benar berterima kasih pada mu dan isteri mu, tolong jangan-


“Cukup jawab apa yang aku tanya! Aku tidak mau mendengar ‘ekor’ dari pembicaraan mu lagi.” Lucifer memotong kalimat Audrey yang belum selesai.

__ADS_1


Audrey terdiam.


“Bijah!” Lucifer memanggil salah satu pelayan nya dengan suara keras.


Orang yang memiliki nama itu berlari menghampiri Lucifer.


“Iya tuan.”


“Antar orang ini kekamar tamu.” Suruh nya menunjuk pada Audrey.


“Baik tuan.” Jawab nya dengan menuntun Audrey, dan mengikuti nya.


“Loh,-


“Mana minuman nya ma? Papa sudah sangat haus.” Lucifer berdiri, mencoba mengalihkan perhatian Eva yang ingin bertanya.


Eva memberikan minuman yang di minta suami nya, dan mengajak untuk duduk bersama.


**********

__ADS_1


Hubungan Satmaka dan Arshinta sudah sangat dekat, apalagi terhadap Rakha, dia sangat senang karena akan mendapatkan mama baru. Sudah beberapa hari ini Satmaka mempersiapkan kamar untuk nanti dia dan Arshinta


gunakan.


“Nanti, kalau mama Arshinta sudah tinggal bersama dengan kita, Rakha harus tidur di kamar sendiri ya.” ucap Satmaka dengan pelan pada Rakha yang berada dalam pangkuan nya.


“Kenapa?” Rakha mengangkat kepala menoleh kebelakang, untuk bisa melihat Satmaka.


“Biar tidak sempit tidur nya. Rakha juga kan sudah dewasa, harus mandiri, biar lebih berani.” Jawab nya lagi, yang sebenar nya dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan calon isteri nya itu.


Rakha menganggukkan kepala, “Iya, tapi mama Shinta juga hayus bacain ceyita dongeng untuk Akha, bialy bisa tiduyl.” Pintanya dengan bibir yang lucu.


“Iya, mama Shinta tidak akan lupa itu.” Satmaka merasa sudah tenang dan menang.


“Kalian ngomongin apa sih? Sini kita makan dulu.” Arshinta yang muncul dari dapur, dengan membawa dua piring yang berisi makanan.


Rakha turun dari pangkuan papa nya, dan mereka berdua datang ke kursi meja makan, mereka makan siang bersama. Hari itu, Arshinta tidak mengajar setelah Rakha pulang sekolah, dan Satmaka juga sudah menyelesaikan


pekerjaan penting di perusahaan nya. Kesempatan itu mereka gunakan untuk berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2