KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 226


__ADS_3

“Seperti Medusa saja, apa jangan-jangan Bossa itu reinkarnasi dari Medusa?” sindir Revan.


Medusa adalah mahluk Mitologi, di mana di kepalanya banyak ular, jika melihat bola matanya, maka yang melihat akan menjadi batu.


“Ngarang kau!” balas Vicky yang juga tidak begitu yakin.


Di tangan Eva sudah ada kain kecil yang bersih untuk membersihkan darah di tangan suaminya, Audrey masih duduk, sedikit jauh dari Lucifer.


“Kau bilang, kalau kau melakukan perintah Bossa hanya karena melihat matanya? Apa kau yakin itu? kau


kan anak dari setan tua busuk itu, melakukan kejahatan ini, tidak perlu melihat mata Bossa, kau pasti bisa melakukannya.” Ucap Lucifer dengan sindiran.


“Wah, mulutnya adik ipar ini semakin pedas ya. Menusuk di hati.” Revand menyentuh dadanya, dengan menggelengkan kepala karena ucapan Lucifer.


Eva menyuruh kakaknya agar diam saja, jangan membuat Lucifer terpancing emosi lagi.


“Aku tahu aku salah-


“Sejak kapan kau tahu kau salah? Sejak dia bosan padamu dan ingin membunuhmu ya? tidak mungkin dari awal kau sadar kan?” sahut Lucifer.


Audrey terdiam, benar apa yang di katakan Lucifer. Matanya juga sudah berkaca-kaca, dan hatinya juga terasa perih dengan ucapan Lucifer.


“Maafkan aku, aku tahu berapa kali aku minta maaf tidak akan mengubah segalanya, apalagi kejahatan yang sudah ku lakukan padamu dan orang lain. Tapi… tapi aku ingin berubah, benar-benar ingin berubah. Apa kau tidak bisa memberikan ku kesempatan?” lirih nya menatap Lucifer yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


“Harusnya kau mengubah jalan kehidupanmu\, setelah melihat kematian si bren***k itu\, itulah yang menjadi kesempatanmu\, tapi? Kau naik beberapa tingkat kejahatan dari papamu itu. Tapi pasti papa mu senang dengan kemajuanmu.” Caci Lucifer.


“Sayang, jangan berbicara begitu. Audrey sudah menyesali semua perbuatannya.” Eva membujuk suaminya agar memaafkan sepupunya itu.


Hanya Eva yang bisa menenangkan Lucifer.


“Tolong beri aku kesempatan terakhir, aku ingin hidup tenang di sisa hidupku ini. Kalau kau ingin menghukumku, aku terima tanpa dendam.” Pintanya memohon.


“Tentu saja kau harus di hukum. Biar Abraham yang akan menentukannya.” Sahut Lucifer.


Audrey mengangguk, menerima hukuman dari Abraham, meski harus di penjara.


***********


Baru saja membuka pintu…


“Nona, anda mau kemana?” tanya seorang pria yang menunggu di depan pintu.


“Kalian siapa?”


“Kami adalah anak buah tuan Lucifer, kami di suruh untuk menjaga dan mengawali anda.”


“Apa? Maksudmu.. papa… ku?”

__ADS_1


“Benar Nona. Jika anda mau pergi kami akan mengawali anda.”


Ina bertanya-tanya, apa hubungan orang yang ada di depannya dengan papanya. Dia hanya melihat dan tahu sekilas tentang panggilan papanya yang dianggap biasa. Dia bingung, tentang ‘anak buah’ papanya.


“Aku harus menanyakan ini pada papa.” Ucapnya dalam hati.


“Aku ingin kerumah sakit tempat adikku di rawat.” Jawab Ina.


“Baiklah Nona, kami akan ikut dan menjaga anda.”


Ina tidak mau berdebat atau bertanya lagi, dia mengikuti pria itu yang sudah meyakinkan Ina percaya kalau dia adalah anak buah papanya.


Ina berjalan di depan, pria itu berjalan di belakangnya dengan tegak dan tegas.


“Selamat pagi Nona Ina.” Sakya memberi salam hormat dengan senyum sumringah.


Ina tersenyum menerima salam dari rekan kerjanya.


“Apa kau ikut denganku juga, Sakya?” tanyanya.


“Tentu Nona, aku juga bertugas untuk menjaga keamanan anda.” Jawab Sakya dengan semangat.


“Baguslah, paling tidak aku punya teman yang ku kenal.” Ucap Ina masuk kedalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2