
“Pppfftt..” Abraham yang sekarang menahan tawa.
Semua melihat Abraham tidak suka karena tertawa tidak sopan.
“Kak, apa ada yang lucu?” Arshinta bertanya karena kesal.
“Aku hanya merasa lucu saat dia bilang, berusaha untuk menjadi ibu yang baik, bagaimana bisa dia menga…ta..kan nya…” Jawab Abraham dengan suara yang mulai pelan karena keluarga nya menatap nya tidak suka.
“Ehem, maaf. Silahkan kamu lanjutkan lagi Lov.” Abraham jadi merasa bersalah, menggaruk kepala nya yang tidak gatal, Adam dan Eva menatap nya seperti ingin menjitak kepala putra nya itu.
Bellova tidak melanjutkan perkataan nya lagi, dia malu karena di tertawakan suami nya sendiri.
“Tidak usah di masukkan kedalam hati apa yang di ucapkan Abraham tadi Lova, dia memang begitu, suka bercanda. Iyakan naaakk?” Eva menyindir Abraham, nada nya panjang saat bertanya pada Abraham.
“Hhmm… iya ma.” Jawab Abraham setelah menghela napas nya.
“Jadi, bagaimana kalau-
Kkrruuuyyuk…kkrruyyuukk…
Bunyi suara perut yang sudah lapar.
__ADS_1
Tatapan langsung mengarah pada asal suara yang ternyata berasal dari Bellova.
Isteri Abraham itu bisa merasakan tatapan yang mengarah pada nya, karena dia malu dan gugup dia hanya menundukkan wajah nya.
“Ternyata menantu ku sudah lapar rupanya. Kalau begitu kita makan saja dulu. Nanti kita akan lanjutkan obrolan kita ini lagi.” Ajak Eva menyadari perasaan Bellova.
Akhir nya mereka semua bangkit berdiri, pindah keruang makan.
“Ayo, kita makan malam dulu.” Ajak Abraham sambil mengulurkan tangan nya pada Bellova untuk di raih dan berdiri agar bersama-sama menuju ke sana.
**************
“Apa?? Kau yakin dengan informasi mu itu?” Teriak Bossa.
“Tuan, bagaimana kalau kita habisi saja mereka malam ini? Kalau mereka mati semua, itu berarti tidak ada penghalang anda lagi di masa depan.” Felix memberikan ide pada Bossa.
Bossa melihat Felix yang yakin dengan jawaban nya.
“Jangan! Kita akan bunuh mereka satu persatu. Biarkan mereka merasakan rasa kehilangan karena keluarga nya mati perlahan-lahan.” Jawab Bossa sembari mengepalkan tangan nya.
“Lalu apa sekarang rencana anda tuan?” Tanya Felix yang menunggu perintah dengan tidak sabar.
__ADS_1
“Bunuh anak angkat si baji***n itu lebih dulu.” Suruh Bossa dengan yakin.
“Baik tuan.” Jawab Felix memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badan nya.
Ternyata tidak jauh dari mereka, Audrey mendengar semua obrolan mereka di tempat yang tersembunyi.
Awal nya Audrey memang ingin bertemu dengan Bossa, tapi karena dia sedang berbicara dan berkumpul dengan anak buah yang bertugas sebagai pengumpul informasi, Audrey berinisiatif untuk menguping pembicaraan mereka.
Setelah Audrey sudah mendengar semua pembicaraan mereka, dia perlahan pergi kembali ke kamar nya.
“Jadi, polisi itu adalah anak nya Lucifer?”
“Lucifer punya dua anak kandung yang kembar?”
“Bagaimana ini? Bossa ingin membunuh mereka semua, apa yang harus aku lakukan?”
Audrey yang terkejut dengan informasi dari yang di dengar nya. Sampai dia menutup mulut nya yang terbuka dengan lebar.
“Pantas saja Bossa curiga pada ku dan menghukum ku seperti itu. Apa aku harus membantu nya saja? Membantu Bossa untuk membunuh Lucifer?”
“Karena dia juga yang menghancurkan keluarga ku, papa ku dan membuatku hidup seperti mayat hidup ini. Kalau aku berhasil membantu Bossa, dia pasti akan memberikan ku hadiah yang besar kan?”
__ADS_1
Begitu lah pertanyaan yang muncul di dalam hati Audrey.