
Di dalam pesawat, Angel duduk dengan didampingi polisi yang menyamar. Denis berada di belakang, samping dia duduk. Selalu memperhatikan wanita itu. Denis tidak tahu kalau yang membawanya adalah dari kepolisian.
Beberapa jam kemudian, pesawat yang mereka naiki sudah mendarat di bandara, dan bersiap-siap akan
turun. Denis masih duduk, menunggu sampai Angel dan yang mengikutinya turun lebih dulu. Angel tentu saja tidak tahu kalau ada Denis berada dalam satu pesawat dengannya.
“Lihat wajahnya itu, terlihat panik kan. Apa yang sudah kau lakukan?” tanyanya dalam hati tertawa
kecil.
Sementara itu beberapa suruhan Irwan juga sudah bersiap-siap untuk menculik Angel.
**********
“Pak Jendral, sebentar lagi mereka akan membawa puteri anda.”
“Pastikan dia baik-baik saja, jangan sampai terluka.”
“Tentu pak Irwan, keselamatan puteri anda nomor satu.” Ucap Tomy meyakinkannya.
Irwan menunggu hasil kerja keras anak buahnya dengan gugup.
Sedangkan Abraham sudah yakin bisa membawa Angel melalui rekan kerjanya, jadi dia hanya menunggu
saja di kantor polisi untuk ‘menyambut’ puteri terhormat itu.
__ADS_1
**********
Di depan bandara sudah menunggu beberapa mobil untuk menjemput dan mengikuti Angel beserta yang lainnya.
“Selamat siang pak.” Sapa mereka memberi hormat.
“Selamat siang, ayo kita segera pergi dari sini. Pak Abraham sedang menunggu kita.”
Angel dan satu polisi wanita juga dua orang pria yang tentu saja polisi, duduk di mobil, barisan kedua, sedangkan yang lainnya berada di mobil lain untuk menjaga depan dan belakang.
Denis yang masih dengan tenang dan santai mengikuti mereka.
“Selamat siang tuan Denis.” Seorang pria setengah tua menyapa Denis, yang juga sudah menunggunya.
“Selamat siang paman.” Jawab Denis tersenyum, membuka kacamata hitam nya.
kemudi. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, pria yang lebih tua dari Denis sudah masuk duduk di bagian kemudi.
“Paman, kita ikuti mobil yang di sana ya.” tunjuk Denis pada mobil yang membawa Angel.
Paman itu melirik Denis, lalu menganggukkan kepala, mereka pun pergi tidak lama dari mobil Angel pergi.
Denis menyuruh paman itu untuk menjaga jarak agar tidak ketahuan.
Selama perjalanan tidak ada yang aneh, hingga satu jam, di jalanan yang sepi di depan mobil anggota kepolisian ada mobil truk yang panjang berhenti di tengah jalan. Akibat truk itu berhenti, mobil di bagian depan mobil Angel berhenti.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya polisi yang berada di mobil bersamaan dengan Angel melalui ponselnya.
“Pak, ada truk di depan berhenti.”
“Coba periksa.”
“Baik pak.”
Salah satu dari mobil depan itu turun untuk menghampiri truk yang berhenti. Karena truk yang berhenti itu, mobil Denis juga ikut berhenti.
“Sepertinya ini hanya jebakan saja.” Ucap Denis tersenyum kecil.
Beberapa saat kemudian, entah darimana datangnya banyak pria langsung menyerang mereka.
Target mereka adalah membawa kabur Angel yang berada di mobil nomor dua.
“Siapa mereka?”
“Ini jebakan pak. Bagaimana ini?”
“Cepat laporkan pada pak Abraham.” Suruhnya panik.
Yang mengawali Angel pun kelabakan karena jumlah lawan yang banyak. Orang-orang itu membawa senjata
tajam. Banyak diantara mereka yang terluka.
__ADS_1
Kaca mobil yang dinaiki Angel di pecahkan, mereka berusaha mengeluarkan Angel secara paksa.
Wanita itu tentu semakin ketakutan, dia tidak tahu kalau mereka adalah suruhan Papanya.