KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 214


__ADS_3

Semua sudah datang berkumpul, dari keluarga Abraham, juga keluarga Bellova. Ina dan Arshinta juga membawa pasangan nya masing-masing.


Di rumah Abraham saat ini sangat ramai. Selain Rakha yang masih kecil, ada lagi adik-adik Bellova empat orang, dan masih remaja.


Karena sebelumnya orang tua Bellova sudah bertemu dan berbicara langsung walaupun masih gugup


dengan keluarga Abraham, sekarang sudah tampak banyak bicara dengan tenang dan santai. Mereka hanya menghormati, tidak takut lagi layaknya musuh yang melakukan kesalahan.


Tiga gadis dewasa bergantian ke dapur untuk membawa jenis masakan, kue dan buah, tidak ketinggalan minuman dingin kesukaan mereka.


“Kak, Dino mau es.”


“Kak, Akha mau jus nya.”

__ADS_1


Anak kecil yang bergantian meminta minuman pada Bellova dan Arshinta.


Tidak ada obrolan yang serius ketika mereka makan malam, mereka bisa mengatur dan membedakan obrolan mana yang layak di bicarakan.


************


Di kediaman Adam dan Eva, hanya ada Audrey dan beberapa pelayan saja, tentu ada pengawalan juga


disana. Sebenarnya Audrey ingin ikut dan bertemu dengan keponakan-keponakannya, tapi Adam bersikeras untuk tidak mengijinkan, dan Eva juga tidak mau memaksakan suaminya untuk memberi ijin.


Sekarang dia malu dan merasa bersalah dengan semua kesalahan yang di lakukan di masa lalu, bukan


hanya di masa lalu saja, bahkan setelah lepas dari amukan Lucifer, dia juga malah masuk kedalam lubang dosa yang lebih kejam.

__ADS_1


Berkali-kali dia berbicara dan meminta maaf pada Lucifer, tapi selalu saja sepupunya itu mengabaikan dan bahkan menghindar dengan sengaja ketika Audrey ingin bertemu. Eva yang melihat merasa kasian, dia yang selalu menghibur Audrey agar tidak berkecil hati dan memaklumi Lucifer.


“Aku sudah tua, tidak punya anak atau suami. Adapun sepupu dan keponakan, mereka membenciku. Kalaupun aku mati, mana ada yang bersedih untukku, mungkin banyak yang senang dengan kematianku. Tapi….kenapa aku berharap sekali bertemu dengan mereka dan memaafkanku dengan tulus, agar aku pun bisa mati dengan tenang, terutama dari Lucifer.” Audrey menghela napas beratnya.


Sebenarnya Lucifer tidak membenci Audrey lagi, hanya saja dia tidak bisa melupakan kejahatan apa yang sudah di lakukan Audrey di masa lalu dan di masa sekarang. Hati dan perasaan nya pun tidak ada sedikitpun untuk sepupunya itu, dia tidak perduli apakah Audrey mati, hidup, tersiksa atau tidak bahagia, selama tidak hadir di dalam keluarganya lagi. Akan tetapi, takdir membuat mereka bertemu dengan


keadaan yang buruk. Dia ingin pergi dan tidak perduli, tapi Eva yang berdiri di tengah mengulurkan tangan dan mengajak suaminya itu untuk memberikan sedikit kepeduliannya pada Audrey.


************


Setelah selesai makan malam, sekarang mereka berpindah tempat keruang tamu, dan untuk anak kecil,


bermain di ruang terpisah, bersama dengan adik-adik Bellova.

__ADS_1


Pelayan juga sudah menyiapkan camilan, kopi dan teh, seperti biasanya.


__ADS_2