KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 278


__ADS_3

Angel berhasil dibawa kabur dari Abraham, bukan pada Papanya, melainkan orang lain yang mereka tidak


ketahui. Hanya saja tersebar kabar kalau itu adalah perbuatan mafia yang berhubungan dengan Abraham, tentu saja dari pihak Irwan yang menciptakan berita bohong itu. sekarang semua masyarakat meragukan kemampuan Abraham.


“Sebenarnya siapa yang sudah membawa wanita itu?”


“Apakah kekasih wanita itu?”


“Tidak, kata rekan kita saat melihat dan berada di lokasi itu, wanita itu dibawa secara paksa, berarti wanita itu tidak kenal dengan orang yang membawanya kan?”


Begitulah obrolan-obrolan Adley dan Ridwan tentang kejadian puteri dari Jendral Polisi.


Abraham pun masih konsentrasi dan fokus, dengan kejadian yang terjadi.


*************


Bellova baru saja dari pasar tradisional untuk beli bahan-bahan dapur. Hanya menggunakan rok biru panjang dan kaos berwarna putih lengan panjang juga. Dia hanya seorang diri tanpa ada yang mengawal nya lagi.


Setiap belanja dia tidak pernah menawar harga, apalagi kalau penjualnya orang tua dan warungnya terlihat sepi, dia akan datang untuk berbelanja di tempat itu.


Tidak jarang kalau beberapa penjual dan pembeli yang menggodanya. Tapi Bellova hanya merespon dengan tersenyum saja.


“Sepertinya semua sudah lengkap.” Bellova memeriksa barang belanjaannya yang ada dikedua tangannya.


Yakin sudah tidak ada yang ketinggalan dan kelupaan lagi, dia bermaksud untuk pulang untuk menyiapkan


makan siang suaminya, Abraham.

__ADS_1


Dia berjalan sambil melihat kiri dan kanannya. Tas sandang juga ada dalam gendongan.


Saat hendak menyeberang jalan…


Ccccrrriiitttt…..


Bbrruugghh…


Bellova jatuh karena ditabrak mobil seseorang dari sisi kirinya.


Semua belanjaannya jatuh dan berantakan dijalanan. Melihat itu, banyak warga yang mengerubuni untuk


melihat dan membantu kejadian itu.


“Ssshh…. Aduh…” rintih Bellova memegang lututnya yang sudah berdarah.


“Wah… kasihan banget nona cantik ini.”


Klik…


Seorang pria turun dari mobilnya, melepas kacamata dan langsung berjalan mendekati wanita yang baru saja ditabraknya tanpa disengaja.


“Nona… Nona, apakah anda baik-baik saja?” tanyanya dengan berlari dan langsung jongkok dihadapan


Bellova sambil melihat luka di kakinya, dibagian lutut.


Bellova melihat pria itu, terlihat sangat panik dengannya.

__ADS_1


“Saya akan membawa anda kerumah sakit sekarang ya.” pria itu menggendong Bellova sebelum mendengar


jawaban dari Bellova.


Karena tiba-tiba di gendong, Bellova reflex langsung mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.


Sedangkan semua belanjaan Bellova dibiarkan berantakan dijalan, hanya tas sandangnya saja yang dibawa.


Orang-orang yang ada disana mengambil secara berebutan belanjaan Bellova yang masih bisa digunakan.


Klik…


Sabuk pengaman Bellova sudah berhasil dipasangkan, dan sekarang dia akan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit untuk mengobati luka Bellova.


“Maafkan saya Nona, saya tidak bermaksud untuk melukai anda.” Ucap pria itu masih fokus dengan jalan raya.


“Tidak apa-apa, itu karena saya yang salah, tidak melihat keadaan jalanan.” Jawab Bellova masih merintih kesakitan, karena luka di lututnya terasa nyeri.


“Saya akan membawa anda kerumah sakit, anda tidak usah khawatir dengan biaya pengobatannya, saya


yang akan menanggung.” Ucap pria itu sungguh-sungguh.


Bellova tidak menjawab, dia hanya diam dan melirik sekilas pria yang ada disampingnya, terlihat merasa bersalah dan khawatir.


“Terima kasih ya tuan.” Jawab Bellova tersenyum ramah.


Melihat senyuman dari Bellova, pria itu terpesona.

__ADS_1


Deg…deg…deg…deg..


“Hmm… perasaan apa ini? Kenapa jantung ku berdetak kencang.” Gumamnya dalam hati saat melihat senyum dan wajah Bellova.


__ADS_2