
Eva dan menantu nya masih berada di kantin, hanya mengobrol sembari minum pesanan sebelum nya. Dua wanita yang sama-sama sebagai isteri ini saling bertukar cerita, terkadang tertawa, sedih dan tersenyum bersama, karena hampir semua memiliki kesamaan pada Eva dan Bellova.
“Akhirnya kami menemukan kalian.” Abraham yang muncul dari belakang bersama dengan Lucifer, papa nya.
Bellova dan Eva melihat kebelakang.
“Apa sudah selesai? Bagaimana keadaan Audrey?” tanya Eva menunggu hasil.
“Dia sudah sadar sekarang. Saat ini ada banyak yang menjaga nya.” Jawab Lucifer yang langsung berdiri di samping isteri nya.
“Apa kalian sudah makan?” Abraham melirik Bellova.
“Belum, baru hanya minum biasa saja.” Mama nya yang menjawab.
“Kalau begitu kita makan saja sekarang. Aku juga harus kembali ke kantor.” Ajak Abraham yang sudah sangat lapar.
“Apa mau makan di sini saja?” Eva menawarkan makan di kantin.
Abraham menggelengkan kepala, “Jangan ma, kita makan di luar saja.” Tolak Abraham.
“Baiklah, ayo kita keluar.” Lucifer menggenggam tangan Eva, mengajak nya berjalan lebih dulu.
__ADS_1
Di belakang nya sudah menyusul Abraham yang sedang membuka layar ponsel nya dan di belakang nya lagi Bellova.
Eva merangkul lengan suami nya, sesekali bersandar di bahu nya, dan tersenyum bersama. Hanya Bellova yang menyaksikan kemesraan mereka, sementara Abraham malah sibuk dengan ponsel, bahkan dia tidak sadar ada Bellova di belakang nya.
Mereka terus berjalan hingga berada di parkiran mobil.
“Kau bawa mobil kan Bram? Kalian naik mobil milik mu saja, karena kau nanti akan ke kantor lagi kan?” tanya papa nya.
“Ha? Oh iya pa. Mau makan di mana?” tanya Abraham baru sadar setelah di tanya papa nya.
“Di tempat biasa saja.” Jawab nya sambil mengeluarkan kunci mobil nya.
“Apa? Ada kejadian seperti itu? bagaimana bisa itu terjadi?” Abraham yang sedang berbicara melalui ponsel nya. Bellova masih berdiri di samping, sesekali melirik nya.
“Ya sudah lah, aku akan kesana setelah makan siang selesai.” Ucapan terakhir Abraham sebelum menutup ponsel dan menyimpan kedalam saku celana nya.
“Ada-ada saja mereka. Hhuufft..” Abraham menghela napas.
Abraham berdiri, memegang kedua pinggang.
“Tadi kita mau ngapain ya?” tanya nya yang lupa.
__ADS_1
“Tadi kata nya mau makan siang bersama papa dan mama.” Jawab Bellova.
“Terus, kemana mereka?” tanya nya lagi lupa kalau orang tuanya sudah lebih dulu pergi.
“Mereka sudah pergi duluan, kata papa, makan siang di tempat biasa. Tadi kamu yang-
“Oh iya, aku baru ingat.” Abraham menepuk jidat nya pelan, lalu berjalan sendirian menuju di mana mobil nya parkir dengan cepat, Bellova pun segera mengikuti nya dengan langkah yang cepat juga.
Jarak mereka sedikit jauh, Abraham berjalan seakan lupa ada Bellova, karena fokus mencari mobil nya.
“Nah, itu mobil nya. Ayo masu-
Abraham melihat Bellova yang baru saja tiba di dekat nya dengan napas yang memburu dan terlihat lelah.
Sejenak dia berpikir, mengapa isteri nya seperti itu.
“Aduh, maaf ya, seperti nya aku berjalan dengan cepat ya.” ucapnya setelah ingat.
“Tidak apa-apa kok.” Bellova menggelengkan kepala, walau wajah nya sudah berkeringat, apalagi cuaca yang panas.
Dia membuka pintu mobil untuk isteri nya, lalu dia duduk di kursi kemudi, mereka pun segera meninggalkan lokasi dan menuju lokasi selanjut nya.
__ADS_1