KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 101


__ADS_3

Semua yang melihat aksi itu terdiam, ada yang senang Roya di pukul seperti itu, ada yang kagum dengan kekuatan tangan Abraham.


“Aku tahu pasti uang yang kau minta akan lebih dari 100 juta, tapi aku tidak menyangka terlalu banyak yang kau lebih kan.” Ucap Abraham


.


“Saat ini aku hanya ada uang tunai sebesar 150 juta, kalau…


“Apa? Itu masih kurang, hutang nya kan..


Bbuughh…


Kali ini bukan tinju yang di berikan Abraham, melainkan sepatu nya yang di lemparkan ke wajah Roya dengan cepat. Semua yang melihat pun menahan tawa.


“Siapa yang menyuruh mu bicara dan memotong ucapan ku? Tidak tahu sopan kau.” Ucap Abraham menahan emosi.


Bellova mengambil sepatu Abraham yang di lemparkan tadi dan memberikan nya pada Abraham.


Roya menyentuh wajah nya yang rasa sakit dari tinju sebelum nya belum hilang namun bertambah lebih sakit lagi.


“Saat ini aku membawa uang tunai 150 juta, kau bisa menunggu sampai aku mengambil sisa nya di bank, karena kau tidak mau kan di transfer.” Abraham melanjutkan ucapan nya yang sempat terpotong.

__ADS_1


“Sekarang kau pulang dan datang lagi kesini besok sore jam 4 untuk mengambil sisa uang nya.” Abraham membuka satu lagi sepatu nya.


“Tapi.. kau … kau tidak..akan berbohong kan?” Tanya Roya yang gugup sepatu di lemparkan lagi pada nya.


“Tentu saja aku tidak berbohong, sekarang akan aku ambilkan uang 150 juta nya, kau bisa bawa pulang itu.” ucap Abraham sembari berjalan keluar menuju mobil untuk mengambil koper yang berisi uang, dia berjalan dengan


bertelanjang kaki.


Bellova sudah menahan nya agar jangan bertelanjang kaki, tapi pria itu mengabaikan.


Klik…


Tanpa di suruh pun, Roya segera mengambil koper itu, hampir saja dia lupa untuk mengunci kembali koper nya, kalau tidak uang nya akan jatuh dan tercecer.


“Sekarang pergilah! Melihat wajah mu membuatku ingin memukul.” Ancam nya berbalik badan.


“Baiklah, aku akan pergi, tapi besok sore aku akan datang lagi kesini untuk menagih sisa nya.” Teriak Roya sembari berjalan dengan cepat, hampir saja Abraham melemparkan sesuatu pada Roya karena teriakan nya.


Roya sudah pergi, masalah juga sudah selesai, tapi para tetangga masih diam berdiri di depan bahkan masuk kedalam rumah kecil Bellova.


“Apa ada lagi yang ingin kalian saksikan? Apa kalian tidak ada kerjaan selain menonton orang lain?” tanya Abraham kesal.

__ADS_1


Karena mendapat sorot tatapan yang tajam dari Abraham, mereka serentak langsung bubar, hingga yang berada hanya keluarga Bellova dan diri nya sendiri.


“Pak Abraham, terima kasih karena..


“Apa kau tidak punya harga diri?” Tanya Abraham yang sekarang mengalihkan amarah nya pada Bellova.


“Maksud nya…


“Kau sudah di sebut sebagai ‘wanita tidak tahu diri’, apa kau tidak marah mendengar nya?” Tanya nya lagi.


“Jadi… apa yang harus saya lakukan?” Tanya Bellova dengan wajah murung.


“Kau harus melawan! Tunjukkan kau bukan wanita lemah! Kalau bukan karena diri kita sendiri yang menghargai nya siapa lagi?” ucap Abraham yang kesal jika teringat dengan ucapan Roya sebelum nya ,“Kau lama-lama


melunjak ya Bella, tidak tahu diri! Kau pikir siapa yang menolong orang tua mu? Siapa yang menjaga mereka? Selama kau tidak ada di sini? Hah?”


Apalagi saat Roya mendorong dan menunjuk-nunjuk kening Bellova secara kasar.


“Bagaimana saya bisa melawan mereka pak? Mereka adalah orang kaya sedangkan saya hanya anak kampung yang punya banyak hutang, mana ada yang mau membela saya….


“Apa kau lupa dengan ku? Selama ada aku kau tidak usah khawatir, bahkan kalau kau menarik rambut nya sampai botak juga aku akan tetap membela mu.” Ucap Abraham memotong ucapan Bellova dengan berambisi.

__ADS_1


__ADS_2