
Perkelahian antara Abraham dan Felix beserta anak buah nya terjadi. Tidak jauh dari mereka sudah ada yang akan menjaga Abraham kalau keadaan nya mendadak.
Karena memang Felix dan rekan-rekan nya sudah tahu tentang kekuatan dan kemampuan Abraham yang susah di kalahkan, mereka sudah ketakutan lebih dulu. Sedangkan Abraham melawan mereka dengan percaya diri tanpa takut sedikit pun.
“Kalian lihat kan kemampuan tuan muda kita? Tanpa kedatangan kita pun dia sudah bisa mengalahkan mereka.”
“Benar. Pergerakan nya sangat cepat dan tenang, sama seperti tuan Lucifer.”
Hasil pengamatan anak buah Lucifer yang menyaksikan nya.
********
“Segera bawa kesini anggota kita.” Abraham memanggil rekan-rekan polisi nya untuk datang dan membawa Felix beserta anak buah nya.
“Gawat, aku tidak boleh sampai tertangkap. Aku harus ka-
“Jangan berpikir untuk kabur bodoh! lebih baik kau ikut ke kantor polisi dengan aman daripada terluka lebih parah lagi kan?” Abraham yang bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Felix.
“Apa dia bisa membaca pikiran? Kenapa dia tahu apa yang aku pikirkan?” Tanya Felix dalam hati.
Sekarang arah tatapan Abraham tertuju pada kantongan plastik yang masih bergerak.
Dia mendekati sambil memperhatikan.
Felix dan anak buah nya tidak bisa bergerak, karena sudah ‘dilumpuhkan’ Abraham, mereka sekarang hanya menunggu sambil menahan sakit.
__ADS_1
Ssrrett…ssrreett…
Kantongan pun sudah di sobek dengan lebar.
“Siapa dia? Kenapa dia di bawa kesini?” gumam Abraham dalam hati.
Abraham membuka penutup mulut dan pengikat tali di tangan dan kaki nya.
“Abraham? Jadi dia adalah anak kandung Lucifer? Sangat mirip sekali dengan nya.” Ucap Audrey dalam hati setelah melihat Abraham dari dekat.
“Anda tidak apa-apa bu?” Tanya nya dengan sopan, membantu berdiri.
Audrey menganggukkan kepala, mata nya berair karena merasa bersedih.
Abraham berbicara lagi melalui ponsel nya, mengalihkan pandangan nya dari Audrey yang memperhatikan nya, dari kaki sampai kepala. Tatapan nya seperti ada kerinduan dan ingin memeluk keponakan nya itu.
Audrey menggelengkan kepala.
“Kalau dia tahu aku adalah bibi nya, apa yang akan terjadi? Apakah dia akan membunuh ku? Sama seperti yang di lakukan papa nya pada papa ku?” gumam nya.
Abraham menyimpan ponsel kedalam saku celana nya, lalu memperhatikan Felix dan rekan nya.
“Kalian pasti anak buah Shadow kan?” Tebak Abraham.
Felix terkejut, langsung melihat Abraham yang bisa menebak.
__ADS_1
Ujung bibir Abraham terangkat, dia tersenyum karena tebakan nya benar.
Ridwan datang bersama beberapa rekan nya dengan mobil polisi.
“Selamat pagi pak Komisaris.” Ridwan memberi hormat.
Abraham hanya menganggukkan kepala nya.
“Cepat bawa mereka ke kantor. Mereka adalah anak buah Shadow.” Suruh Abraham menunjuk Felix.
“Apa?” Ridwan terkejut dan melihat mereka yang sudah tidak berdaya.
Satu-persatu mereka di borgol dan di bawa ke mobil polisi.
“Anda ikut dengan ku bu. Luka anda harus di obati.” Dia mengajak Audrey untuk ikut dengan nya.
Audrey menerima uluran tangan Abraham, dan mereka pergi ke rumah sakit lebih dulu dengan menggunakan mobil nya.
Klik…klik…
“Cepat kirimkan pada tuan besar.”
Anak buah Lucifer mengirimkan beberapa foto pada bos besar nya. Lalu mereka meninggalkan lokasi.
Ting…
__ADS_1
“Oh… Audrey, akhir nya kau sudah bertemu dengan keponakan mu ya.”
Lucifer yang menerima kiriman foto dari anak buah nya.