
Eva tidak mau itu terjadi.
“Kalau tidak seperti itu, Abraham yang akan kena dampaknya.” Ucap Adam memberi penjelasan.
“Tapi Pa-
Adam berdiri, disamping Eva. Dia menenangkan isterinya dengan memegang bahu Eva.
“Kita ikuti apa keinginan mereka. Lagipula Papa juga kan memang sudah melakukan kejahatan, sudah membunuh, memotong-
“Tapi itu karena memang mereka yang salah! Mereka yang cari masalah, merekalah penjahat sebenarnya dan Papa hanya menghukum mereka.” Ucap Eva yang masih tidak terima.
Napas Eva tersengal karena kesal.
**********
Ina, juga sudah mendengar kabar berita yang tersebar. Dia merenung dengan duduk di kursi kerjanya. Hentakan jari tangan di meja, kursi yang sengaja di putar-putarkan.
Karena didepan perusahaan nya juga ada banyak wartawan yang ingin memaksa masuk dan ingin bertemu dengan Ina. Mereka tahu kalau Ina adalah anak dari Lucifer, yang seorang anak buah Mafia itu.
Untung saja Sakya dan Zafran bisa mengatasi mereka agar tidak nekad. Anak buah Lucifer juga ada
disana, dengan menyamar sebagai security, tapi wartawan merasa curiga, karena aksi ‘sekurity’ itu yang terkesan kejam.
Arshinta juga mengalami hal yang sama. Bahkan banyak orang tua murid yang membawa anaknya untuk keluar dari sekolah itu, yang tinggal hanyalah murid-murid yang tidak mampu dan yatim piatu.
“Pantas saja si Arshinta itu bertingkah kejam dan tidak punya perasaan.”
“Iya, untung saja kita tahu, kalau tidak, anak-anak kita pasti sudah di cuci otaknya, dan bisa saja jadi mafia atau *******.”
Begitulah ocehan-ocehan mereka yang tidak tahu sisi baik dari Arshinta.
Reni dan murid lainnya, yang tidak mampu dan tidak memiliki orang tua, berpendapat beda. Hanya mereka yang berani memberitahukan kebaikan dari Arshinta.
“Ibu Arshinta adalah orang yang baik, bukan orang jahat!” ucapnya pada wartawan yang sedang mewawancarainya.
“Kenapa anda mengatakan seperti itu? apakah anda mendapat ancaman dari mereka?” tanya wartawan-wartawan itu.
“Tidak! saya tidak diancam. Saya mengatakan ini karena saya mengalaminya langsung. Ibu Arshinta-
“Kami sangat kasihan dan prihatin sekali dengan anda yang mendapat ancaman. Anda jangan takut, kami
akan melindungi anda.” Ucap wartawan yang memotong kalimat Reni.
“Bukan! Bukan itu-
“Pemirsa, kita bisa lihat sendiri, kalau murid ini sudah mendapat ancaman dari Arshinta yang seorang putri dari mafia-
“Bukan! Kami tidak diancam!”
“Kalian semua pembohong! Kalian yang jahat!”
“Benar! Kalian tidak tahu apa-apa, kalian lah orang yang jahat!”
Teriakan dari murid-murid yang kenal dan mendapat kebaikan dari Arshinta. Mereka berusaha untuk membela Arshinta, walaupun diabaikan dan sering didorong karena desakan-desakan dari banyaknya wartawan juga orang tua murid yang menyalahkan Arshinta.
__ADS_1
“Lihat kan? Mereka pasti sudah di cuci otaknya.”
“Untung saja kita cepat-cepat membawa anak kita.”
Celotehan orang tua murid yang kaya. Mereka menyalahkan Reni dan yang lainnya karena membela Arshinta.
************
Malam hari berikutnya, karena keadaan yang sudah mulai panas, semuanya berkumpul dirumah kediaman Eva dan Adam. Tidak ada yang tidak datang, semuanya berkumpul, hanya keluarga Eva dan Adam saja.
Saat ini mereka masih diam, sama-sama berpikir apa yang akan dilakukan. Dan Angel, putrid dari Irwan juga masih belum bisa ditemukan, semakin membuat keadaan memanas.
“Papa sudah pikirkan jalan keluarnya.” Adam membuka obrolan.
Semua menatapnya, menunggu apa yang akan dikatakan orang tuanya.
“Mari kita ikuti apa keinginan mereka-
“Pa!” panggil Eva yang masih keberatan.
“Ini demi kebaikan kita semua, untuk Abraham, Arshinta, Ina dan yang lainnya.”
“Apa papa khawatir dengan posisi ku?” tanya Abraham yang tidak percaya dengan keputusan Papanya.
“Aku tidak perduli dengan itu Pa. Aku juga tidak mau kalau papa di hukum dengan kesalahan yang bukan papa lakukan. Bahkan aku bisa berhenti dari pekerjaanku, asalkan papa lepas dari hukuman.” Ucap Abraham, yang berat kalau Papanya dihukum.
“Tapi-
“Apa papa tahu apa yang mereka inginkan? Mereka ingin papa di hukum mati! Hukuman mati Pa!” teriak Abraham dengan mata berkaca-kaca.
Eva dan lainnya terkejut, mereka tidak menyangka kalau Adam akan mendapat hukuman seperti itu.
“Mereka menginginkan papa dihukum, kalau tidak hukuman gantung, ya hukuman tembak. Apa Papa mau
meninggalkan Mama? Meninggalkan kami semua?” teriaknya lagi dan berdiri dengan napas yang memburu.
Adam melihat Eva yang sudah menangis menatapnya.
Arshinta mengusap airmata yang sudah berada di pipi, Ina menahan untuk tidak menangis, Aditya dan Satmaka hanya diam sambil berpikir untuk mencari jalan keluar.
“Satu-satunya cara untuk bisa melepas Papa adalah, kita harus menyewa pengacara, dan membuktikan kalau Papa tidak bersalah.” Ucap Satmaka.
Semua melihat Satmaka.
“Tapi saat ini tidak ada yang ingin menjadi pengacaranya papa. Mereka takut mendapat ancaman dari jendral Polisi, dan mereka juga bilang kalau mereka diancam mafia juga.” Ucap Aditya yang mendapat informasi.
Satmaka diam kembali, karena masuk akal dan memang benar.
“Apapun yang terjadi… aku tidak akan membiarkan mereka menangkap papa. Kalau mereka mengusir kita
dari Indonesia, ayo kita pergi dari sini.” Ucap Abraham kembali duduk. Diaberusaha menyembunyikan wajahnya yang masih emosi.
“SIAPA YANG MAU PERGI DARI INDONESIA?” terdengar suara pria yang baru saja masuk kedalam rumah.
Semua melihat arah asal suara itu, termasuk Bellova.
__ADS_1
“Denis?” tanyanya dengan menunjuk arah Denis yang berjalan mulai mendekati mereka.
Abraham heran, karena isterinya kenal dengan pria itu. Sedangkan yang lainnya saja tidak ada yang kenal dengan pria itu.
“Nona Bellova. Anda ada disini?” tanya Denis dengan tersenyum pada Bellova yang berdiri dihadapannya.
“Siapa kau?” tanya Abraham.
Denis menatap Abraham, walaupun dia tersenyum, tapi reaksi wajahnya membuat Abraham semakin kesal.
Denis mengabaikan Abraham, dia berjalan mendekati Adam. Adam dan Eva yang duduk di sofa menatapnya dengan penasaran.
“Apa kabar… Papa.” Ucap Denis tersenyum, jongkok dibawah kaki Adam dan Eva. Denis menggenggam
tangan Adam.
“Papa?”
“Apa maksudnya?”
“Bukankah anaknya hanya ada 3?” pertanyaan dalam hati Aditya dan Satmaka.
Semuanya heran dan terkejut mendengar ucapan Denis. Adam hanya diam dan tenang menatap Denis yang
masih tersenyum menatapnya.
Abraham semakin penasaran, apalagi Bellova isterinya kenal dengan pria itu. Dia melirik Bellova, yang juga sangat terkejut karena kedatangannya.
***************
Hallo teman-teman pembaca yang masih setia membaca cerita KETIKA JATUH CINTA, saya ucapkan banyak terima kasih karena kalian.
Untuk novel ini, saya tamatkan dulu sampai disini.
Itu karena episode nya yang sudah banyak dan masih banyak cerita juga yang ingin saya sampaikan, tapi saya tidak ingin kalau teman-teman bosan, walaupun mungkin saat ini sudah ada yang bosan.
Nanti saya akan membuat KETIKA JATUH CINTA SEASON 2.
Mungkin teman-teman juga sudah tahu, kalau novel ini sambungan dari SANG BOS MAFIA JATUH CINTA, dan terima kasih karena ada juga yang membacanya beberapa kali.
Ringkasan dari KETIKA JATUH CINTA SEASON 2
Abraham dan Bellova akan berpisah secara tidak sengaja.
Denis yang menaruh hati dan perasaannya untuk Bellova.
Hadirnya orang ketiga diantara hubungan Arshinta dan Aditya.
Hubungan Adley dan Monika.
Nasib Angel di masa depan.
Mohon bersabar dan mohon maaf.
Terima kasih teman-teman.
__ADS_1
Jaga kesehatan, dan semangat.