KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 15


__ADS_3

“DDDDEEEEEDDDDYYYYYYYY……….” Teriak Arshinta keluar dari kelas.


Tanpa kalimat penutup, Arshinta segera keluar dari kelas, meninggalkan dua orang murid nya yang masih berdiri.


Dengan emosi dan kemarahan yang tinggi, Arshinta berjalan dengan cepat, sebenar nya dia ingin langsung berlari.


BBBBRRAAAGGHHHH…..


Dengan tangan yang kuat, di pukul nya pintu yang tertutup dengan paksa.



Semua guru yang masih menunggu di dalam terkejut dan melihat betapa marah nya Arshinta.


“Hhhmmm…… seperti nya dia akan kembali marah lagi.” Gumam Ruly yang sangat banyak tahu tentang karakter Shinta.


“Mana yang nama nya Dedy???” tanya nya dengan tatapan tajam.


Semua saling melihat pada orang yang bernama Dedy.


“Sa….saya bu… ada apa…..


PPPPLLLLAAAKKK……


Dengan keras, Arshinta memukul Dedy di depan semua guru-guru lain. Si Dedy memegang pipi yang terasa panas itu.


“Bang**t kau ya!, berani sekali kau melecehkan murid ku?” teriak Arshinta.


“A… apa maksud….


PPPPLLALAAKKKK…..


Lagi, tamparan yang kedua kali mendarat  pipi yang sama.


“Siapa yang menyuruh mu melecehkan? Hah? Apa itu ilmu yang di ajarkan pada mu? Dasar guru mesum!” ucap nya dengan emosi.


Semua orang menjadi gugup dan takut. Saling memandang,seakan bertanya ada apa yang sebenar nya terjadi.


Arshinta mengatur pernafasan nya. Di lihat nya satu persatu guru-guru yang bekerja dengan nya.


Hari itu sudah ada dua guru yang mendapatkan serangan dari Arshinta.


“Dengarkan aku baik-baik! Tanah ini, milik ku….. gedung sekolah ini juga milik ku, bukan sewa dan di cicil, ini sudah aku bayar dan


beli dengan uang ku sendiri, tunai! Bahkan gaji kalian setiap bulan itu dari uang ku juga!”


“Tapi kenapa ada seseorang yang dengan berani nya memberlakukan uang sewa pada pedagang kantin? Dan tanpa sepengetahuan ku? Berani sekali kalian???” tanya Arshinta.

__ADS_1


“Dan lagi, ada seorang guru yang berani melecehkan murid sekolah, di mana otak mu Dedy?? Apa jangan-jangan isi kepala mu itu t*i ya?” ucapan nya yang begitu menyindir.


“Kau pikir karena kau guru jadi kau bisa bebas begitu saja? Benar-benar cabul kau.” Ucap nya kesal.


“Aku juga mendengar ada beberapa guru yang keberatan dengan peraturan dari ku tentang pembebasan uang sekolah dan uang lain nya, memang nya kalian merasa rugi? Memang nya uang kalian yang di pakai untuk biaya-biaya sekolah ini?...... jawab!!!” teriak nya lagi.


Teriakan Arshinta bisa terdengar di kelas-kelas lain. Semua murid pasti merasa penasaran dan takut.


“Tidak bu…..


“Lalu kalau begitu kenapa sikap kalian begitu pada mereka? Toh kalian setiap bulan nya juga kan menerima gaji full tepat waktu kan?” ucap nya dengan memegang pinggang.


Suasana diam mencekam, tidak ada yang berani melihat Arhsinta yang dengan tajam nya menatap.


“Mau aku gratisin uang sekolah murid-murid di sini pun kalian tidak usah ngomel, tidak ada hak kalian bersikap seperti itu pada mereka.”


“Aku jadi ragu dengan sertifikat yang kalian berikan pada ku. Itu benar atau tidak murni kalian dapat kan.” Ucap nya dengan serius.


“Mulai sekarang, siapapun yang berani melecehkan murid-murid ku, dan memungut uang sewa apapun alasan nya, aku tidak akan begitu saja melepaskan kalian. Aku bukan perempuan yang lemah dan takut pada siapapun kalau dia melakukan kesalahan.” Ucap nya memberikan peringatan.


Beberapa menit semua diam.


Emosi Shinta juga sudah mulai turun.


“Sekarang kalian keluar dari ruangan ku, lakukan pekerjaan kalian dengan benar, aku tidak mau mendengar hal yang seperti ini lagi. Mengerti tidak??” tanya Arshinta.


“Mengerti bu…” jawab mereka serentak.


Dia duduk sambil memegang kepala dan menghela nafas nya.


“Ruly, buka lowongan pekerjaan untuk sekolah ku ini, akan aku ganti guru-guru yang tidak becus mengajar di sini.” Suruh Arshinta.


“Guru yang seperti apa bu?” tanya Ruly.


Belum ada jawaban dari Arshinta.


“Hhhmmmm….. tunggu dulu, besok saja aku beritahukan.” Jawab Arshinta.


*******


Abraham dan Adley sudah berada di rumah sakit tempat korban penculikan di rawat. Mereka ingin menanyakan beberapa pertanyaan untuk infomasi kasus nya.


BBUUUGGGHHHH……


Tidak di sengaja seorang wanita menabrak tubuh Abraham yang sedang berjalan.


“Maaf, maafkan saya pak.” Ucap wanita itu dengan wajah melas nya.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, kami juga yang salah karena tidak terlalu melihat jalan.” Jawab Abraham.


“Anda mau kemana? Karena seperti nya anda adalah seorang pasien kan? Kalau di lihat dari pakaian nya.” Tebak Abraham.


“Dan….. anda juga adalah salah satu yang ikut di culik itu? mau kemana anda?” tanya Abraham serius.


“Saya, saya hanya ingin berjalan keluar sebentar pak, saya tidak suka dengan suasana rumah sakit dan bau obat. Lagi pula saya tidak mengalami luka serius kok.” Jawab wanita yang masih muda itu dengan gugup.


“Walaupun begitu kan tetap saja anda harus istirahat, dan tolong jangan berkeliaran di sini, saya takut nanti anda akan terlibat dengan


bahaya lagi.” Ujar Abraham.


Ucapan Abraham yang sangat tegas dengan wajah yang serius, membuat wanita yang ada di hadapan nya jadi takut. Dia tidak berani melihat wajah Abraham. Adley tahu itu.


“Sekarang tolong kembali ke ruangan anda.” Suruh Abraham.


“Ba….baik, saya permisi dulu.” Setelah meminta ijin, wanita itu meninggalkan Abraham dan Adley yang masih berdiri memperhatikan wanita itu.


“Abraham, aku rasa wanita itu ketakutan tadi dengan mu.” Tebak Adley menepuk pelan bahu Abraham.


“Ketakutan dari mana? Aku kan tidak menakuti nya.” Jawab Abraham dengan yakin.


“Apa kau tidak menyadari nya? Oh iya… kau kan tidak peka ya…..” sindir Adley.


“Sudah lah, sebaiknya ayo kita bertemu dengan Aditya. Sekalian kita tanyakan tentang keadaan mereka.” Ajak Abraham mengalihkan


pembicaraan.


*******


Semua guru yang habis di marahi Arshinta kembali kekelas nya masing-masing.


Tidak lama, Ruly dan Shinta melakukan patroli satu persatu masuk kekelas.


Melihat mereka berdua yang berjalan di koridor, guru di dalam kelas menjadi gugup. Karena atasan nya akan masuk ke kelas tempat nya mengajar.


Dengan wajah yang tegas dan serius, Shinta melihat satu persatu murid-murid nya.


“Dengarkan semua! Aku minta perhatian kalian beberapa menit dulu.” Ucap Arshinta.


Suasana diam.


Shinta yang berdiri dengan melipat tangan nya di belakang.


“Saat ini aku mau melakukan penilaian untuk guru-guru yang ada di sini, dan aku mau kalian membantu ku karena ini buat kalian juga.”


“Jadi, kalian harus jujur!, ingat…. Aku tidak suka ada nya kebohongan.” Ucap nya.

__ADS_1


“Ada apa lagi ini?, kenapa perasaan ku tidak tenang?”gumam guru yang saat ini sedang mengajar dan mendengar arahan dari Arshinta.


Arshinta melihat Ruly, dan menganggukkan kepala nya.


__ADS_2