KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 83


__ADS_3

“Ck..” decak Adley pergi meninggalkan dua orang itu.


Monik sempat melihat pria yang di kagumi meninggalkan mereka, begitu juga Ridwan melihat Monik.


***********


Pulang sekolah Rakha di bawa Satmaka pulang kerumah nya.


“Papa, kak Shinta tidak ikut?” tanya Rakha melihat Arshinta.


“Tidak Rakha, kakak kan juga sudah punya tempat tinggal. Sekarang kamu harus ikut papa mu pulang.” Ucap Arshinta, melirik Satmaka.


“Kalau begitu papa dan Aka tinggal di yumah kak Shinta, Akha aja tiduyl di kamayl kakak.” Celoteh Rakha polos.


Dua orang dewasa itu menghela napas, tidak tahu harus menjawab apa ucapan anak kecil itu.


“Sayang, dua orang dewasa lain jenis, tidak bisa tinggal satu rumah atau satu kamar sebelum menikah. Di larang.” Ucap Arshinta, sedikit


berjongkok berbicara pada Rakha.


Rakha yang tidak mengerti, memiringkan kepala nya.


“Kalau begitu papa dan kak Shinta menikah saja, bial Akha panggil kakak dengan sebutan mama.” Balas Rakha berharap mama baru.


Satmaka yang berdiri di samping mereka hanya diam tanpa protes, hanya tersenyum sedikit.


Dan Arshinta yang terkejut, menatap Satmaka.


“Mana bisa asal menikah sayang, kan harus ada proses nya dulu.” Jawab Arshinta menyikapi dengan serius.

__ADS_1


“Poses nya apa kak?” balas Rakha penasaran.


Arshinta tidak bisa menjawab secara rinci lagi, dia berdiri normal sejajar dengan Satmaka dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


“Kalau begitu, mari kita mulai untuk proses nya, siapa tahu nyambung dan… kita bisa menikah kan?” tanya Satmaka.


Arshinta semakin terkejut dengan pernyataan Satmaka.


“Apa kamu sadar apa yang kamu katakan?” tanya Arshinta seperti berbisik.


Satmaka mengangguk kan kepala dengan tersenyum.


“Bagaimana? Kamu mau kan? Kita sudah pernah kenal dan mengalami hal yang sama sewaktu kecil, jadi tidak terlalu canggung kan? Aku lihat anak ku juga menyukai mu, kau juga kan?” tanya Satmaka serius.


“Tu…tunggu dulu, kenapa pertanyaan mu banyak, aku jadi pusing, pelan-pelan saja, okey..” Arshinta mengangkat tangan nya memberi kode agar Satmaka berhenti bicara.


Satmaka diam, menunggu jawaban Arshinta dengan tenang.


Mereka berdua tampak berharap mendengar jawaban yang menyenangkan untuk mereka dengar.


“Ba…baiklah, ayo kita ikuti proses nya dulu. Kalau cocok… ya…ya kita menikah, tapi kalau tidak…


“Pasti cocok kok.” Satmaka memotong kalimat Arshinta dengan yakin dan tersenyum.


Wajah Arshinta sedikit memerah, apalagi terus di tatap Satmaka.


**********


Tok…Tok…Tok..

__ADS_1


Abraham mengetuk pintu rumah nya sendiri.


“Kenapa belum di buka sih?” ucap nya sambil terus mengetuk pintu.


“Dia kemana? Apa dia…


Seketika langsung tersadar.


“Oh iya, dia kan sudah pergi dari sini. Kenapa aku bisa sampai lupa begini sih?” batin nya yang tersadar.


Abraham mencari kunci rumah di dalam saku celana nya. Tidak lama langsung di buka, dan diapun segera masuk.


Saat masuk, dia melihat ruangan sekitar rumah nya. Masih rapi, karena masih ada sisa hasil pekerjaan Bellova pagi tadi.


Di baringkan tubuh nya di atas sofa berukuran panjang, setelah meletak ka begitu saja jaket kerja di lantai.


Saat berbaring, tangan di letakan di atas kening dengan posisi tubuh nya menghadap atap rumah.


“Biasa nya kalau aku pulang wanita itu akan sibuk mengurusi ku.” Ucap nya pelan.


“Selamat sore pak Abraham, anda sudah pulang?”


“Bagaimana dengan pekerjaan anda hari ini?”


“Pak Abraham mau makan malam apa hari ini?”


“Pak Abraham mandi saja, saya akan segera menyiapkan makanan di atas meja.”


Bayangan-bayangan Bellova yang menyambut kepulangan nya selalu terlintas di pikiran nya.

__ADS_1


“Ya ampun, apa yang aku pikirkan? Kenapa aku memikirkan wanita itu sih?” ucap nya gelisah mengacak rambut.


__ADS_2