KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 99


__ADS_3

Sudah beberapa hari Bellova menunggu kedatangan Abraham yang belum tiba. Pernikahan juga sudah di batalkan, akan tetapi si penagih hutang masih menunggu orang yang akan membayarkan hutang Bellova.


“Hey Bella, kalau sampai teman mu itu tidak datang dan tidak bayar hutang mu, awas saja kau!” ancam Roya, pria yang tadi nya ingin menikahi Bellova.


“Tenang saja, Pak Abraham pasti akan datang, dia tidak pernah berbohong. Tunggu saja, baru juga berapa hari.” Jawab Bellova dengan yakin.


“Pak Abraham? Berarti orang itu sudah tua ya? wah… kamu ternyata main nya dengan bapak-bapak ya. Hahahaha… apa enak nya dengan orang yang sudah tua Bella, mending dengan ku, walaupun aku sudah punya beberapa isteri, tapi aku masih bisa memuaskan mu, bahkan beberapa wanita lagi.” ucap Roya dengan bangga.


Bellova tidak menggubris, dia mengabaikan kesombongan Roya.


Ponsel Bellova berdering, saat di lihat siapa nama yang memanggil nya, dia tersenyum.


“Hallo pak Abraham, anda di mana?” Tanya Bellova bangkit berdiri.


Keluarga Bellova yang mendengar sedikit merasa tenang.


“Rumah mu yang mana sih?” Tanya Abraham.


“Bapak sudah di mana memang nya?” Tanya Bellova balik.


“Aku sudah di…. Jalan Bunga gang Matahari, baru saja sih masuk ke gang nya…

__ADS_1


“Apa? Bapak sudah di gang Matahari nya ya?” Bellova terkejut mengetahui majikan nya sudah dekat dengan nya.


“Jangan teriak dong. Iya, aku sudah di gang nya, terus aku harus kemana lagi?” Abraham menutup telinga sembari melihat-lihat jalanan.


“Bapak jalan saja terus kedepan, saya sudah berdiri di pinggiran jalan nya, di mana rumah yang paling jelek dan kecil, saya ada di situ.” Ucap Bellova dengan polos nya.


“Ppfftt… oh, rumah yang paling jelek dan kecil ya.” Abraham menahan tawa.


Abraham terus berjalan kedepan dengan pelan karena ternyata sudah hampir sampai. Sementara Bellova dan semua nya sedang menunggu dan penasaran dengan orang yang akan membayar hutang Bellova. Tetangga nya juga ikut berkumpul untuk menyaksikan.


Roya, pria bernafsu tinggi itu memasang ekspresi wajah ketidak suka an nya.


“Mana?”


“Oh iya.”


Tetangga melihat mobil mewah masuk ke arah mereka.


“Wah.. lihat, mobil nya merek terkenal.”


Bellova berdiri dengan melipat tangan di dada nya, dia melirik Roya seperti meledek pria itu.

__ADS_1


“Di mana sih rumah nya? Itu kenapa banyak orang? Apa ada tragedy yang terjadi? Tapi kenapa mereka seperti menunggu ku? Jangan bilang mereka….


Di saat Abraham mencari rumah kecil yang di katakan Bellova, tiba-tiba wanita itu muncul di antara kerumunan, sambil melambaikan tangan seperti orang yang ingin menumpang di mobil nya.


Abraham tersenyum, “Akhir nya kelihatan juga kau.” Ucap nya pelan.


Semakin lama mobil nya semakin dekat, dan kecepatan nya juga sudah berkurang.


Abraham belum turun dari mobil, dia kesulitan karena tetangga dan anak kecil menghampiri nya yang masih di dalam. Ada yang mengetuk-ngetuk pintu kaca nya, ada yang menyentuh mobil nya, karena itu, dia sengaja tidak turun, menunggu mereka sampai sadar diri.


Bellova yang datang menghampiri Abraham karena tidak turun-turun.


Tok…tok..tok..


Gadis itu mengetuk kaca jendela tepat di bagian kemudi.


Ssseeettttt….


Jendela kaca di turunkan.


Wajah Abraham dan Bellova dekat, sejenak mereka saling bertatapan sebelum memulai pembicaraan. Bellova tersenyum, Abraham terdiam sambil memandangi nya.

__ADS_1


__ADS_2