KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 219


__ADS_3

Hendra tidak perduli dengan rintihan orang itu. Karena memang sudah sangat kesal, dan ingin cepat melakukannya, Hendra sudah meraih wajah tersangka yang sudah basah karena keringat dan air mata nya.


Tak…


Dengan tangan kiri, sudah menggenggam wajahnya, sedangkan tangan kanan nya sudah menggenggam pisau kecil yang runcing, tepat berada di depan wajah pria itu.


Karena kepalanya bergerak terus, ingin menghindar, Hendra semakin keras menggenggam wajah itu.


Lucifer menatap, menyaksikan dengan santai.


Tidak jauh dari mereka, anak buah Shadow juga ikut memperhatikan adegan itu.


Tentu saja mereka sangat ketakutan. Mereka sebelumnya juga tahu, kalau pria kejam itu adalah Lucifer, pemimpin dari Deadly Poison. Ketakutan mereka semakin bertambah saat melihat penjahat lainnya mendapat siksaan yang tragis.


“Yang kanan atau yang kiri ya?” Hendra masih mempertimbangkan mata mana yang akan di congkel.


“Jangan…ja-


“Yang kanan sajalah.”


Ccrruutt….


“Aaaaaakkkhhh……..Aaaaaakkhhhh….


Darah sudah banyak keluar dari mata kanannya. Suara kesakitan yang keras, memenuhi ruangan. Di depan anak buah Lucifer dan Bossa, melihat adegan itu.


Mata kanan itu belum copot sepenuhnya, masih ada urat yang menempel, membuat bola mata itu menggantung berayun.


Mata kiri pria itu bisa melihat bola matanya yang menggantung.

__ADS_1


Ssrrettt…


Urat saraf yang menempel di putuskan.


Tuk…tuk..


Bola mata itu jatuh ketanah, bercampur dengan tanah dan darah yang mengering.


Tubuh si pemilik mata gemetaran, napasnya juga tidak beraturan, mulutnya tidak bisa di tutup, hanya terus berteriak, kesakitan dan ketakutan.


Hendra mengambil bola mata itu,menunjukkan pada si empunya.


“Lihat ini, ini adalah mata kananmu.”


“Tuan, apa mata ini kita injak saja?” tanya Hendra menoleh pada Lucifer.


“Oke tuan.” Tanpa ragu Hendra bersiap ingin memasukkan mata kanan itu kedalam mulut yang masih terbuka lebar.


“Tidak… ti…dak, jangan-


Hup..


Bola mata sudah masuk kedalam mulutnya. Belum di telan, masih di tahan di dalam mulutnya.


Bukan cuma bola matanya saja, darah yang masih terus mengalir dari lubang matanya masuk kedalam mulutnya juga.


Hendra menekan kepala dari atas, dan menekan dagu dari bawah, jadi bola mata itu akan pecah dalam


mulut pemilik bola mata. Walau orang itu masih berusaha menahan, tapi tidak bisa karena kuatnya Hendra menekan.

__ADS_1


Tas…tas…


Bola mata itu sudah pecah di dalam mulutnya.


Masih berusaha memuntahkan isi dalam mulut, tapi Hendra memaksanya untuk segera menghambiskan


itu.


“Mengerikan!” bisik anak buah Shadow.


Lucifer bisa mendengar bisikan itu.


Wush…


Sepasang matanya sudah mengarah pada anak buah Shadow, dan mereka juga sudah mulai ketakutan.


Beberapa kali menggoyangkan mulutnya, hingga bola mata itu sudah gepeng dan hancur, karena belum puas, Hendra memasukkan tanah kedalam mulutnya, untuk mendorong agar mata itu terdorong kedalam kerongkongan.


“Kau sudah berani berbohong sih, apa kau tidak tahu siapa Lucifer itu?” tanya Hendra.


Pria itu hanya diam, tidak berdaya dan kesadarannya juga sudah berkurang.


“Orang yang duduk di kursi itu adalah Lucifer, pemimpin dari Deadly Poison. Apa kau bodoh, menyerangnya di sini?” ucap Hendra memberitahukan Lucifer yang asli.


Pria itu tersadar, menatap Lucifer dengan harapan pengampunan.


“Cepat cari jawaban, siapa yang menyuruh nya!” perintah Lucifer yang masih menunggu.


Hendra menoleh pada pria satu mata, “ Cepat jawab, siapa yang menyuruhmu, atau… seluruh tubuhmu ini tidak akan berbentuk lagi.” ancam Hendramenunjukkan pisau kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2