KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 182


__ADS_3

Jam 10 malam, Abraham baru saja tiba di rumah, Lova juga sudah tidur di kamar yang biasa mereka gunakan. Isteri nya sudah tidur pukul 9 malam, sebelum nya dia sudah menunggu kepulangan Abraham, tapi karena masih tak kunjung pulang, dia akhir nya tidur.


Dengan pelan-pelan, agar tidak menimbulkan suara, Abraham masuk kerumah nya seperti seorang pencuri, sedari pagi juga dia sudah membawa kunci cadangan rumah.


“Hah… capek… capek banget.” Gerutu nya meletakkan tubuh nya di atas sofa panjang, setelah melempar jacket ke lantai. Karena kamar tidur mereka berada di lantai dua, Bellova tidak terlalu mendengar suara Abraham yang sudah pulang.


Tanpa membersihkan wajah dan tidak menggantikan pakaian kerja dengan pakaian tidur, Abraham tidur di sofa, tidak butuh waktu lama untuk membuatnya terlelap, karena efek kelelahan yang luar biasa dirasakan nya.


Malam itu, sangat sepi, dua manusia di dalam rumah sudah tertidur dan masuk kedalam dunia mimpi mereka, biasa nya mereka tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur, tapi malam ini, mereka tidur di satu atap tapi tidak di satu ranjang.


Pukul 2 pagi, Bellova terbangun, di lihat nya tidak ada seseorang di samping nya, terlihat gelisah dan bertanya-tanya, kenapa suami nya tidak ada di samping nya.


“Apakah Abraham tidak pulang kerumah? Hhmm… sudah jam 2 pagi, tapi kenapa dia belum pulang?” ucap nya pelan, turun dari ranjang.

__ADS_1


Tanpa berpikir apapun, dia keluar dari kamar, untuk mengambil air minum di dapur karena merasa haus.


“Loh? Itu… Abraham?” akhir nya dia melihat suami nya yang masih tidur di sofa.


Perlahan dia mendekat, melihat lebih jelas, apakah orang yang tidur itu adalah suami nya atau bukan, atau malah hanya halusinasi nya saja.


Tap…


Sekarang Bellova sudah berdiri di samping sofa di mana Abraham masih tidur, dengan lengan kiri yang menutupi kening nya.


Lova melihat penampilan terakhir suami nya, di mana masih berantakan, sepatu yang belum di lepas, begitu juga dengan kaos kaki, jacket yang berada di lantai, dan Lova yakin kalau suaminya sengaja melempar.


Tidak ingin membangunkan nya, dia jongkok dan membuka sepatu juga kaos kaki Abraham yang masih tidur. Karena Abraham tipe orang yang susah bangun kalau sudah tidur pulas, dia tidak merasa terganggu walau kaki nya sudah di gerak-gerakin isteri nya.

__ADS_1


“Hhhmmm…” Abraham hanya bergerak sedikit tanpa membuka mata nya.


“Apa aku bangunkan saja? Lebih baik-


Mulut nya langsung tertutup, tidak melanjutkan kalimat nya.


Diapun memilih untuk pergi, masuk kekamar yang sebelumnya di gunakan nya saat menjadi pelayan di rumah Abraham, dia mengambil selimut bersih yang sudah di cuci, dan meletakkan di atas tubuh Abraham, agar tidak


kedinginan.


Mulai dari kaki, hingga di depan dada nya saja, di tutupi dengan selimut. Setelah menatap nya sebentar, dia pun melanjutkan niat awal nya dia keluar dari kamar, yaitu ke dapur untuk mengambil air minum. Saat kembali dari dapur pun, Abraham masih tidur dengan posisi yang sama, dan dia kembali kekamar, sesekali dia melirik kebelakang, melihat Abraham.


Setelah Bellova sudah masuk kekamar, dan terdengar suara pintu yang sudah di tutup…

__ADS_1


Abraham membuka mata perlahan, “Hhmm… dia sengaja turun hanya untuk menyelimutiku? Apa dia khawatir dan menungguku?” tanya nya dalam hati yang sebenar nya sudah sadar kalau isteri nya yang datang, dia ingat dengan bau body lotion yang di gunakan isteri nya itu.


__ADS_2