KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 36


__ADS_3

Saat ini di kediaman Lucifer sedang banyak orang.


Orang-orang yang kenal dekat dengan nya. Reunian para orang tua. Mereka sedamh


mengobrol di ruang tamu, pelayan juga sudah menyediakan kopi dan beberapa cemilan dan buah.


“Jadi, tuan Lucifer, apakah kedua anak……


“Tiga! Anak ku ada tiga!” ucap Lucifer memotong kalimat Narendra.


“Hhhmmm? Kan satu itu anak angkat……


Mulut nya berhenti bicara saat di pelototi Lucifer.


“Baiklah tuan, aku mengerti. Jadi ketiga anak mu tahu siapa anda sebenar nya?” tanya Narendra melanjutkan kembali pertanyaan yang sebelum nya.


“Tahu, mereka kan tahu kalau aku adalah papa nya, benar-benar…


“Hahahaha…. Bukan seperti itu maksud ku tuan, apa anda sedang ngelawak? Hahahha……


“Apa kau mau mati??” ancam Lucifer, merasadi ledeki anak buah nya dulu.


“Uppss….. jangan dong tuan, kalau aku mati, bagaimana dengan anak-anak asuh ku….jadi….


“Jadi diam lah ben***g!” celetuk Miranda.


“Hey Miranda….. jaga mulut mu atau aku akan….


“Akan apa?” balas Andreas membela isteri nya.


“Ohhh…. Jadi mentang-mentang  kalian sudah suami isteri, sudah merasa kekuatan nya bertambah ya…


“Tentu saja!... dua lawan satu… siapa yang menang…” ledek Miranda dengan menaikkan salah satu alis nya. Tentu saja membuat Narendra kesal.


“Tuan, maksud ku… apakah anak-anak mu tahu kalau kau adalah bos mafia? Apa mereka juga tahu kalau kau sering membunuh?”


“Narendra…. Mulut mu itu memang benar harus di jahit ya….. apa kau tidak takut dengan resiko yang keluar dari mulut mu itu?” kali ini Eva pun tidak suka dengan ucapan Narendra yang memang tidak menutup kenyataan.


Narendra seketika menutup mulut nya.

__ADS_1


“Sebenar nya mereka tidak tahu tentang latar belakang dan masa lalu ku, aku juga tidak ingin memberitahukan pada mereka, untuk apa?” jawab Lucifer, dia tidak keberatan sekali untuk menjawab nya.


“Lagi pula aku yakin, sifat anak-anak tuan Lucifer pasti mirip dengan anda. Aku juga sering mendengar prestasi dari Abraham, bisa memecahkan kasus dengan cepat, sama seperti anda.” Ujar Andreas meminum kopi


nya.


“Lalu bagaimana dengan kalian? Dan anak buah lain nya? Apakah mereka masih suka cari masalah?” tanya Lucifer, teringat dengan anak buah di Deadly Poison.


“Sebenar nya semenjak Baron dan Peter tewas, dua kelompok itu berusaha bersaing untuk menjadi pemimpin nya. Masalah yang mereka akibatkan memang tidak terlalu berbahaya, hanya saja kami takut kalau nanti akan membesar dan tercium oleh anak anda Abraham, anda kan tahu, anak anda adalah seorang polisi. Bisa saja, kelompok Deadly Poison yang sudah lama di tutup akan terbuka lagi, dan pasti juga anda akan terlibat, jangan sampai anda dan putera anda


menjadi musuh…” ucap Andreas lagi.


“Benar tuan Lucifer, kami bertiga juga sudah tidak bertindak seperti anggota mafia lagi, hanya saja terkadang kalau kebablasan, jiwa


berontak kami pasti muncul, dan seperti yang di katakan Andreas, akan terjadi perang yang besar.” Narendra pun sepakat dengan ucapan Andreas.


Eva juga sepakat, dia tidak ingin suami nya terlibat perkelahian lagi, selain usia nya yang sudah tua yaitu 59 tahun, dan ini juga


sudah waktu nya bagi mereka hidup tenang dan santai.


“Lalu aku harus bagaimana?”


“Ppppffftthhh….. hahahaha…. Bos kita sedang minta petunjuk pada anak buah nya?” ledek Narendra menutup mulut nya.


Sebuah apel sengaja di lempar Miranda pada Narendra, mengenai kepala nya.


“Tuan, saran saya, anda harus berbicara jujur dengan anak-anak anda, saya yakin, kalau mereka akan mengerti…..


“Lagian kenapa sih si Abraham harus jadi polisi? Kenapa tidak jadi ketua bos mafia saja? Aku juga yakin pasti banyak yang kecewa kelompok ini tidak ada penerus nya……


“Benc**g…. sekali lagi mulut mu berbicara seperti itu, akan aku sayat langsung pakai pisau buah ini.” Ancam Miranda menunjukkan pisau kecil di tangan nya.


“Mau jadi apa anak-anak ku aku tidak akan keberatan, lagi pula itu hasil kerja keras mereka. Dan orang tua mana yang mau menurun kan kebiasaan membunuh nya pada anak-anak nya? Apa jangan-jangan anak asuh mu kau suruh seperti itu?” tanya Lucifer.


“Tidak sih…. Sebenar nya aku juga malu tuan kalau mereka tahu siapa aku sebelum nya, mereka sudah menganggap ku sebagai orang tua dan berbakti pada ku saja, aku sudah sangat senang. Kalau bukan karena pertolongan anda yang melepaskan saya dari homose****l itu, mungkin lubang du*ur ku sudah hancur.” Narendra bercerita dengan serius.


“Jadi kau sudah tahu kan jawaban nya… mereka saja bukan anak kandung mu, apalagi tuan Lucifer terhadap anak kandung nya. Jadi…… pada intinya rasa sayang dan perduli orang tua pada anak nya melebihi apapun.” Tambah Miranda.


“Iya…iya, aku mengerti…..

__ADS_1


“Aku dengar dari Abraham, ada kasus penculikan wanita muda, apa itu dari anggota kita? Atau….


“Tuan, walaupun ada masalah dari anak-anak, tapi tidak sampai seperti itu, paling mereka hanya menaikkan lapak sewa saja. Tapi ada


informasi, kalau itu dari kelompok lain.” Ucap Andreas.


“Bagus kalau begitu, jangan sampai mereka cari masalah! Lalu bagaimana kabar ke 5 anak mu?” tanya Lucifer.


“Yah…. Seperti itu. ada yang ngikutin sifat saya, ada juga yang ngikutin sifat ibu nya. Tapi syukur nya mereka tidak ada yang mengikuti jejak orang tua nya, dan tentu saja mereka juga sudah tahu tentang masa lalu ku


dan Miranda.”


“Apa? Mereka sudah tahu? Lalu apa reaksi mereka? Pasti mereka ketakutan ya?” tanya Eva memotong kalimat Andreas.


Andreas dan Miranda saling menatap sambil tersenyum.


“Mereka bilang….. ‘Wah… ayah dan ibu hebat! Bisa menjadi anggota mafia, kerennn….. pengen ketemu dengan ketua bos nya’…. Begitu lah kata ke lima anak kami.” Jawab Miranda dengan menunjukkan jempol tangan nya.


“Hahaahahaha…… bisa begitu ya.  Ya paling tidak mereka tidak terkejut dan kaget kan. Dan kalian juga sudah tidak ada rahasia lagi.” Ucap Eva.


Mereka menganggukkan kepala nya.


“Tiga anak saya menjalan kan bisnis perusahaan, Shella anak nomor empat seorang dokter dan yang terakhir seorang model.” Jawab Miranda.


“Wah…. Hebat ya.. ”


“Ketiga anak anda juga kan sama hebat nya.” Balas Miranda.


******


Arshinta dan Ina datang berkunjung ke rumah Abraham. Mereka membawa ikan dan daging yang mentah. Mereka ingin memasak nya di rumah Abraham,


lupa kalau ada Bellova di rumah kakak nya.


Tok, Tok, Tok, Tok, Tok………….Tok, Tok.


Arshinta mengetuk pintu, membuat ketukan nya menjadi nada.


Sudah kebiasaan Arshinta kalau datang selalu mengetuk pintu, walaupun ada bell di dinding dekat pintu.

__ADS_1


Bellova yang kebetulan ada di dapur segera berlari saat mendengar ketukan pintu nya. Di intip terlebih dahulu, setelah tahu siapa yang


datang, dia pun membuka pintu.


__ADS_2