
Audrey yang tidak sadarkan diri masih berada dalam gendongan Aditya yang masih dengan langkah cepat nya mengantarkan keruangan gawat darurat. Di belakang nya juga ada Ina yang mengikuti tanpa sepengetahuan Dokter
itu.
“Siapa wanita itu? aku yakin itu bukan mama nya, tante Lisna.” Gumam nya dalam hati.
Sampai di depan pintu saja, Ina tidak masuk karena pintu nya juga sudah di tutup, Adit juga tidak sempat melihat Ina. Ina juga tidak ingin mengganggu nya dulu, dia masih harus bersabar untuk bertanya pada nya.
***********
“Bos, saya sudah membunuh nya, dan saya yakin kalau wanita itu sudah mati.” Anak buah Bossa memberitahukan hasil pekerjaan nya.
“Bagus, kau akan mendapatkan bayaran tambahan mu. Apa ada yang mencurigaimu?”
“Tidak ada bos. Saya yakin itu.” jawab nya dengan pasti.
***********
Sementara itu di kantor polisi…
“Pak Abraham, salah satu rekan kita mengatakan kalau ibu Audrey baru saja di tembak dan sekarang sedang berada di ruang UGD.” Ridwan memberi laporan.
“Apa?” Abraham yang baru saja membaca laporan terkejut mendengar nya.
__ADS_1
“Di mana Adit?” tanya nya bangkit berdiri.
“Sudah bersama dengan ibu itu, mungkin sekarang sedang mengobati nya.”
Abraham tidak bertanya lagi, dia mengambil jaket nya dan segera pergi kerumah sakit untuk melihat langsung keadaan nya.
Di depan pintu hendak pergi keluar, Abraham bertemu dengan Bellova yang baru saja tiba dengan membawa kotak bekal makanan suami nya.
“Lov? Kamu sudah datang toh.” Tanya nya sembari mengancingkan jaket nya.
“Iya, kamu mau keluar? Seperti nya terburu-buru, bagai-
“kamu ikut aku saja.” Tanpa menunggu ucapan isteri nya itu, dia menarik tangan nya dan mengajak untuk ikut dengan nya bersama.
“Ridwan, ambil ini. Kami akan kerumah sakit dulu, katakan pada Adley untuk mengurus di sini.” Abraham mengambil kotak makanan dan memberikan nya pada Ridwan.
Rekan nya mengambil dan sempat mencium bau enak dari kotak itu.
“Apa boleh aku makan saja ini?” tanya nya berharap.
Sempat langkah Abraham berhenti untuk mempertimbangkan permintaan anak buah nya.
“Hm.. makan lah. Hanya sekali ini saja, daripada terbuang. Dan jangan ketagihan ya.” jawab nya dan langsung pergi membawa Bellova menuju parkiran mobil nya.
__ADS_1
Ridwan yang mendapat jawaban itu sangat senang. Bagaimana tidak, karena selama ini atasan nya itu selalu memuji makanan yang di buatkan isteri nya itu.
“Akhir nya bisa merasakan masakan isteri bos ku.” Ucap nya pelan.
Semua heran melihat rekan nya tersenyum sendiri dan berbicara pada kotak makanan nya.
**********
Walaupun terburu-buru, Abraham masih sempat membukakan pintu mobil untuk isteri nya, padahal Bellova bisa saja melakukan nya.
“Kita mau kemana?” tanya nya setelah suami nya sudah duduk di samping nya.
“Kerumah sakit.” Jawab nya memutar arah jalan.
“Kerumah sakit? Memang nya siapa yang sakit?” Bellova khawatir.
Abraham melihat nya sekilas. “Bukan orang penting kok, hanya salah satu korban kejahatan. Tapi sekarang sedang dalam penanganan Aditya.” Jawab nya santai. Abraham dan saudara-saudara lain nya tidak tahu kalau Audrey ada hubungan keluarga dengan mereka.
Bellova tidak bertanya atau berkata lagi. Dia tidak mau mengganggu konsentrasi suami nya lagi.
*************
Sementara itu, Lucifer yang juga mendapat laporan kalau Audrey sedang sekarat dari Aditya, juga bersiap menuju rumah sakit. Awal nya dia tidak perduli, tapi karena isteri nya yang membujuk agar datang dan melihat kondisi sepupu suami nya itu, hingga akhir nya Lucifer pun menuruti nya.
__ADS_1