KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 63


__ADS_3

Pesanan yang baru untuk pasangan nya sudah di beli Adley, tidak ada yang beda, hanya waktu nya saja lebih banyak mundur. Adley masih cuek pada Monica, meski wanita itu terus berusaha banyak bicara pada nya.


“Kamu nama nya siapa sih? Kalau aku Monica.” Tanya Monica dengan percaya diri nya memperkenalkan diri nya sendiri.


Adley mengabaikan, dia terus menuju parkiran mobil, dan Monic terus mengikuti nya.


“Kamu enggak sopan banget ya, orang kalau di tanya itu jawab dong..”ucap Monic kesal.


Adley berhenti sebentar, melihat Monic, menghela napas dan melanjutkan kembali jalan nya.


“Loh..? hey…” gadis itu terus mengikuti nya.


Adley yang sudah masuk ke dalam mobil, dengan cepat Monic masuk dan duduk di samping nya tanpa rasa malu.


“Ck, ngapain kamu di dalam mobil ku?” tanya Adley tidak suka.


“Antar aku pulang.” Jawab Monic dengan sombong. Tangan nya di lipat di depan dada nya.


“Apa-apaan kau ini, turun cepat!” suruh nya dengan suara keras.


“Tidak mau, pokok nya kau harus antar aku pulang, titik!” Monica tetap keras kepala.


“Kau….


Ponsel Adley berdering, Adley melihat nama di layar ponsel nya.


“Hallo sayang…” jawab Adley menjawab panggilan yang ternyata dari pacar nya.


Monica memonyongkan bibir nya.


“Kamu di mana? Kenapa belum sampai juga? Aku nya udah lapar banget loh.” Suara Ica yang kesal, bisa terdengar Monica.


“Iya, ini aku udah dalam perjalanan, sebentar ya…


“Antar aku pulang sekarang…” teriak Monica.


“Sayang, itu suara cewek ya? Kamu sama siapa sekarang?” tanya Ica curiga.


“Bukan kok sayang, ada yang lagi lewat aja di depan ku.” Adley memberi kode untuk Monica, agar dia diam.


“Ya udah, aku tunggu sekarang, cepat ya…” ucap Ica, dengan lembut.


Adley menutup ponsel nya, melihat Monic yang masih duduk diam di samping nya.


“Apa mau mu?” Adley bertanya dengan tatapan sinis.


“Siapa nama mu dan antar aku pulang.” Monic tersenyum, merasa kalau Adley akan menuruti nya.


Tidak mau menjawab, Adley turun dari mobil, lalu memutar hingga berada di samping Monic di luar.


Klik…


Pintu di buka dari luar.


“Turun!” suruh nya.


“Enggak mau.” Tolak Monic.

__ADS_1


“Ck, turun cepat!” bentak nya.


“Pokok nya tidak mau, antar aku pulang.” Monic tetap bertahan.


“Benar-benar deh…” dengan kasar Adley menarik tangan Monic.


“Aww…. Sakit tahu..” Monic yang sudah keluar dari mobil memegang pergelangan tangan nya.


Adley tidak perduli, dia langsung masuk kedalam mobil dan segera pergi, mengunci pintu mobil nya, meninggalkan Monic seorang diri.


Bbbrruumm….


Wanita itu tetap berdiri, melihat kepergian adley. Wajah nya menjadi murung, sedih, mata nya juga berkaca-kaca, kedua tangan di kepalkan


nya.


*****


adley sudah tiba di depan rumah Ica, beberapa kali memencet bel nya, tidak di buka juga.


“Sayang, aku sudah di depan rumah kamu nih, bukain pintu nya.” Pinta Adley dalam panggilan telepon.


“Aduh, maaf sayang, aku sedang ada di luar, kamu lama banget sih, jadi aku beli makan di luar.” Jawab Ica, suara nya yang lembut berusaha membuat Adley agar tidak marah.


“Loh, kan baru beberapa menit aku bilang akan sampai, terus kenapa kamu…


“Sayang, aku sudah menunggu mu 2 jam loh, kalau lebih lama lagi aku menunggu, yang ada aku mati kelaparan..” balas nya, suara nya sudah sedikit tinggi.


“Terus ini bagaimana pesanan kamu ini? Aku sudah membeli semua yang kamu pesan.” Adley mengangkat pesanan yang ada di tangan nya.


“Kamu makan saja ya, atau kasih sama yang lain juga tidak apa-apa.” Jawab nya tanpa merasa bersalah.


Klik…


Ica menutup panggilan nya.


“Siapa sih Ca? kamu kok marah-marah gitu?” tanya seorang pria bersama Ica.


“Biasa, kakak laki-laki ku, aku tadi minta dia bawain makanan, tapi karena lama, aku mengajak mu deh..” jawab Ica berbohong.


“Kakak laki-laki atau…


“Kakak laki-laki, hanya itu…


“Yakin……”


“Sudah lah, aku masih mau makan.” Ica melanjutkan memakan makanan nya, bersama dengan seorang pria.


Ica dan Adley sudah menjalin kasih hampir 2 tahun, Adley sangat serius sampai dia beberapa kali mengajak pacar nya untuk menikah, tapi Ica selalu saja mengulur waktu, mengatakan kalau dia masih belum siap.


Mereka bisa menjadi sepasang kekasih, karena Adley yang tidak di sengaja menolong Ica dari penjambretan, sejak saat itu, Ica mulai menempel pada Adley, sebenar nya hampir sama seperti Monic.


**********


Monic, yang masih berdiri diam di depan Mall, belum beranjak pulang.


“Kak Rahul, kamu di mana? Jemput aku dong,” pinta Monic dalam panggilan telepon.

__ADS_1


“Sorry Mon, aku lagi di Tangerang, tidak bisa menjemput mu. Kemana supir mu?” ucap Rahul.


“Dia sudah aku suruh pulang.” Jawab nya ketus.


“Panggil lagi saja.” Balas Rahul juga ikutan ketus.


“Tidak bisa, karena…


“Udah dulu ya, aku ada pekerjaan lagi nih, bye..”


Klik…


Monic menghela napas, kecewa karena sikap Rahul.


Monica tidak ingin memakai taksi atau ojek online, dia punya pengalaman buruk hampir di perkosa si pengemudi nya.


Sekarang gadis itu terduduk, memeluk kedua kaki nya.


“Enggak asik, semua nya pada sibuk sendiri-sendiri….hah….” ujar nya menghela napas lagi.


Tap…


Sepasang kaki memakai sepatu pria ada di hadapan nya, Monic yang masih menunduk kan wajah nya takut, takut melihat wajah si pemilik kaki.


“Kamu ngapain di sini? Mana supir mu?” tanya seorang pria.


Monica menggigit bibir nya, dia tahu suara siapa itu.


“Hey…. Kenapa diam? Mana supir mu?” tanya Adley lagi.


Monica mengangkat wajah nya, masih posisi duduk, dia melihat Adley.


“Antar aku pulang…” pinta nya dengan wajah menahan air mata.


“Kenapa sih dia? Cengeng dan manja banget.” Gumam Adley.


“Ck, ya udah ayo… aku akan mengantar mu.” Adley mau juga mengantar nya.


“Bantu aku berdiri.” Monic mengulurkan tangan nya.


“Apa-apaan sih? Kamu tidak bisa berdiri sendiri? Manja banget…” ucap Adley menolak.


Akhir nya Monica berdiri sendiri, mengepak-kepak celana nya dari debu, dan mengikuti Adley yang berjalan di depan nya menuju mobil. Masuk sendiri, dan langsung memakai sabuk pengaman nya.


“Ini kan pesanan majikan mu, kenapa masih ada di sini?” tanya nya, makanan yang ada di bawah kaki Monic.


Adley langsung merampas nya, meletak kan di kursi belakang, Monic bisa merasakan bau dari aroma Adley saat pria itu meletak kan makanan ke kursi belakang.


“Apa dia marah? Terus ngambek?” tanya Monic.


“Bisa diam tidak? Di mana alamat rumah mu?” tanya nya menyalakan mobil.


“Di jalan XXX..” jawab nya santai.


“Kau mau apakan makanan ini?” tanya nya.


“Buang…apa lagi.” jawab Adley ketus.

__ADS_1


“Sayang sekali, bagaimana kalau itu untuk ku saja? Aku sudah lapar.” Pinta nya berharap.


“Tidak usah, kau makan makanan mu sendiri saja.” Jawab nya tanpa melihat wajah Monic.


__ADS_2