
“Ada apa? Kenapa Lucifer bisa ikut campur?”
Bisik dan pertanyaan para anggota nya sembari melihat Audrey yang sudah kesakitan menahan sakit.
Audrey terkejut karena Bossa tahu tentang hubungan nya dengan Lucifer.
“Tuan, anda salah paham, saya-
Plak…
Tamparan keras lagi di berikan Bossa.
Bossa yang sangat marah, menggerakkan kepala nya kekiri dan kekanan.
“Pantas saja semua rencana ku gagal, ternyata kau penyebab nya ya. Apa yang harus aku lakukan pada mu? Hah? Apa kau mau aku bunuh saja sekarang?” Teriak Bossa menarik rambut Audrey.
Audrey memegang kepala nya, menahan rasa sakit.
Felix mendekati Bossa, dia membisikkan sesuatu di telinga Bossa.
__ADS_1
“Hahahaha…. Bagus juga rencana mu Felix. Aku sangat suka.” Jawab Bossa melemparkan tubuh Audrey dengan kasar.
Prok..prok…prok..
Bossa membersihkan tangan nya.
Semua anggota dan anak buah nya sedang menunggu rencana atau perintah apa yang akan di berikan nya.
Audrey yang malang, wajah nya yang memar dan bengkak dengan darah keluar dari bibir dan hidung nya.
Bossa berjalan mendekati tiga orang pria anak buah nya, menunjuk mereka untuk melakukan sesuatu perintah Bossa.
“Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat lakukan!!” Teriak Bossa keras.
Karena mereka bertiga ketakutan, mereka maju kedepan melakukan perintah Bossa.
Mereka mendekati Audrey yang tidak tahu apa yang akan terjadi berikut nya.
Bossa mengeluarkan pistol mengarah pada tiga pria yang di suruh nya, agar mereka segera melakukan perintah nya karena di lihat mereka tidak bergerak untuk memulai.
__ADS_1
Karena ancaman itu, akhir nya mereka maju mulai ‘menyerang’ Audrey.
Pakaian sepupu vikcy dan Lucifer itu di robek hingga setengah telan**ng.
“Apa.. apa yang kalian lakukan? Hentikan?!” Teriak Audrey berusaha menutupi tubuh nya sambil terus bergerak mundur menghindari mereka bertiga yang sudah terbakar nafsu.
Bossa dan yang lain nya memperhatikan mereka, Bossa tersenyum dan senang melihat adegan itu.
Ya, tiga pria yang di pilih Bossa di suruh untuk memperkosa Audrey di depan mereka semua. Bossa ingin memberikan pelajaran dan hukuman pada Audrey yang sudah mengkhianati nya.
Beberapa kali juga Audrey memohon ampun dan minta agar mereka bertiga tidak melanjutkan aksi nya. Walaupun Audrey sudah beberapa kali menjual tubuh nya, tapi dia tidak mau dan malu di perlakukan seperti itu, apalagi di depan banyak mata pria yang menatap nya dengan nafsu.
“Aaakhhh… hentikan… tuan Bossa, tolong hentikan mereka…” Mohon Audrey yang terus di ‘serang’ tiga pria yang juga sudah setengah telanjang.
Bossa menikmati adegan itu, seperti sedang menonton di bioskop, dia duduk di kursi singgasana nya.
Audrey di perlakukan sebagai wanita yang tidak memiliki harga diri lagi, walaupun menangis dan mulut nya juga sudah mereka gunakan, tidak ada yang mengasihani nya. Semua tatapan mata yang mengarah pada nya seperti menunggu giliran. Hanya terdengar suara tawa dan hembusan napas penuh nafsu yang mengarah pada nya. Pria-pria di situ juga ikut memainkan ‘bur**ng’ nya.
Rasa nya Audrey ingin mati saja dari pada melayani nafsu mereka bertiga secara bersamaan. Seluruh tubuhnya di gunakan mereka untuk melampiaskan birahi tubuh nya. Audrey pun sudah tidak memakai sehelai benang pun untuk menutupi tubuh nya. Walaupun dia sudah berumur dewasa, tapi tubuh nya masih sangat cantik dan menarik. Menggoda kaum lelaki untuk meniduri nya.
__ADS_1