Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 101 : Tantangan


__ADS_3

"Apakah aku masuk saja ya?" Zhou Fan mulai bimbang, bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk tetap menunggu.


Bukan semakin tenang, suasana semakin panas, dimulai dengan suara gebrakan meja, lalu disambut dengan sahutan teriakan.


Saat Zhou Fan akan membuka pintu aula Klan Qing, telinga mendengar sebuah tantangan yang di arahkan kepadanya. Senyum licik terukir di bibir Zhou Fan.


"Kau salah mencari lawan kawan...," Serunya dalam hati. "Saatnya beraksi."


Brak...


Dengan sebuah tendangan kakinya, Zhou Fan membuka pintu aula Klan Qing.


"Tantangan diterima!"


Semua orang menengok ke arah yang sama, seorang pemuda berpakaian serba maroon sedang berdiri dengan gagahnya.


Siapa pemuda ini? semua orang memiliki pemikiran yang sama. Sampai pemuda itu mengklaim Qing Si sebagai ayah mertuanya.


"Salam ayah mertua!" Zhou Fan setengah membungkuk, kemudian kembali memandang ke depan.


Oh, pemuda ini yang dirumorkan? satu persatu mulai paham dengan siapa Zhou Fan.


"Eh... Oh jadi kau yang mencuri tunangan anakku?!" Patriark Yu kembali berteriak setelah tersadar dari lamunannya.


"Em em" Zhou Fan menggoyangkan jari telunjuknya. "Bukan mencuri tapi menyelamatkan!"


Sontak beberapa orang mengerutkan keningnya, mendengar ucapan Zhou Fan yang begitu berani.


"Apakah Yu San begitu menakutkan sampai harus menyelamatkannya."


"Pemuda yang sungguh berani!"


Bisik bisik anggota Klan Qing mulai terdengar oleh telinga Patriark Yu.


Brak...


Sekali lagi Patriark Yu menggebrak meja di hadapannya. Kemudian berdiri ingin menutup mulut pemuda lancang di hadapannya.


Tapi Yu San mendahuluinya, "Tenanglah ayah, hanya pemuda tak jelas akan melawanku! Biar aku sendiri yang menghabisinya."


Yu San berdiri, kemudian menghampiri Zhou Fan.


"Sebaiknya kau enyah dari sini sebelum kau tak bisa melihat hari esok." Yu San memasang wajah angkuh.


Sebagai seorang yang telah di akui sebagian jenius nomor satu, dia mempunyai bekal untuk bersikap arogan. Dia telah mencapai tingkat petarung master bintang 8, dengan usianya yang baru dua puluh empat tahun itu adalah hal yang sangat sulit ditemukan di Kota Kapur Putih.


Tapi dia tidak mengetahui, sesosok singa yang sebenarnya. raja kucing menantang singa? sungguh bodoh.


Meskipun kau adalah raja, tidak akan mengubah kenyataan yang ada, sekali kucing tetaplah kucing.


"Apa? Apakah kau berbicara kepadaku tuan muda?" Zhou Fan dengan wajah bodohnya bertanya.

__ADS_1


Melihat begitu santainya pemuda berpakaian maroon, membuat beberapa orang di sana tertawa lirih.


Yu San menggeretakkan giginya kuat, sampai terdengar suara retakan disana. "Bagus sekali! Tujuh hari dari sekarang aku menunggumu di pusat kota!"


Yu San keluar aula setelah meneriakan tantangannya.


"Kalau begitu sampai jumpa, tuan muda...," Ucap Zhou Fan mengejek.


"Hng..." Semua orang Klan Yu akhirnya ikut keluar meninggalkan aula Klan Qing.


"Kau dalam masalah anak muda!" Patriark Yu berkata pelan saat melewati Zhou Fan.


"Kau tenang saja pak tua!" Zhou Fan berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari Qing Yuwei.


Sementara Qing Yuwei memerah melihat apa yang dilakukan Zhou Fan.


"Anak muda, kau menggali kuburanmu sendiri." Patriark Qing menghela nafas.


Zhou Fan terkejut melihat siapa yang berkata kepadanya, dia adalah pria paruh baya yang di temui nya di depan gerbang kediaman Qing Yuwei.


"Kau tenang saja Patriark, menantuku sungguh dapat di andalkan. Bahkan dia dapat mengimbangiku." Seru Qing Si bangga.


Qing Si tidak mengatakan seluruh kebenarannya, andai semua orang mengetahui dia kalah dari seorang pemuda, itu akan mempengaruhi pandangan semua orang kepadanya yang sebagai seorang tetua Klan Qing.


Zhou Fan tersenyum mendengar Qing Si mengatakannya sebagai menantu, Zhou Fan menyeringai. "Benar apa yang dikatakan ayah mertua Patriark."


Ugh... Qing Si baru menyadari kesalahannya, "Bajingaan kecil ini sangat pintar mengatur situasi."


"Apa yang membuatmu begitu yakin?" Patriark Qing belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Qing Si.


"Anda bisa menilainya sendiri!" Secara tidak langsung Zhou Fan menantang Patriark Qing untuk bertarung dengannya.


"Haha.... Aku mengakui keberanianmu, tapi kau akan mendapatkan masalah karenanya juga. Kau harus ingat itu...," Nasihat Patriark Qing.


Semua orang terkejut, melihat Zhou Fan tak percaya, apakah ini yang dinamakan berani? atau lebih tepat disebut bodoh?


Menantang petarung grand master bintang 9? Sungguh keputusan konyol yang dapat diambil.


"Aku suka keberaniannya, tapi kearoganannya akan mengubur dirinya dalam lubang penyesalan." Seorang tetua menggeleng kepala.


Semua orang yang masih belum mengetahui kekuatan Zhou Fan memandang sebelah mata pemuda itu.


Meskipun memiliki sedikit kemampuan, tidak seharusnya menantang petarung grand master bintang 9, bahkan Patriark Qing akan melakukan penerobosan sebentar lagi.


"Tidak perlu Patriark yang melawanmu, aku saja sudah cukup untuk membungkam mulut aroganmu." Seorang tetua maju menantang Zhou Fan.


"Bukan maksudku untuk bersikap arogan, tapi apa kau yakin dapat mengalahkanku hanya dengan tingkat petarung grand master bintang 7?" Zhou Fan tersenyum kecut.


Sekali lagi semua orang terkejut, bahkan Patriark Qing terkejut, tapi ia segera mengkondisikannya dengan sangat baik.


Seakan tidak menyadari tingginya langit, tetua itu yang tak lain tetua keempat, Qing Ru. tetap bersikukuh mentang Zhou Fan.


"Ayo lakukan, dan akhir ini dengan cepat!" Qing Ru memandang remeh Zhou Fan.

__ADS_1


"Pak tua kau yang memaksaku."


Zhou Fan bergerak cepat dengan tangan kosongnya.


Shut...


Crep...


Tangan Zhou Fan yang berbentuk tombak sudah berada di leher tetua Qing Ru.


"Hng..." Zhou Fan mendengus


Zhou Fan memperlihatkan tangannya yang sudah dengan jari menekuk, menyisakan jari telunjuk dan jari tengah yang tetap berdiri."


"Apakah kau masih selamat jika yang aku pegang adalah sebuah pedang?" Tanya Zhou Fan.


Semua yang ada di sana terbengong sesaat.


Glek...


Tetua Qing Ru menelan ludahnya paksa, tapi dia tidak mau mengakui kekalahannya.


"Aku hanya lengah!" Belanya dengn wajah canggung.


Anggota Klan Qing lainnya juga mengira tetua Qing Ru hanya lengah karena telah meremehkan lawannya.


Meskipun percaya bahwa tetua Qing Ru hanya lengah, tapi pandangannya terhadap Zhou Fan mulai terdapat rasa kagum.


"Nak, sebenarnya berapa umurmu?" Tanya Patriark Qing.


Tiba tiba suasana seketika senyap, semua orang menunggu jawaban dari Zhou Fan.


"Emm... " Zhou Fan menggaruk tungkuk kepalanya yang tak gatal. Kemudian menjawab dengan ragu. "20 tahun, atau mungkin 21 tahun, aku juga tidak begitu ingat."


Jeder!!


Wajah semua orang seketika datar tanpa ekspresi. Tapi dalam hatinya benar benar terkejut.


"Sungguh? Dengan kultivasimu yang berada di tingkat grand master bintang 3 kau baru berumur 20 tahun!" Teriak Patriark Qing tak percaya.


Apakah ini nyata? Seorang berusia dua puluhan tahun telah mencapai tingkat grand master bintang 3. semua orang tiba tiba lemas dan terduduk di lantai.


"Tapi kenapa kau bisa mengimbangiku bocah!" Qing Si menyampaikan ketidak masuk akalan Zhou Fan.


"Karena aku kuat!" Zhou Fan menaikkan alisnya.


"Bocah aku serius!" Qing Si mulai menaikkan suaranya.


"Ayah mertua, kau sungguh tidak bisa bercanda." Zhou Fan berkata dengan nada sedih. Tapi hanya sesaat pemuda itu kembali ke raut awalnya.


"Itu karena teknik dan fisikku yang lebih baik dari pada yang lain," Ucap Zhou Fan tenang.


Tiba tiba seorang pemuda berperwakan tinggi keluar dari kerumunan, kemudian berseru.

__ADS_1


"Kalau begitu, terimalah tantangan ku!"


__ADS_2