
Berhubung babak kualifikasi akan segera dimulai, para kultivator mulai berkumpul di sekitar arena yang sudah disiapkan pihak tuan rumah.
Zhou Fan yang melihat banyak orang meninggalkan kedai dengan langkah terburu buru segera mencoba menghentikan beberapa pengunjung yang melewati mejanya.
"Tunggu saudaraku, kau mau kemana? Kenapa terburu buru seperti itu?" tanyanya saat melihat salah satu pengunjung berhenti di meja Zhou Fan.
"Apa kau tidak akan mengikuti kualifikasi? acaranya akan segera di mulai, kau akan terlambat jika tidak bergerak sekarang," ucap pengunjung itu sambil berlalu meninggalkan Zhou Fan, dia terburu buru karena juga berniat mengikuti kualifikasi.
Zhou Fan melirik Lee yang masih sibuk dengan minumannya.
"Lee, ayo kita ke sana sekarang!" ajaknya pada pemuda di hadapannya.
Lee hanya mengangguk tanpa berkata apapun menanggapi ajakan temannya, Zhou fan yang melihat sikap Lee sedikit heran.
"Tidak biasanya dia diam, dia lebih terlihat menyebalkan saat dia diam," batinnya.
Di dalam perjalanan, Zhou Fan mencoba mengajak bicara Lee, tapi balasan pemuda itu membuat Zhou Fan semakin terheran, pasalnya Lee hanya menjawab dengan jawaban sesingkat yang ia bisa, tidak seperti ia biasanya.
"Lee?"
"Heem..." Lee hanya bergumam menjawab panggilan Zhou Fan.
Zhou Fan semakin mengernyitkan dahinya, "Kau kenapa? Gak biasanya irit bicara." tanyanya yang sudah sangat penasaran dengan apa yang membuat temannya jadi pendiam
"Perutku sakit...." Cicit Lee sambil mengelus pelan perut ratanya.
Ha? Zhou Fan tidak bisa untuk tidak terkejut, temannya menjadi pendiam karena perutnya sedang sakit.
"Hahaha, sudah ku bilang! jangan minum banyak banyak, kamu malah nambah terus, haha...." Zhou Fan malah menertawai temannya, bukannya Zhou Fan tidak kasihan tapi dia sudah memberitahu temannya itu untuk tidak banyak minum tapi temannya itu tidak menghiraukannya, rasakan kenikmatannya, pikirnya.
Bukannya bantu temannya yang menderita, malah terlihat bahagia di atas kesengsaraan temannya, teman laknat, pikir Lee.
"Apa lihat lihat, kamu sendiri tadi yang bilang 'tidak masalah, ini hanya beberapa gelas', haha..." Zhou Fan mencoba menirukan ucapan Lee saat Zhou Fan mencoba memberitahu temannya itu.
"Cih..." Lee meninggalkan Zhou Fan sendiri karena kesal, ia berlari menuju tempat berkumpul dengan kecepatan yang sanggup ia keluarkan.
__ADS_1
.
.
.
Huh huh huh.. Lee sampai di tempat berkumpul dengan nafas tersengal sengal.
"Pasti dia tidak dapat mengejarku, aku kan sangat cepat," ucapnya dengan bangga sambil melihat ke belakang.
"Heh... Lee di lawan," ucapnya lagi setelah tidak melihat bayangan Zhou Fan di belakangnya, ia berpikir Zhou Fan masih berada jauh di belakangnya.
"Ehem...."
Eh..
Lee terkejut mendengar sebuah deheman dari sampingnya, bukan deheman itu yang mengejutkannya tetapi suara deheman itu terdengar tidak asing di telinganya.
Lee menoleh ke samping, tempat berasalnya deheman tersebut, perlahan dia menoleh.
1... 2... 3... Wa!
"Sejak kapan!" Lee menunjuk Zhou Fan sambil berteriak.
"Tidak perlu begitu terkejut, kecepatan larimu tidaklah secepat yang kau pikirkan, bahkan aku menunggumu tadi," ucap Zhou Fan santai.
Meskipun Zhou Fan mengatakannya dengan santai, tapi tidak dengan respon Lee, ia seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan Zhou Fan.
Bagaimana ia bisa percaya jika yang berbicara seperti itu adalah seorang dengan tingkat kultivasi petarung pemula bintang 9, ia yang sudah berada ditingkat petarung mahir bintang 1 tentu tidak percaya dengan ucapan Zhou Fan.
Lee memang tidak dapat mengetahui karena kali ini Zhou Fan memakai kembali cincinnya sehingga kultivasi yang bisa di periksa oleh orang lain adalah tingkat petarung pemula bintang 9.
Seorang pria tua berbicara dengan lantang di depan tengah tengah kerumunan para peserta, pria itu mulai menjelaskan beberapa hal yang berhubungan dengan babak kualifikasi.
Babak kualifikasi akan terdiri dari 2 tahapan, tahap pertama adalah penyeleksian, di tahap ini semua yang memiliki kultivasi minimal petarung pemula bintang 5 dan maksimal umur 23 tahun berhak melanjutkan ke tahap kedua, di tahap kedua inilah yang menentukan apakah akan berhasil atau tidak, di babak kedua akan dia adakan dengan sistem gugur, semua peserta akan mendapatkan sebuah token dan akan diundi untuk menentukan siapa yang bertarung.
__ADS_1
Pria itu juga menjelaskan bahwa hanya ada 12 kuota yang masih tersisa, dan dia mengakhiri pidatonya dengan ungkapan penyemangat kepada semua peserta, dan disambut oleh sorakan para peserta itu.
Sesuai dengan sistem tahapan pertama, semua peserta mulai berbaris di beberapa titik yang tersedia, total ada lima tempat yang dapat digunakan untuk melakukan penyeleksian, peserta yang lolos akan mendapatkan sebuah token yang terdapat nama dariasing masing peserta yang lolos, sementara yang tidak lolos hanya bisa memandang dengan wajah kecewa.
Meskipun bisa dengan memeriksanya secara langsung, tahap pertama kali ini menggunakan sebuah kristal yang dapat menebak umur dengan akurat, sedangkan untuk mengetahui tingkatan kultivasi para peserta di haruskan membunyikan sebuah lonceng dengan tinjunya.
Tahapan pertama dapat dilewati Zhou Fan dengan mudah, ia hanya dengan kekuatan fisiknya saja sudah setara dengan petarung mahir bintang satu.
Begitupun dengan Lee, pemuda itu juga dapat lolos dengan mudah, Zhou Fan begitu terkejut saat mengetahui umur Lee yang sebenarnya, karena dari penampilannya Lee terlihat seperti seumuran dengan Zhou Fan bahkan lebih muda, Zhou Fan berpikir bahwa ia lebih tua dari pada Lee karena wajah Lee terlihat seperti pemuda berusia 17 tahun.
"Lee.... ternyata kau lebih tua dariku, pada awalnya aku mengira kita seumuran," ucap Zhou Fan yang masih sedikit tidak percaya.
Lee yang melihat ekspresi Zhou fan hanya terkekeh, ia mendekati Zhou fan.
"Kenapa? tidak mengirakan wajahku terlihat begitu muda," ucapnya sambil mengelingkan matanya.
Zhou fan memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Lee yang tidak masuk akal menurutnya.
"Padahal aku berniat mengolok nya, tapi ia malah terlihat begitu bangga, sungguh menyebalkan," gerutunya dalam hati.
Sekitar 48 peserta berhasil melanjutkan ke babak selanjutnya, rata rata para peserta memiliki kultivasi petarung pemula bintang 9 dan ada beberapa yang sudah di tingkat petarung mahir bintang 1.
Zhou Fan melihat sekitar, tepatnya ia sedang memeriksa kekuatan para peserta lainnya.
"Sepertinya akan sangat mudah," ucap Zhou Fan.
Zhou Fan sempat berpikir untuk menghadapi para peserta dengan hanya menggunakan kekuatan fisiknya, menurutnya hal itu akan sangat menarik.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Lee curiga saat melihat senyum misterius Zhou Fan.
"Aku kanapa?" tanyanya balik pada Lee, ia pura pura tidak mengerti maksud pertanyaan Lee dengan memasang wajah bodohnya.
"Tiba tiba tersenyum tidak jelas..," jawab Lee dengan ketus.
Zhou Fan tertawa kecil melihat temannya sedang kesal kepadanya, menurutnya membuat seseorang kesal sangatlah menyenangkan.
__ADS_1
Melihat semua peserta memasukkan tiketnya kedalam kotak kayu besar, Zhou Fan pun mengikutinya.
"Hehe, semoga aku bisa bertemu Lee di babak 12 besar," ucap Zhou Fan dalam hati, ia berharap bisa bertarung melawan temannya itu, tapi ia tidak berharap pertarungan itu terjadi dengan cepat, setidaknya setelah keduanya mendapatkan tempat ke turnamen kota batu hitam, ia tidak mau temannya itu tidak bisa mengikuti turnamen hanya karena dikalahkan olehnya saat tahapan kedua.