Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 221 : Tugu Alkemis


__ADS_3

Pelayan itu seketika terpatung, dan menatap tak percaya dua botol pill dalam genggaman Zhou Fan.


Dengan cepat pelayan itu bergegas pergi ke ruangan atasannya, tidak lupa dia memberi kesan yang baik saat dia akan pergi, dia menundukkan tubuhnya.


Pill kultivasi tingkat ketujuh di Kekaisaran Xiao sudah merupakan pill kualitas terbaik mengingat pill kultivasi yang tersedia di Kekaisaran ini adalah pill kultivasi tingkat kedelapan.


Bahkan yang bisa membuat pill kultivasi tingkat ke delapan hanya beberapa orang, itupun mereka harus mencari bahan yang sangat sulit didapatkan jika ingin membuatnya.


Dari sekian orang yang dapat membuat pill kultivasi tingkat ke delapan, seorang merupakan bagian dari keluarga Kekaisaran Xiao.


Dengan adanya alkemis bintang empat yang bisa membuat pill kultivasi tingkat kedelapan, Xiao Tang rela menghabiskan banyak sekali koin emas untuk menyediakan bahan, yang pada akhirnya dia mendapatkan belasan pill kultivasi tingkat kedelapan dalam waktu hampir dua bulan.


Tidak semua orang dapat memesan pill kultivasi tingkat kedelapan, bahkan sekte Klan ataupun keluarga besar tidak dapat benyak bicara jika alkemis yang bersangkutan tidak ingin membuatnya.


Jadi jika mereka ingin dibuatkan pill kultivasi tingkat kedelapan, selain harus menyediakan bahan juga harus mengelu-elukannya terlebih dahulu.


Tak lama, pelayan itu kembali dan kedatangannya kali ini ingin mengajak Zhou Fan ke ruangan atasannya.


Zhou Fan hanya mengangguk sambil ikut berjalan mengikuti langkah kaki si pelayan.


Sampainya dia di lantai dua, pelayan itu berhenti di salah satu pintu ruangan yang masih tertutup.


"Silakan masuk tuan, beliau ingin berbincang sedikit dengan tuan." Pelayan itu mempersilakan sembari tangannya terjulur mengarah ke pintu.


Zhou Fan pun meraih gagang pintu dan menariknya, tapi pintu itu tidak bisa terbuka, dia pun menoleh ke arah pelayan di sampingnya.


"Di dorong, tuan." Pelayan itu mengatakan sambil tersenyum.


Ehem...


"Aku sudah tahu, aku hanya menjajal kekokohan gagang ini." Zhou Fan mendorong pintu dan dengan cepat masuk meninggalkan pelayan yang masih di luar.


Begitu masuk, Zhou Fan dihadapkan dengan seorang pria tua berkepala plontos sedang duduk di kursi kerjanya.


Zhou Fan mencoba mendekat, pria tua itu pun menyambut Zhou Fan dan menyuruhnya untuk segera duduk.


"Apakah pill ini darimu?" Pria tua itu menunjukkan tiga botol yang sudah berada di tangannya.


"Hem.. Ya," jawab Zhou Fan.

__ADS_1


Pria tua itu menelisik wajah Zhou Fan lekat, dia menganggap pemuda di hadapannya itu tidak mungkin bisa membuat pill kultivasi tingkat ketujuh, mungkin dia mendapatkan dari guru ataupun sejenisnya. Pikir pria tua itu.


"Kau tahu peraturan tugu alkemis jika kau ingin melelang?" tanya pria tua itu sembari mengeluarkan secarik kertas dari lacinya.


Zhou Fan menggeleng, pria tua itu langsung menyodorkan kertas yang ia bawa. "Kau bisa mengetahuinya dari sini, bacalah perlahan."


Tak membutuhkan waktu lama bagi Zhou Fan untuk menyelesaikan tulisan di atas kertas, dia pun mengembalikan kertas yang berisi peraturan juga syarat pelelang kepada pria tua di hadapannya.


"Sepertinya kau tidak keberatan, ... Kalau begitu barangmu akan masuk lelang pada siang nanti, jika kau ingin mengikuti lelang kau harus membayar biaya masuk, karena tidak ada pengecualian di tugu alkemis." Pria tua itu memasukkan botol pill ke sebuah kotak kayu.


Zhou Fan pamit undur diri setelah mengisi data kode yang digunakan untuk menarik pendapatannya, jika dia tidak membawa kode tersebut dia tidak akan bisa mengambil bayaran atas barang yang dia lelang.


Zhou Fan mengagumi cara kerja tugu alkemis, dengan menggunakan sistem seperti itu tidak akan ada yang berani mengaku atau orang yang berniat merebut milik orang lain.


Juga tugu alkemis tidak memandang orang berdasarkan latar belakang, mereka bersikap baik terhadap orang yang menghargai mereka, mungkin begitupun sebaliknya.


Zhou Fan berkeliling di sekitar, dia tak ingin jauh jauh dari gedung lelang karena hari sudah akan siang dan lelang akan segera dimulai.


Zhou Fan mengajak Zhou Jim pergi ke sebuah rumah makan, meskipun tidak terlihat ramai dari luar, rumah makan ini masih begitu sesak saat masuk ke dalam.


Zhou Jim duduk di samping Zhou Fan, serigala itu dengan patuh duduk menunggu pesanan makanan yang akan segera datang.


Saat sedang makan seorang gadis tiba tiba duduk di seberang kursi Zhou Fan, diikuti seorang gadis dan juga dua orang pemuda.


"Kau kemana saja selama ini, tak kusangka akan bertemu denganmu di sini," ucap Xiao LingYun dengan kedua tangan menopang dagunya.


Melihat sepupunya begitu akrab dengan seorang pemuda, dua pemuda yang ikut bersamanya membuka mulut lebar lebar.


"Hem..." Zhou Fan hanya berdehem lalu kembali meneruskan aktifitas menguyah makanan.


Zhou Jim hanya terus mengoyak daging bakar di depannya, dia tidak peduli dengan hal lain selain daging santapannya.


"Sepupu LingYun, siapa pemuda ini?" bisik seorang pemuda yang merupakan kakak dari Xiao Feiyu.


Xiao LingYun yang melupakan keberadaan kedua sepupu laki-lakinya dengan cepat mengenalkan Zhou Fan kepada mereka, begitu pun sebaliknya.


.


.

__ADS_1


.


.


"Apakah kau juga akan ke lelang tugu alkemis?" tanya Xiao LingYun.


Juga?


"Apakah mereka juga akan ke sana?" pikir Zhou Fan dalam benaknya.


Zhou Fan akhirnya mengangguk, kemudian mereka berjalan bersama, atau lebih tepatnya tiga bersaudara harus mengikuti sepupu mereka yang terlalu bersemangat.


Ketiganya tidak mengira, sepupu yang mereka anggap adalah gadis dingin tidak tersentuh, malah bertindak lepas dengan seorang pemuda. Sungguh luar biasa.


Xiao LingYun sendiri bahkan tidak menyadari, sejak bertemu dengan Zhou Fan perlahan sikapnya mulai berubah, tapi itu hanya sekedar terhadap pemuda itu, entah bagaimana jika terhadap orang lain.


Keempat generasi keluarga Kekaisaran itu datang ke lelang tugu alkemis kerena berniat mencari pill kultivasi tingkat ketujuh, kalau bisa juga pill kultivasi tingkat kedelapan.


Meskipun mereka bisa menggantungkan diri hanya dengan pill yang diberikan oleh keluarga, mereka tidak akan melepaskan pill di lelang begitu saja.


Bagaimanapun, semakin banyak yang mereka dapatkan semakin besar pula peningkatan yang mereka peroleh.


Sampainya di pintu ruang lelang, beberapa penjaga menghentikan mereka.


Para penjaga itu seolah tidak peduli dengan siapa yang sekarang berdiri di hadapan mereka, karena peraturan lelang tugu alkemis tidak membedakan semua orang yang datang dengan niat baik.


...


"Barang lelang pertama, pill bulan tingkat lima! ... Harga awal sepuluh ribu koin emas, setiap kenaikan dibatasi seratus koin emas!"


Harga pill bulan tingkat kelima terus melonjak naik, Zhou Fan hanya menatap biasa pill yang berada di pusat ruangan, berbeda dengan sebagian orang yang memang merasa barang tersebut sangatlah penting.


Barang pertama akhirnya terjual dengan harga dua puluh ribu koin emas. Setelah barang pertama ter sahkan, barang kedua di buka, sebuah pill kultivasi tingkat ke lima.


"Apa yang kau cari dalam lelang ini?" tanya Xiao LingYun kepada Zhou Fan.


"Pill yang dapat berguna bagiku," ujar Zhou Fan tanpa mengalihkan perhatiannya dari pusat ruang lelang.


Ck...

__ADS_1


"Kau dari tadi seperti tidak suka aku berada di sini," keluh Xiao LingYun pelan, dia yang duduk di sebelah Zhou Fan mengkhususkan keluhan tersebut untuk pemuda itu.


Tak mendapat jawaban, Xiao LingYun tak lagi bertanya ataupun bersuara, dia lebih memilih untuk kembali fokus dengan apa yang menjadi tujuannya datang ke tugu alkemis. Pill kultivasi.


__ADS_2