Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 240 : Membantu Rogue Berkultivasi


__ADS_3

Pria paruh baya menyipitkan mata, dia lalu merentangkan tangan dan berkata dengan nada congkak.


"Siapa kau?!"


Zhou Fan mendengus mencibir, dia tidak menjawab pertanyaan pria paruh baya. Membuat pria paruh baya itu memucat marah.


"Sialan! Aku berbicara denganmu!" Pria paruh baya itu melontarkan kata dengan amarah memuncak.


Semua orang kini sudah sepenuhnya memandang ke tempat Zhou Fan berada, tak ayal kekacauan yang ditimbulkan menarik perhatian mereka.


"Tuan tuan, mohon tidak membuat keributan di tempat kami." Seorang pria tua berjalan dengan panik, keringat sudah membasahi seluruh wajahnya.


"Kepala Hao, kebetulan anda sudah datang. Bocah ini merusuh di tempatmu, kau tidak bisa membiarkannya begitu saja." Pria paruh baya mendekat dengan cepat, mencari muka si pria tua.


Pria tua yang biasa dipanggil kepala Hao mengernyitkan dahi, lalu menelisik Zhou Fan dengan begitu lekat.


Entah mengapa dia merasa pernah bertemu dengan sosok Zhou Fan, tapi dia kesulitan untuk mengingatnya.


"Bukan kakakku yang membuat kekacauan, tetapi kau sendiri!" Rogue yang sedari tadi diam tak tahan untuk tak angkat bicara.


Kepala Hao yang melihat Rogue sekali lagi diam berpikir, sejurus kemudian matanya melotot seakan mendapatkan ingatan yang terus dia cari.


"Penyelamat, anda berdua..." Kepala Hao berkata dengan wajah berkeringat semakin deras, sesekali lengannya terangkat menyapu tetesan keringat.


Pria paruh baya terperangah mendengar sebutan yang dikeluarkan Kepala Hao.


"Kepala Hao, bukankah kau seharusnya marah?" Pria paruh baya menarik tangan kanan Kepala Hao.


"Marah kepalamu!" Kepala Hao mengibaskan tangannya kuat, pria paruh baya itu terjatuh mundur.


Pria paruh baya semakin terkejut, dia bertanya tanya, siapa sebenarnya pemuda yang ia ganggu, kenapa Kepala Hao, orang terkemuka di desa begitu terkejut saat mengingat siapa dia.


"Penyelamat, maafkan kelalaian kami. Sungguh kami minta maaf. Bagaimana jika kami menyediakan ruangan khusus untuk anda dan juga adik anda?" Kepala Hao terus mengusap keringat yang masih saja keluar, dia seolah terpanggang walau cuaca terlihat mendung.


"Kepala Hao, apakah kau salah mengenali orang? Dia hanya bocah tak tahu diri." Pria paruh baya kembali berdiri dan mendekati Kepala Hao.


"Tutup mulutmu sialan! Apakah kau tak tahu siapa dia, dia adalah orang yang menyelamatkan desa dari kelompok sesat berkedok sekte pengobatan." Kepala Hao berteriak marah sambil tangannya melayang menghantam perut pria paruh baya.


Brak!

__ADS_1


Pria paruh baya terpental menabrak meja makan, semua yang ada di sana menepi menyaksikan apa yang terjadi.


"Suamiku?" Wanita muda yang berada tak jauh suaminya sontak mendekatinya, tapi niatnya dianggap lain oleh pria paruh baya.


Plak!


Pria paruh baya itu menepis uluran tangan yang diberikan istrinya, dia merasa istrinya meremehkannya karena dipermalukan di depan umum.


Pria paruh baya pergi dengan wajah tertunduk, dia murka dengan mereka semua yang menontonnya, terkhusus pemuda yang menjadi penyebab ini semua.


Namun dia tidak bisa bertindak jauh, karena dia tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan perlawanan.


Jika dia nekat, bukan tujuannya yang akan tercapai, tapi nyawanya yang akan melayang.


Sepergian pria paruh baya serta istrinya, semua orang memperhatikan Zhou Fan dan juga Rogue, pandangan mereka seolah terkunci kepada keduanya.


"Apakah mereka yang dikabarkan menumpas kelompok sesat?"


"Seperti yang dirumorkan, keduanya masih sangat muda."


"Bodoh sekali dia, menyinggung penyelamat desa. Jika kepala desa mengetahui, dia akan terkena masalah lebih besar."


"Melihatnya saja aku sudah dapat menebak bahwa tersembunyi kekuatan yang teramat besar dalam tubuhnya."


Pengunjung rumah makan yang kebanyakan pria, terus membicarakan Zhou Fan, sementara yang menjadi topik perbincangan sudah beranjak menuju ruangan khusus yang ditawarkan Kepala Hao.


...


"Kepala Hao, anda terlalu sungkan." Zhou Fan dapat melihat ruangan yang sangat mewah, dan ruangan itu disediakan untuknya.


"Tidak sama sekali. Selama pria tua ini dapat melakukannya, apapun itu akan aku lakukan." Kepala Hao yang merupakan tangan kanan kepala desa memang terkenal sangat royal terhadap yang dianggapnya pantas.


Zhou Fan mendapatkan pelayanan istimewa, hal itu menunjukkan bahwa Kepala Hao menganggap Zhou Fan pantas di matanya.


Bagaimana tidak, jika orang yang menyelamatkan kehidupan desa tidak pantas, apakah masih ada lagi yang dikatakan pantas?


"Jika ada sesuatu panggil saja 'Kepala Hao', pria tua ini pasti akan langsung datang." Kepala Hao memberi hormat, lalu keluar meninggalkan Zhou Fan serta Rogue di dalam ruangan.


"Rou, kultivasimu masih rendah, kau harus meningkatkan selagi ada kesempatan." Zhou Fan melambaikan tangan, sedetik kemudian keluar satu botol pill di tangan.

__ADS_1


"Ini adalah pill kultivasi tingkat ke-enam, sebenarnya aku memiliki pill kultivasi tingkat ke-tujuh, tapi itu akan terlalu berat bagi kau yang berada di tingkat petarung grand master." Zhou Fan mencoba menjelaskan, dia tidak mau Rogue salah paham akan maksudnya.


"Hem..." Rogue mengangguk dengan semangat, membuat Zhou Fan bernafas lega.


Zhou Fan lalu melemparkan pill kultivasi tersebut, dan Rogue dengan tangkas menangkapnya.


Rogue mengambil sikap duduk berkultivasi, sementara Zhou Fan duduk di tepi tempat tidur.


"Sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang..." Zhou Fan sekali lagi melambaikan tangan, dan di tangan kanannya muncul sebuah giok berwarna hitam.


"Aku tak tahu apa sebenarnya ini, tapi aku merasa giok ini menyimpan sejuta rahasia." Zhou Fan menelisik giok di tangannya, sambil sesekali dia bolak-balikkan.


Zhou Fan kembali menyimpan giok hitam berbentuk segi lima tersebut, dia mendapatkan giok hitam dari dalam cincin penyimpanan pria berpakaian hitam.


Awalnya dia mengira itu adalah giok biasa, tapi setelah mengamati beberapa lama, dia memutuskan untuk menyimpan dengan pertimbangan 'siapa tahu akan berguna'.


Zhou Fan membaringkan tubuhnya di ranjang, Zhou Jim juga diam di pojokan.


Rogue masih dalam posisinya, dia sangat serius dalam meningkatkan kekuatan. Tekadnya benar benar sempurna, wajahnya tidak ada sedikitpun keraguan, sangat tenang bagai air dalam yang menghanyutkan.


Satu hari dia hari terlewati begitu saja, tapi rogue belum memperlihatkan tanda akan membuka mata, pancaran energi terus berputar mengelilingi tubuhnya.


Selama beberapa hari ini, Zhou Fan hanya memperhatikan Rogue dan juga keluar jika merasa bosan.


Tidak ada yang bisa dia lakukan, jika dia masih memiliki persediaan bahan untuk membuat pill kultivasi, dia tentu akan mengolah pill.


Namun, bahan yang diperlukan masih kurang. Bahkan yang terkumpul belum ada setengah dari jenis yang dibutuhkan.


Mau berkultivasi, dia tidak memiliki pill kultivasi tingkat kedelapan atau lebih tinggi, dia hanya memiliki pill kultivasi tingkat ke tujuh. Jika dia menggunakannya, itu sama saja dia menyia-nyiakan sumber daya.


Karena pill kultivasi tingkat ke-tujuh, sudah tidak lagi berpengaruh besar terhadapnya. Jika itu orang lain, yang dalam kultivasi sama seperti Zhou Fan, pasti mereka masih dapat menggunakan pill kultivasi tingkat ke-tujuh.


Namun entah kenapa hal itu tidak berlaku bagi Zhou Fan. Sebenarnya dia ingin marah, tapi dia sudah sangat beruntung dapat meningkatkan kekuatan dengan sangat cepat.


Dia tidak ingin terlalu serakah, semua pasti ada kurang dan lebihnya. Zhou Fan yang baru saja keluar kamar mandi, berhenti saat melihat pancaran kekuatan dari tubuh Rogue.


Sambil mendekat, Zhou Fan tersenyum.


"Dia akhirnya menerobos."

__ADS_1


__ADS_2