Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 272 : Berlatih Formasi


__ADS_3

Feng Xiao yang melihat akhir pertarungan, terkejut atas kekalahan Tue Yeun, jika dia harus bertarung melawan Tue Yeun, dia harus bersusah payah untuk mengalahkannya.


Dalam dirinya dia menempatkan Zhou Fan sebagai ancaman. Dia berpikir, orang seperti Zhou Fan dapat mengancam posisinya, dan membuatnya terlempar dari daftar lima besar.


Peringkat murid luar bukan sekedar angka, itu juga menentukan seberapa banyak keuntungan yang akan didapatkan, semakin tinggi peringkat tentu semakin tinggi keuntungan yang didapat.


"Peringkat sepuluh, menjadi milikku." Zhou Fan, berbalik dan hendak pergi, tapi sebelum benar benar turun dia berhenti dan berkata. "Kau jangan lupa atas taruhannya."


Mendengar Zhou Fan mengatakan taruhan, semua yang di sana sibuk membicarakannya, mereka sangat penasaran apa yang dipertaruhkan dalam pertarungan antara keduanya.


Tue Yeun yang tentu saja ingat dengan taruhan, mengepalkan tangan dengan marah.


"Apa yang kau katakan?" ucapnya dengan wajah dibuat bingung.


Zhou Fan tertawa, menyiratkan sebuah cibiran yang kental. "Kau tak ingat, biar aku ingatkan."


Mendengar hal ini, Tue Yeun menggigit bibir bawahnya, menahan kegeraman yang kini sudah menjalar ke seluruh organ tubuhnya.


"Seseorang mengatakan akan berlutut jika kalah dalam pertarungan, apakah setelah kalah omongannya hanya bualan?" Zhou Fan berbalik dan memandang Tue Yeun yang tengah berdiri dengan keringat membasahi tubuhnya.


"Berlutut? Itu adalah permasalahan besar."


"Tue Yeun akan berlutut, ini adalah kabar yang mengejutkan."


"Jika seorang pria telah berkata, sangat tidak etis jika mereka menarik kembali ucapannya."


Beberapa tanggapan antusias para murid yang ada di sana membuat Tue Yeun semakin geram.


"Menyuruh orang untuk berlutut, sepertinya terdengar sangat kasar." Feng Xiao turun dan berdiri di antara Zhou Fan dan juga Tue Yeun.


Dia adalah peringkat atas murid luar, melihat Tue Yeun yang juga peringkat atas sepertinya dipermalukan, dia tidak boleh hanya diam, itu sama saja menghinanya di depan wajahnya.


"Orang luar tak perlu ikut campur, dia sudah berkata, masalah dia mau melakukan itu sama sekali tak ada hubungan denganmu." Zhou Fan berkata acuh, dia tak menempatkan Feng Xiao di matanya.


Jika saja Feng Xiao tak ikut campur, dia juga tak akan bersikap demikian, tapi Feng Xiao malah menyudutkannya, tentu dia tak akan diam saja.


"Bisa saja kau mengarang pasal taruhan itu, siapa yang bisa kau jadikan saksi?" Feng Xiao dengan begitu tenang berkata, dia bagai orang berpengalaman dalam bidangnya.

__ADS_1


Zhou Fan memicingkan mata, kemudian melirik Tue Yeun.


"Benar yang dikatakan saudara Feng, kau tak ada bukti atau saksi, tak bisa menyuruhku melakukan apa yang kau katakan." Tue Yeun kini mulai tenang, tak ada lagi jejak kegelisahan dalam dirinya.


"Kau hanya murid baru, jangan terlalu som -- "


Bruak!


Belum sempat Tue Yeun mengatakan kata 'sombong', wajahnya sudah mencium lantai arena.


"Tak mau mengaku, biar aku ingatkan!" Zhou Fan berdiri sambil menggosok tangan seolah membersihkannya dari kotoran.


"Pria yang tak memegang ucapannya adalah sampah!" Zhou Fan berbalik dan pergi, meninggalkan Feng Xiao yang mematung di tempatnya.


Tue Yeun tak lagi dapat berdiri, wajahnya babak belur akibat serangan tiba tiba dari Zhou Fan.


Semua yang ada di sana juga tak kalah terkejut, tak mengira seorang murid baru berani berbuat banyak di hadapan dua murid luar, dan keduanya merupakan peringkat sepuluh besar.


Sekali lagi, Zhou Fan membuat kehebohan, meninggalkan kabar tentang dirinya meluas, pemuda itu malah makan dengan santai di kedai.


Dengan ditemani Yin Cun dan beberapa murid luar yang mengikutinya sejak di arena, mereka makan bersama.


"Ya, benar yang dikatakan saudara Wu. Kau benar benar mengangkat derajat murid baru seperti kita." Pemuda bernama Su Liang ikut menyanjung.


Keduanya juga merupakan murid baru, sama seperti Zhou Fan dan juga Yin Cun. Namun mereka tak terlalu menonjol karena kultivasi keduanya berada di tingkat petarung raja bintang tujuh.


"Jangan hanya bicara, cepat makan. Setelah ini aku akan ke lapisan formasi." Zhou Fan makan makanannya dengan lahap.


Yin Cun yang sedari tadi diam ikut memakan makanannya, setelah ini dia akan pergi ke lapisan alkimia.


"Siapa yang bernama Zhou Fan?" Seorang pemuda datang dengan tiba tiba, bertanya kepada semua orang di sana.


Zhou Fan mengerutkan kening, dalam benaknya dia bertanya tanya, apakah akan ada masalah lain yang mendatanginya?


"Aku Zhou Fan." Zhou Fan mengangkat tangan, sementara pemuda itu langsung berjalan ke arahnya.


"Tetua Shun mengundangmu untuk datang ke tempatnya." Pemuda itu berkata tanpa banyak berputar, dia langsung menyampaikan apa yang mejadi tujuannya.

__ADS_1


Untuk sejenak Zhou Fan hanya diam, dia tak tahu siapa tetua Shun. Namun hal berbeda dirasakan murid luar di sekitarnya.


Mendengar nama tetua Shun, semua menjadi terkejut.


"Tetua Shun? Beliau adalah tetua murid dalam yang sangat jarang mengangkat murid, bahkan seingat ku hanya ada dua murid yang berada di bawah pelatihannya. Sangat beruntung murid ini."


"Tetua mengundang murid ini, pasti dia mempunyai suatu tersendiri."


Banyak yang berkomentar atas undangan yang didapatkan oleh Zhou Fan, tiga orang di sekitar Zhou Fan pun tak bisa lagi berkata kata.


"Untuk ini ... Aku selepas ini akan pergi ke lapisan formasi, jika tetua Shun mengizinkan, aku akan datang setelah kembali dari lapisan formasi." Zhou Fan sudah memutuskan sebelumnya, jadi dia ragu untuk meninggalkan rencananya.


"Baik, akan aku sampaikan. Setelah kembali, kau pergilah ke kediaman bambu kuning."


Setelah berkata, pemuda itu pergi. Zhou Fan melanjutkan makannya, tak peduli dengan tatapan iri dari orang orang sekitar.


"Kakak, kau luar biasa!" Yin Cun mengeluarkan dua jempol untuk Zhou Fan.


Zhou Fan yang tengah makan langsung menatap Yin Cun kesal. "Coba kau ulangi?"


Yin Cun tersenyum masam, dia tak berani mencari masalah dengan Zhou Fan.


"Senioritas di ukur berdasarkan kekuatan, meski aku lebih tua darimu, kau lebih kuat dariku, kau pantas menjadi kakak tertua." Yin Cun menoleh ke dua orang lainnya, yang langsung di balas anggukan oleh keduanya.


"Terserah kalian." Zhou Fan malas untuk berdebat dengan Yin Cun, dia pergi meninggalkan mereka dan melangkah menuju lapisan formasi.


Setelah lama berjalan, dia akhirnya sampai di taman yang ukurannya tak dapat ditayangkan, bahkan luasnya dapat dibandingkan dengan luas kediaman jendral besar Huang.


Di tengah terdapat gazebo yang juga memiliki ukuran tak wajar, begitu luasnya mungkin dapat menampung ratusan orang di dalamnya.


Terlihat dari kejauhan, beberapa orang duduk menghadap seorang pria tua. Pria tua itu terlihat sedang menjelaskan, sedang di tangannya terdapat sebuah balok balik cahaya yang Zhou Fan tebak adalah formasi ruang.


"Murid baru?" Pria tua itu berkata tanpa menoleh ke arah Zhou Fan, dia fokus menggerakkan tangan sambil menjelaskan.


"Benar, tetua." Zhou Fan menjawab dengan menyatukan tangannya di depan dada.


"Carilah tempat duduk dan pelajari dengan tenang." Sekali lagi tetua itu tak memandang Zhou Fan.

__ADS_1


Zhou Fan tak mencoba menghiraukan, dia mencari tempat duduk dan duduk dengan tenang.


__ADS_2