
Zhou Fei menatap tajam kerumunan orang di hadapannya, wajahnya nampak menggelap karena marah.
Baru pertama kali dalam kekuasaannya, Klan Zhou di serang secara terang terangan, bahkan pelakunya tidak terlihat kabur ataupun bersembunyi.
Seolah mereka memang sengaja mencari masalah dengan Klan Zhou.
"Siapa kalian?!" Zhou Fei berteriak marah, rahang tuanya mengokoh sempurna.
Zhou Fei menyipitkan mata, mempertajam penglihatannya, gelapnya malam dan jarak yang lumayan jauh membuatnya tidak melihat jelas siapa pelaku penyerangan.
"..." Tidak mendapat tanggapan Zhou Fei mendengus, kemudian kembali berkata.
"Kenapa kalian mencari masalah dengan Klan Zhou?!" tanya Zhou Fei dengan santai, seolah tak terjadi apa apa di antara mereka. Tapi dalam hati dia menahan sekuat tenaga kemarahannya, dia mencoba menelisik kekuatan lawan.
Zhou Fei berusaha bersikap tenang, menekan amarahnya, dia dapat merasakan kekuatan beberapa orang dari kerumunan di hadapannya memiliki kultivasi yang sama dengannya yang baru saja memasuki tingkat petarung raja bintang satu.
Huh...
Salah seorang dari kerumunan tersebut maju, jarak yang semakin dekat membuat wajahnya bisa terlihat jelas. Seorang pria tua dengan rambut yang masih berwarna hitam.
"Jika memang mencari masalah dengan Klan Zhou, kenapa? Apakah kau keberatan?!" Pria tua itu menyeringai tipis, dia tak menampakkan wajah takut, bahkan sengaja memperkeruh suasana.
"Dia kuat, aku tak bisa melihat tingkatan kultivasinya," gumam Zhou Fei dengan wajah pucat.
Dia dapat menebak jika pria tua tersebut berada di atas tingkatannya, minimal berada di tingkat petarung raja bintang dua.
"Pak tua Bai, kau tak perlu membuang waktumu hanya untuk serangga seperti mereka." Mendadak di samping pria tua tersebut, muncul satu pria yang terlihat berumur tak jauh darinya.
"Yang kau katakan terdengar bagus, Dan Rui." Patriark Bai mengatakan sambil melirik Patriark Yu.
Mendengar perbincangan kedua pria tua di hadapannya, wajah patriark Zhou memucat, dia menduga kedua pria di hadapannya berasal dari kota lain.
Zhou Fei melangkah mendekat dengan gugup, saat jarak diantaranya tidak terlalu jauh dia hendak berkata, tapi Patriark Yu memotong.
"Hahah... Dasar sampah, bahkan belum digertak sudah loyo!"
Cuih..
Yu Dan Rui berkata lantang, tertawa keras sambil menepuk bahu pria tua di sampingnya, kemudian meludah ke samping lainnya.
Beberapa anggota klan Zhou yang melihat tentu tak terima, meskipun tidak mendengar jelas percakapan di antara ketiga orang mereka meyakini sebuah kenyataan.
__ADS_1
Keduanya menghina patriark Zhou, bahkan menertawakannya.
Namun mereka tidak berani bertindak gegabah, khususnya Zhou Kay. Dia dengan cermat mengintai situasi, siapa kedua pria tua ini, sampai patriark rela merendah di hadapannya.
Pria paruh baya itu memacu otaknya berpikir, tapi dia tak dapat menebak identitas kedua pria tua tersebut.
"Salahkan saja anggotamu yang membuat masalah di daerahku, bahkan membunuh putraku!" Patriark Bai berkata dingin, aura membunuh telah terpancar keluar dari tubuhnya.
Zhou Fei membulatkan matanya lebar, dia tak ingin percaya, namun dia ragu untuk menyangkal.
"Aku rasa terdapat kesalahpahaman." Zhou Fei berusaha tetap tenang, meskipun jantungnya berdetak cepat.
"Apakah kau kira aku membual! Menurutmu apakah aku, patriark Bai. Datang kemari hanya untuk membual?!" teriak Patriark Bai dengan marah.
Semua orang tak lagi dapat menahan keterkejutannya, meskipun tidak pernah pergi ke kota kapur putih, nama klan besar dari kota tersebut tidak asing di telinga mereka.
"Kenapa Klan besar Kota Kapur Putih datang kemari, apakah klan Zhou secara tidak sengaja menyinggung mereka?" tanya beberapa orang tanpa sadar secara bersamaan.
"Menyinggung kedua klan besar Kota Kapur Putih merupakan jalan buntu."
"Aku harap ini hanya sekedar kesalahpahaman."
Tetua klan Zhou yang mendengar gumaman tersebut dengan cepat berdiri di samping Zhou Fei.
"Patriark!"
Seluruhnya berseru bersamaan, kemudian memandang ke arah dua pria tua di hadapan mereka.
"Bukan hanya membunuh putra patriark Bai, dia juga mempermalukan klan Yu di hadapan puluhan ribu orang." Patriark Yu mengatakan dengan wajah terbakar, mengingat dirinya juga klannya dipermalukan di taman kota, membuatnya menyembunyikan muka selama seminggu penuh.
Dia begitu tak sabar ingin menghitung utang pemuda yang telah mempermalukannya, dan melunasi saat itu juga.
Perkataan patriark Yu membuat wajah Zhou Fei serta tetua klan termasuk Zhou Hu mengedutkan dahi.
"Kau pasti salah orang, jika memang benar dia adalah bagian dari klan Zhou, bisakah kau menyebutkan namanya, karena tidak mungkin bagi kami tidak mengetahui nama anggota sendiri." Zhou Kay dengan tenang berkata, mencoba membuat situasi lebih berpihak kepada klan Zhou.
"Heh ... Zhou Fan! Dialah yang membunuh putraku, apakah kalian akan menyangkal bahwa dia bukan merupakan bagian dari klan Zhou?!" ujar Patriark Bai dengan wajah sinis, dia melirik satu persatu wajah pria yang berdiri bersebrangan dengannya.
Wajah semua orang memucat, khususnya Zhou Hu, dia tak mengira ini disebabkan oleh putranya.
Namun dia tak akan pernah berpikir putranya bertindak tanpa sebab yang jelas.
__ADS_1
Wajah Zhou Kay seketika memerah, memancarkan aura kemarahan, dia kemudian melesat ke arah Zhou Hu.
Bugh!
Sebuah tinjuan tepat mengenai perut Zhou Hu. "Tetua kelima, lihat apa yang dilakukan putramu, apakah karena merasa hebat dia mencari masalah di luar?!"
Zhou Hu hanya diam menerima pukulan tersebut, dalam hati dia bergumam. "Anggap saja untuk Fan'er."
"Jangan harap klan Zhou menanggung apa yang telah dia lakukan." Zhou kay beralih menatap Patriark Bai.
"Klan Zhou tidak akan ikut campur dengan masalah yang disebab..." Belum sempat Zhou Kay berkata lebih, sebuah teriakan lantang menyelanya.
"Diam!"
Semua orang spontan memandang Zhou Fei yang telah berdiri dengan tegak, tidak lagi dengan wajah tertunduk.
"Klan Zhou sudah berdiri sejak ribuan bahkan puluhan ribu tahun, ini bukanlah masalah pertama bagi klan Zhou...,"
"Zhou Fan merupakan Bagian dari Klan Zhou, dia adalah kandidat patriark klan Zhou!" ucap tegas Zhou Fei.
Zhou Kay mematung tak percaya, dia kemudian mendekati Zhou Fei. "Patriark, apakah kau akan mempertaruhkan klan Zhou hanya demi pemuda yang bahkan tak bersikap sopan kepadamu?"
"Keputusan berada di tanganku, tak ada yang dapat merubahnya, jika dia tak pantas, siapa yang menurutmu pantas?" tukas Zhou Fei dengan nada sarkastik.
"Tentu saja putraku, Han'er adalah pemuda yang paling pantas mendapatkan tempat tersebut. Dan juga, aku tak mau ikut campur dalam masalah ini." Zhou Kay menggeleng dan pergi.
"Pertunjukan yang menarik, hahaha.. " Patriark Bai tertawa, di ikuti dengan beberapa orang di belakangnya.
"Aku tak peduli dengan masalah diantara kalian, yang pasti, tidak akan ada lagi klan Zhou setelah ini.. Hahaha..," Patriark Bai dan Patriark Yu tertawa kesetanan.
"Apakah kalian pikir klan Zhou mudah di tindas, bahkan jika harus mati, aku lebih memilih mati secara terhormat." Zhou Fei menarik pedangnya.
"Patriark!" Beberapa orang di sana berseru serentak, percakapan yang tak lagi normal dapat terdengar oleh kerumunan orang di belakang, mereka sedikit terkejut saat Zhou Fei memilih untuk bertarung.
Sementara Zhou Hu menitikkan air mata, meskipun tidak terlihat jelas karena gelapnya malam. Dia tak mengira, orang pertama yang membela putranya selain dirinya adalah Zhou Fei.
Zhou Hu mengeluarkan pedangnya, bersamaan dengan itu seorang wanita paruh baya datang dan berdiri di sampingnya.
Zhou Hu menoleh, dan menjumpai Zhou Qian yang sudah siap dengan pedang di tangannya.
"Aku akan selalu berada di sampingmu!"
__ADS_1