Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 84 : Makam Kuno... 2


__ADS_3

Cacing tanah, sebenarnya lebih tepat jika di katakan sebagai ular. Cacing tanah memiliki tubuh yang panjangnya kurang lebih satu meter, dengan lebar tiga jari.


Ciri khas cacing tanah adalah lendir bening di kulitnya yang sangat mematikan, apapun yang terkena lendirnya akan dengan cepat tercemar.


Meskipun bukanlah beast tingkat tinggi, cacing tanah merupakan beast yang amat sangat langka, sejauh yang Zhou Fan ketahui, tidak seorang pun yang pernah melihat ataupun mengetahui beast yang hidup dalam tanah ini. Dan juga beast ini tidak akan hidup lama jika dibiarkan di atas tanah.


Zhou Fan berdiri, lalu pemuda itu teringat akan Qing Yuwei yang masih tidak terlihat. "Sebaiknya aku pergi dari sini, terlalu lama di sini tidak terlalu baik."


"Dimana gadis itu?!" Zhou Fan menepuk dahinya.


Beberapa waktu telah berlalu, tapi Zhou Fan tak kunjung menemukan Qing Yuwei. Suasana berkabut menambah tingkat kesulitannya dalam mencari Qing Yuwei.


Di tempat Qing Yuwei...


"..."


Qing Yuwei yang mulai menyadari dia sekarang sendiri disini, mulai sedikit cemas.


Kemana Zhou Fan? pikir Qing Yuwei.


"Sebaiknya aku diam saja disini." Qing Yuwei berpikir, jika Zhou Fan menyadarinya, tentu pemuda itu akan kembali untuk mencarinya. Ia sepenuhnya percaya kepada pemuda yang telah merengut hatinya.


Gadis itu belum mengetahui tingkatan kultivasi Zhou Fan, yang ia ketahui adalah Zhou Fan tidak lebih lemah dari dirinya.


Memikirkan kekuatan Zhou Fan, Qing Yuwei kembali mengingat saat dirinya berusaha meronta dari cengkraman pemuda itu, tapi tak ada hasil yang ia dapat.


"Kenapa aku memikirkannya lagi." Qing Yuwei mengelengkan kepalanya dengan kuat, gadis itu berusaha menepis pikiran yang terus mengganggu nya itu.


.


.


.


Qing Yuwei duduk di sebuah batu, gadis itu memeluk kedua kakinya.


Mungkin karena tempat yang lembab membuat gadis itu kedinginan.


Tapi jika diperhatikan lebih dekat, gadis itu bukan kedinginan, gadis itu sedang menangis, dengan kedua lutut ditekuk gadis itu mendekap kepalanya.


Dan disampingnya terdapat sebuah mayat yang tidak terdapat kepala di tempatnya. Gadis itu terus menangis, sampai sebuah suara tak asing mengisi telinganya.


"Apa yang kau lakukan?"


Qing Yuwei dengan cepat mengangkat kepalanya dan melihat mayat di depannya.


Ha? apakah mayat dapat berbicara? Qing Yuwei semakin intens dalam melihat mayat di depannya.

__ADS_1


Qing Yuwei belum sadar orang yang ia tangisi berada di belakangnya. Sampai Zhou Fan berdehem, yang membuat Qing Yuwei menjingkat kaget.


Ehem...


Qing Yuwei sekali lagi, dengan cepat membalikan badannya dan mendongak menatap wajah seseorang yang tiba tiba muncul.


Matanya membulat sempurna saat mengenali siapa orang di hadapannya, gadis itu berdiri dan langsung masuk kedalam pelukan Zhou Fan.


"Aku kira tidak akan dapat melihatmu lagi." Qing Yuwei berkata dengan terisak.


Sedangkan Zhou Fan, mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Qing Yuwei.


Zhou Fan mengambil kedua pundak Qing Yuwei, lalu menegakkan tubuh gadis itu.


"Hei, nona. Apakah kau berharap aku mati disini." Zhou Fan sedikit kesal dengan perkataan Qing Yuwei, dia menoyor kepala gadis itu.


"Bu... bukan begitu!" Qing Yuwei tergagap, dia sungguh tidak berharap hal itu terjadi. Qing Yuwei menunjuk mayat yang semula ia anggap sebagai Zhou Fan.


Sekali pagi Zhou Fan mengernyit. Lalu mendekati mayat tanpa kepala itu.


"Kau tidak lihat, dia tidak mirip sedikitpun dengan ku, lihat! tubuhnya kurus kerempeng." Zhou Fan membandingkan dengan tubuh sempurna miliknya.


Qing Yuwei tertunduk, merasa bersalah. Karena terlalu cemas, dia tidak dengan benar memastikan mayat itu.


"Sudahlah, yang terpenting kau baik baik saja." Zhou Fan mengusap puncak kepala Qing Yuwei, yang membuat gadis itu kembali memeluk Zhou Fan.


Qing Yuwei tidak menghiraukan nya, yang terpenting baginya sekarang adalah selalu bisa bersama dengan Zhou Fan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Zhou Fan bertanya kepada Qing Yuwei.


Qing Yuwei meregangkan pelukannya dan mulai menceritakan semuanya pada Zhou Fan.


***


Flasback on...


"Sebaiknya aku diam saja disini." Tepat setelah Qing Yuwei mengatakannya, terdengar sebuah raungan beast.


Wajahnya pucat pasi, dia tiba tiba terpikir kekasihnya, Qing Yuwei berdiri, lalu melesat cepat ke arah sumber suara.


Dalam perjalanan gadis itu tak pernah sekalipun berhenti berharap harap cemas.


"Aku harap kau baik baik saja."


Roarrr...


Sekali lagi sebuah raungan menyapa telinga Qing Yuwei, tapi kali ini terdengar lebih jelas.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Qing Yuwei sudah sampai di sebuah tanah lapang, disana terlihat seekor beast beruang sedang memakan mangsanya.


Beast tingkat 4? pikir Qing Yuwei. Gadis itu mulai berpikir liar.


Gadis cantik itu tertegun, melihat mangsa beruang itu memakai pakaian berwarna maroon, sama dengan pakaian yang Zhou Fan kenakan.


Qing Yuwei terduduk lemas di atas tanah, lututnya seakan tak mempunyai tulang yang menopang nya lagi.


Meskipun Zhou Fan tidak lebih lemah darinya, Qing Yuwei merasa Zhou Fan berada di tingkat petarung master. Dan untuk menghadapi beast tingkat 4 adalah hal yang tidak mungkin.


"Zhou Fan!" Qing Yuwei berkata lemah, ingin rasanya ia mendekat ke beruang itu, tapi ia sadar tak akan bisa mengalahkan beast tingkat 4 yang setara petarung grand master.


Matanya kemudian manatap beruang itu aneh, beruang itu tiba tiba meninggalkan tubuh 'Zhou Fan'. Qing Yuwei tanpa pikir panjang langsung melesat dan membawa pergi tubuh yang ia pikir adalah tubuh kekasihnya.


Merasa sudah sangat jauh dari lokasi beruang itu, Qing Yuwei tak bisa menahan derasnya air mata yang keluar dari matanya.


Qing Yuwei melihat tubuh yang ia bawa, pandangannya semakin muram ketika tidak mendapati kepala pada tempatnya.


"Zhou Fan!!" Qing Yuwei berteriak, dia mengungkapkan kesedihannya dengan berteriak.


"Hiks... Kau berjanji untuk selalu bersama denganku, kau kejam sekali meninggalkanku."


"Hei, Mesum!! bagunlah. Bukankah kau akan menghukumku ketika aku menyebutmu mesum."


"Aku tidak mengira kau begitu pengecut! Zhou Fan... hiks.." Qing Yuwei sungguh benar banar merasakan kehilangan, orang yang baru saja mengisi hatinya dengan cepat meninggalkannya.


Ia bahkan sudah membayangkan bagaimana indahnya hidup bersama kekasihnya, tapi seolah mendapatkan sebuah tamparan keras dia hancur, sangat sedih mengetahui kematian 'kekasihnya'.


Gadis itu terus menangis, memandang tubuh yang ia anggap adalah Zhou Fan.


Dia menekuk lututnya, menangis sesegukan, sampai sebuah suara tidak asing terdengar di telinganya.


"Apa yang kau lakukan?"


Flasback of..


***


"Kau benar benar meremehkanku. Beast tingkat 4 bukanlah lawan tangguh bagiku." Zhou Fan menganggat sedikit dadanya.


"Dan lagi. Kau dengan teganya menyamakan aku dengan batang lidi." Zhou Fan memberengut kesal, melirik jijik mayat pria yang tergeletak di dekatnya.


"Kau tahu, jika ada seekor beast tingkat 4 disini aku akan mengalahkannya dihadapanmu," Tambahnya lagi.


Qing Yuwei hanya menjadi pendengar setia, meskipun tidak begitu yakin dengan ucapan Zhou Fan, ia tetap diam dan menyimak perkataan kekasihnya.


Beberapa saat, sebuah teriakan terdengar disertai langkah kaki beberapa orang.

__ADS_1


"Hei kalian!"


__ADS_2