
Zhou Jim yang dari tadi tak beranjak dari samping pria tua, langsung mendekati Zhou Fan saat pemuda itu berjalan mendekat.
Auk...
Serigala tersebut mengelus kaki Zhou Fan, membuat pemuda itu sedikit sulit melangkah.
"Jim... Apakah kau tak mau jatah makanmu?" Zhou Jim langsung diam mematung, seolah menyesal dengan tingkahnya.
"Kakek, aku rasa sudah saatnya aku pergi..." pamit Zhou Fan kepada pria tua berambut putih.
"Apakah kau tak penasaran kenapa para bandit itu mengincarku?" tanya pria tua berambut putih.
Penasaran? Tentu saja dia penasaran, mengingat para bandit itu terlihat bukan sekedar mengincar harta barang biasa.
Zhou Fan tak menjawab, dia hanya tersenyum sambil mengedikkan bahunya.
"Jika kau penasaran, aku bisa memberitahumu, sebenarnya bukan barang yang sangat penting sehingga harus dirahasiakan, tapi memang barang berharga."
pria tua itu seolah ingin menarik perhatian Zhou Fan dengan barang yang dia katakan.
Tak ayal Zhou Fan semakin penasaran, dia yang sebelumnya sudah berbalik membelakangi menghentikan langkah kakinya.
"Mereka tahu aku adalah tetua istana bulan, dan setiap tetua pasti memiliki kartu khusus, dan kartu itu yang mereka incar." Pria tua itu mengeluarkan kartu persegi berwarna hijau, di sana tertulis jelas 'istana bulan'.
"Istana bulan?" Zhou Fan membeo, dia tak mengetahui apa itu istana bulan, dalam bayangannya istana bulan sejenis istana Kekaisaran yang ada di Kekaisaran Wei.
"Apakah kau bukan orang Kekaisaran Xiao?" tanya pria tua itu spontan, keningnya tampak mengerut sambil menelisik Zhou Fan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Asal ku adalah Kekaisaran Wei," jawab Zhou Fan singkat.
"Owh... Pantas saja kau tak mengetahui istana bulan, jika kau orang Kekaisaran Xiao, kau pasti mengetahui siapa dan apa istana bulan." Pria tua itu mengangguk sambil mengelus jenggotnya.
Mendengar penjelasan sang kakek, Zhou Fan ingin tahu betapa hebatnya istana bulan sampai kakek di hadapannya ini menyanjungnya begitu tinggi.
"Istana bulan adalah sebuah badan yang berdiri sebagai sarana lelang, dan kekuasaan kami sudah mencakup seluruh Kekaisaran Xiao," ujarnya dengan bangga.
__ADS_1
"Hanya lelang saja, apa bedanya dengan badan lelang yang ada di Kekaisaran Wei?" tanya Zhou Fan dalam benaknya.
Menurutnya, pria tua di hadapannya terlalu meninggikan istana bulan. Tidak ada bedanya dengan paviliun obat jika di Kekaisaran Wei.
"Kau pasti merasa aku terlalu menyanjung istana bulan, tapi tak aneh bagi pendatang baru untuk meragukan hal itu. Namun, kau dapat menilai sendiri, dengan menghadiri lelang di istana bulan."
Pria tua itu kembali mengeluarkan kartu sejenis, tapi terlihat berbeda dari segi warna, yang ini berwarna putih keperakan.
"Itu adalah kartu lelang, aku memberikan kepadamu karena telah menolongku, asal kau tahu, tidak sembarangan orang dapat menghadiri lelang istana bulan."
Pria tua itu kemudian melesat meninggalkan Zhou Fan yang terus mengamati kartu di tangannya, sesekali pemuda itu membalik-balikan kartu ditangan, dia merasa kartu di tangannya hanyalah kertas biasa yang terdapat simbol bulan beserta mahkota di atasnya.
Zhou Fan akhirnya melanjutkan perjalanan menuju persinggahan terdekat, dia sampai lupa bahwa dia masih berada di atas hamparan pasir.
Zhou Fan melaju dengan kecepatan maksimal, dia tak khawatir dengan Zhou Jim, karena serigalanya itu dapat berlari di sampingnya.
Awalnya Zhou Fan begitu terkejut saat Zhou Jim dapat mengimbangi setengah dari kecepatannya, Zhou Fan yang penasaran batasan Zhou Jim semakin meningkatkan kecepatannya, dan di luar dugaan, beast serigala tingkat tiga itu dapat mengimbanginya.
Setelah melakukan perjalanan beberapa jam, akhirnya Zhou Fan dapat melihat pintu masuk ke Kekaisaran Xiao.
Namun sekarang berbeda, tak ada lagi perselisihan antara Kekaisaran Xiao dengan Kekaisaran Wei, membuat penduduk kedua Kekaisaran bebas bepergian, meskipun harus melakukan pemeriksaan ketat dari para penjaga perbatasan.
"Lima puluh koin emas!" ucap sang penjaga dengan wajah acuh.
Andai Zhou Fan tidak tahu mereka merupakan penjaga perbatasan, mungkin dia akan mengira kumpulan orang berpakaian hitam dengan garis merah merupakan pemalak yang sedang memalak penduduk.
Dengan lagak seperti penguasa mereka melakukan pekerjaannya, jika ada yang tidak mematuhi perkataan yang terlontar, maka siap saja di depak keluar.
Zhou Fan yang berada dalam barisan, masih menunggu giliran untuk masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Xiao.
"Seratus koin emas!" Suara penjaga lagi lagi terdengar.
"Bukankah seharusnya lima puluh koin emas, aku sangat yakin orang sebelum ku membayar lima puluh koin emas." Pria paruh baya tak terima dengan sikap penjaga yang seenaknya menaikkan tarif masuk.
"Kau boleh tidak membayar, tapi jangan harap untuk masuk ke dalam Kekaisaran Xiao!" ucap sarkastik penjaga itu.
__ADS_1
Zhou Fan yang mendengar keributan spontan memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.
Dapat dilihatnya dua penjaga menghalangi pria paruh baya yang akan masuk kerena tak ingin membayar tarif yang menurutnya terlalu mahal.
"Tapi aku hanya memiliki enam puluh koin emas, dan itu termasuk persediaan makanku selama beberapa hari depan."
Pria paruh baya itu mencoba mencari keringanan, dia datang ke Kekaisaran Xiao untuk menpar pekerjaan, konon katanya buruh di Kekaisaran Xiao lebih makmur dari yang ada di Kekaisaran Wei.
"Ck... Merepotkan saja!" Penjaga itu menyahut kantong koin emas yang berada dalam genggaman pria paruh baya. "Cepat masuk!"
"Para penjaga selalu memeras penduduk yang berdatangan, seharusnya tarif masuk hanya tiga puluh koin emas, tapi mereka dengan sesuka hati menaikkan harga." Wanita paruh baya di belakang Zhou Fan mendumal kesal.
"Itu karena mereka memiliki penyokong dari belakang, mereka tidak takut akan ketahuan, karena tuan kota berada di belakangnya." Pria yang tak jauh darinya menanggapi ucapan wanita paruh baya.
"Tuan kota yang baru ini memang terlihat tidak berkompeten, tidak seperti tuan kota sebelumnya yang selalu mengutamakan kepentingan penduduk," ucap wanita paruh baya.
Zhou Fan hanya menyimak mendengarkan, sampai akhirnya waktu untuknya masuk kota tiba.
Zhou Fan berjalan dengan Zhou Jim yang terus mengekor di belakangnya. Tak ada yang heran dengan sosok serigala yang mengikuti Zhou Fan, karena sudah banyak pemburu yang menjadikan serigala atau anjing sebagai teman hidup mereka.
"Lima puluh koin emas untuk satu nyawa," ucap penjaga dengan wajah bingung.
Dia agak ragu mengatakan tarif masuk untuk Zhou Fan, dari sekian banyak orang yang masuk Kota Biyu hanya pemuda itulah yang tak memiliki kekuatan.
Zhou Fan menaikkan sebelah alisnya, membuat penjaga tersebut harus menjelaskan. "Kau harus membayar setiap makhluk hidup yang masuk."
Zhou Fan menyerahkan seratus koin emas, dan langsung masuk ke dalam.
"Sampah!" desis sang penjaga saat Zhou Fan dengan mudahnya mengeluarkan koin emas, berarti pemuda itu tak mempunyai kekuatan untuk melawannya.
Sebelumnya dia ragu bahwa pemuda dengan serigala itu merupakan orang biasa, tapi setelah mendapatkan bayaran dia yakin atas pemikirannya.
Zhou Fan berkacak pinggang sambil menatap kerumunan orang yang sedang sibuk melakukan aktivitasnya.
"Kekaisaran Xiao, aku datang!"
__ADS_1