Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 137


__ADS_3

"Dia masih hidup," ucap singkat Rourou yang membuat Zhou Fan menjadi lebih tenang.


"Ah... apa?" tanya Zhou Fan yang tak terlalu fokus dengan perkataan Rourou.


"Dia masih hidup!!" Rourou mengulangi dengan suara keras, dia tak lagi peduli dengan I


orang sekitar, kekesalannya terhadap Zhou Fan sudah melebihi kapasitas wajar.


"Cis... Kau tak perlu berteriak, aku tidaklah tuli." Zhou Fan mengatakan dengan tangan menutup telinga. Setelah itu dia menghembus nafas lega, dan kembali duduk dengan tenang.


"Kenapa kau tak bilang? kau membuatku salah paham," keluh Zhou Fan.


"Aku akan mengatakannya, tapi kau terus memotong. Apa ka... "


"Ya ya ya... kau ini banyak alasan, lanjutkan ceritanya!" suruh Zhou Fan dengan wajah tak bersalah.


"Kau..." Bibir mungil Rourou tersekat, kekesalan sudah merasuki kepalanya, bahkan sudah sampai ke ubun ubun.


Mungkin jika gadis itu tidak memegang prinsip kemanusiaan, Zhou Fan pasti sudah habis di tangannya.


"Huh.. Adik seperguruanku sepertinya mempunyai masalah terhadap penglihatannya, dia bisa begitu mencintai pemuda bodoh sepertinya." Rourou menilik Zhou Fan sekali lagi, dalam hati dia terus menggerutu.


"Bweh.. Malah bengong, cepat cerita," ucap Zhou Fan menyadarkan Rourou saat melihat gadis itu terbengong.


Sekali lagi Rourou menghela nafas panjang, tak ketinggalan dia terus mengucap kata 'sabar' dalam benaknya.


Setelah dirinya sedikit tenang, dia mulai menyalurkan informasi sesuai apa yang ada dalam kepalanya, dia tak berniat menyembunyikan informasi itu setelah melihat tekad dan kasih Zhou Fan kepada Wei Guanlin.


" ... Itu adalah semua yang aku ketahui... Asal kau tahu dia melakukan semua ini karena dia sangat mencintaimu, dia tak mau melibatkanmu dalam urusan pribadinya yang munkin akan membahayakan dirimu."


"Bukankah dia bodoh, dia menolak putra perdana menteri hanya demi orang seperti ... " Rourou melirik Zhou Fan, kemudian dia menggeleng sambil terkekeh.


"Apa maksud perkataanmu, apakah di matamu aku tak pantas dengannya?!" Zhou Fan sedikit meninggikan suaranya, tak terima direndahkan oleh wanita di hadapannya.


"Jika kau merasa hebat, apakah dia perlu untuk pergi dari Kekaisaran ini? Bahkan dia pergi agar kau tak dalam masalah yang besar, di mana yang salah dari pandanganku terhadapmu?" cibir Rourou.


"Kau jangan keterlaluan, meskipun aku tahu aku masihlah terlalu lemah untuk melindunginya, tapi aku akan terus menjadi lebih kuat."


"Ingat itu!" Zhou Fan pergi dengan ekspresi marah, wajahnya penuh dengan uap panas yang terus menyeruak keluar.


Namun dalam hati dia tidak menyalahkan Rourou, bahkan dia setuju dengan perkataan gadis itu. Dia masih terlalu lemah!


Sementara Rourou, dia menarik sudut bibirnya, kemudian dia juga berdiri dan pergi setelah meninggalkan beberapa koin emas di meja.

__ADS_1


Sebelum punggung Zhou Fan hilang sepenuhnya, dia bergumam. "Kau memilih pria yang tepat, Lin'er. Semoga kalian dapat bersatu kembali."


***


Zhou Fan tak kembali ke penginapan, dia pergi ke paviliun obat, mencari tanaman herbal yang dibutuhkan untuk membuat pill kultivasi tingkat keenam.


Dia berpikir akan mendapatkan rumput jendral dari paviliun obat, mengingat sudah beberapa bulan berlalu semenjak dia mendapatkan rumput jendral.


Meskipun harus mengeluarkan koin emas yang tak sedikit, dia tak masalah asalkan bisa bertambah kuat, sungguh dia tak masalah.


Begitu tiba di gedung bernamakan paviliun obat, dia tak lagi masuk tanpa sambutan, beberapa pegawai yang mengingat Zhou Fan dengan cepat menghampirinya.


"Tuan, apakah kau mencari ketua? Ketua tengah dalam latihan tertutupnya," ujar pria paruh baya dengan sopan, dia sangat jelas dengan pemuda di hadapannya, pemuda yang bisa membuat ketua Sin Taihan bersikap biasa kepadanya.


Zhou Fan menyipitkan mata kemudian melirik pegawai pria paruh baya.


"Tak masalah jika ketua Sin tak dapat bertemu, tapi aku membutuhkan rumput jendral, paviliun obat ada berapa, aku mau semua." Zhou Fan mengatakannya dengan wajah serius, seolah dia tak ingin dibantah.


"Akh... Ini.. " Pria paruh baya itu terlihat berpikir, kemudian berkata dengan sangat hati hati.


"Untuk masalah rumput jendral, harus menunggu penanggung jawab yang lebih tinggi, sebagai pegawai biasa saya tak berhak untuk melakukannya, karena rumput jendral bukanlah tanaman herbal biasa."


Zhou Fan mengangguk, matanya berputar seakan mencari seseorang. "Lalu, bagaimana dengan Nona Zhang?"


"Jika seperti itu, bisakah kau panggilkan dia untuk datang kemari?" ujar Zhou Fan kepada pegawai tersebut.


Pria paruh baya itu sekali lagi mengangguk, kemudian berjalan cepat menaiki tangga menuju lantai dimana Zhang Xiaoyu berada.


Beberapa orang yang mendengar percakapan Zhou Fan diam diam mencibir.


"Siapa dia, begitu berani menyuruh Nona Zhang untuk datang menemuinya, meskipun berusia muda, Nona Zhang mempunyai kedudukan tinggi, tidak banyak yang bisa membuatnya datang dengan sukarela." Seorang pria gemuk dengan wajah bulat bersuara keras.


"Kau benar, bahkan tuan muda bangsawan ataupun murid klan besar saja tidak dia anggap, apalagi hanya seorang bocah sok tampan," sambung seorang pemuda dengan tangan menggaruk leher.


"Huh.. Kau berkata seperti itu hanya karena iri dengan ketampanannya, lihat wajahmu, bahkan anjing pun harus berpikir dua kali untuk dekat denganmu." Wanita berambut kuncir mendengus, kemudian memandang Zhou Fan dengan pandangan berbunga.


"Apa gunanya wajah tampan..., jika tak memiliki latar belakang dan juga kekuatan hanya akan menjadi anjing jalanan," balas pemuda itu tak terima.


"Aku adalah putra salah seorang tetua di sekte bintang jatuh, sekte yang masuk enam besar sekte terbesar di Ibukota, apakah dia layak dibandingkan denganku?" tambahnya dengan dada sedikit membusung.


Di sela perdebatan seorang wanita muda berparas cantik menuruni tangga dengan senyum terpancar, yang tentu di arahkan kepada Zhou Fan.


Zhou Fan membalas dengan kembali tersenyum,

__ADS_1


"Kau sungguh lama, kakiku sampai kebas menunggumu disisi," ucap Zhou Fan tanpa sungkan.


Mendengar ucapan Zhou Fan, seketika semua orang di sana yang tadinya memandang rendah Zhou Fan tak lagi dapat bernafas normal, mata mereka membulat sempurna.


"Mau bagaimana lagi, semenjak guru melakukan pelatihan tertutup, aku yang menjadi penanggung jawab utama dalam kegiatan yang ada di dalam paviliun obat." Zhang Xiaoyu menjawab dengan nada mengeluh.


Sekali lagi semua orang dibuat terkejut, mendengar tanggapan Zhang Xiaoyu yang nampak begitu akrab membuat mereka seketika membuka mulut lebar lebar.


"Sebaiknya kita ke ruanganku, disini terlalu ramai," ajak Zhang Xiaoyu dengan mata menyipit, memandang kumpulan orang yang tengah memerhatikan mereka.


Zhou Fan mengedarkan pandangannya, dia juga merasa sedikit tidak nyaman. "Kau benar."


Keduanya pun melangkah ke lantai atas, tempat ruangan Zhang Xiaoyu berada.


Sepergian Zhou Fan dan Zhang Xiaoyu, semua orang menghembus nafas kasar, kemudian mulai bertanya tanya dengan orang didekatnya.


"Siapa dia?"


"Sebenarnya siapa pemuda itu, bahkan Nona Zhang bisa berkata begitu lembut kepadanya."


Pemuda yang tadinya sombong, meringkuk malu, seolah wajah tertempel pemberat dia tak bisa mengangkat wajahnya, dia mengendap pergi dengan wajah menunduk.


Diantaranya yang mengetahui pemuda tersebut, tertawa terbahak bahak.


Hahaha...


"Itulah akibatnya jika terlalu banyak berkoar-koar, belum tahu siapa lawannya sudah bicara panjang lebar, setelah tahu siapa lawannya, langsung modar... Hahaha.. " Seorang pria paruh baya tertawa sambil memegangi perutnya yang terasa keram.


Sementara di ruangan Zhang Xiaoyu, Zhou Fan duduk di hadapan sang pemilik ruangan.


"Nona Zhang, aku.. " Baru saja Zhou Fan akan berkata Zhang Xiaoyu sudah menyela.


"Bisakah kau jangan terlalu kaku? Disini hanya ada kita berdua, bukankah kau menganggap aku sebagai temanmu?" Zhang Xiaoyu mengatakan dengan wajah dibuat sedih.


"Singkirkan dulu wajah sok sedihmu itu, lama lama aku kesal melihat ekspresimu, entah sudah berapa banyak orang yang terpedaya dengan permainan ekspresimu, kau sungguh berbakat... dalam menipu," seru Zhou Fan, santai tapi menusuk.


"Hng... Kau meninggikan lalu menjatuhkan dengan sekali serang, mulutmu sungguh beracun," balas Zhang Xiaoyu.


"Selain mulutku, wajahku juga beracun," ujar Zhou Fan sambil terkekeh.


"Heh... Apa yang kau katakan, aku sungguh tak mengerti." Zhang Xiaoyu menggosok kepalanya dengan penggaris di tangannya.


Zhou Fan kembali terkekeh, kemudian berkata.

__ADS_1


"Membuat semua gadis tarpesona~"


__ADS_2