Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 47 : Babak Kualifikasi Tiba


__ADS_3

Seorang pria tua berjalan keluar dari balik pohon, dahi Zhou Fan mengernyit mencoba mengetahui siapa orang yang telah memperhatikannya saat membuat pill, tapi dikarenakan langit sudah agak gelap Zhou Fan tidak begitu jelas melihat siapa pria tua itu.


"Pantauan Ze...," gumam pelan Zhou Fan saat pria tua tersebut sudah dekat dengannya.


"Saya tidak pernah mengira, tuan muda akan menyembunyikan kemampuannya begitu dalam, bahkan setelah mendapatkan perlakuan yang buruk dari semua orang, apa tuan muda akan menyembunyikannya selamanya?" Penatua Ze yang sudah melihat kemampuan alkemis Zhou Fan sejak awal pun bertanya pada pemuda itu.


Dapat merasakan kehadirannya bahkan setelah ia menyembunyikan aura keberadaannya, tidaklah dapat dilakukan oleh seorang sampah, bahkan seorang petarung master binatang lima saja tidak bisa mendeteksi keberadaannya, pasti pemuda di hadapannya itu memiliki kultivasi lebih tinggi, pikir Penatua Ze.


Zhou Fan hanya tersenyum pahit mendengar ucapan Penatua Ze, ia tidak mengira akan ada seseorang yang akan datang ke bukit ini pada saat menjelang petang seperti sekarang.


"Penatua Ze sendiri tahu bagaimana semua orang menganggap dan memperlakukanku, sekarang belum saatnya untuk memamerkannya, dan aku harap Penatua Ze dapat menjaganya tetap di antara kita berdua, bahkan kedua orang tua ku tidak mengetahui kalau aku adalah seorang alkemis, kau adalah orang kedua yang mengetahuinya," ucap Zhou Fan.


"Aku sungguh merasa terhormat, bisa menjadi orang yang kedua tuan muda, ngomong ngomong siapa orang pertamanya?" tanyanya dengan wajah penasaran.


Selain kedua orang tuannya, siapa yang mungkin mengetahuinya, pikir Penatua Ze.


"Ada! Seseorang..." Zhou Fan berkata sambil tersenyum melihat Penatua Ze.


Penatua Ze tidak menanyakan lebih lanjut lagi, karena dia melihat pemuda di hadapan enggan mengatakannya.


"Tuan muda, apakah kau punya sebuah pill yang dapat membantuku mengatasi masalah kultivasi ku yang terhambat, aku sudah beberapa tahun masih tetap di tingkat petarung grand master bintang 3," keluhnya.


"Mungkin ini dapat membantu...." Zhou Fan memberikan sebuah pil tingkat empat kepada Penatua Ze.


"Ah, ini.... terimakasih tuan muda," sebagai seorang Penatua dia pasti mengenali pill yang Zhou Fan berikan, pil bulan.


Penatua Ze berniat menunduk untuk berterima kasih, namun Zhou Fan menahannya.


"Penatua jangan seperti ini, aku tidak akan punya muka jika aku membiarkan seorang penatua berlutut di hadapanku." Zhou Fan menahan kedua bahu Penatua Ze yang berniat menundukkan badannnya.

__ADS_1


"Dulu anda adalah sebagian kecil dari orang yang tidak merendahkan diriku, aku akan memperlakukan orang sesuai dengan mereka memperlakukan aku dan keluargaku, jadi Penatua Ze jangan sungkan! anggap pill itu sebagai hadiah dariku." Zhou Fan menjelaskan alasan kenapa ia memberikan pill bulan tanpa berpikir sedetikpun kepada Penatua Ze.


"Aku tidak menyangka akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang bahkan tanpa aku sadari...," gumam Penatua Ze dalam hati.


***


Malam berlalu dengan cepat, sekarang Zhou Fan berada di aula untuk melihat kelanjutan pertandingan internal Klan Zhou.


"Pertandingan ini sudah di seting, pasti tiga sekawan itu tidak akan bertemu di awal," batin Zhou Fan sambil melihat Zhou han dan kedua temannya.


Sesuai dugaan Zhou Fan, tiga sekawan itu tidak berhadapan satu sama lain di babak awal ini.


Ketiga sekawan itu lolos tanpa perlawanan, karena lawannya lebih memilih untuk menyerah, sedangkan Zhou Yin harus berhadapan dengan lawannya yang juga mempunyai kultivasi dan umur yang sama, dia adalah Zhou Mei.


"Menyerahlah! Sebelum kau mendapati sabetan pedang di tubuh indahmu." Zhou Yin menyuruh Zhou Mei menyerah.


Tetua ketiga yang melihat anaknya di hina seperti itu hanya diam di tempatnya, karena menurutnya hal seperti itu sangatlah wajar di dalam suatu pertandingan, memancing amarah lawan juga merupakan stategi dalam upaya mengalahkannya.


"Cih..." Zhou Yin mendesah kesal, ia menunggu tanda dimulai dari tetua kelima yang sekarang bertugas jadi pengadil.


"Siap?" tanya tetua kelima kepada dua peserta itu.


Mendapati anggukan keduanya tetua kelima melemparkan kain seperti apa yang dilakukan tetua keempat.


Tepat setelah kain tersebut jatuh di lantai arena, Zhou Yin berinisiatif menerangi terlebih dahulu, ia bergerak cepat ke tempat Zhou Mei dengan sebuah pedang di tangannya.


Zhou Yin mengeluarkan teknik pedangnya untuk menyerang Zhou Mei, awalnya Zhou Mei masih bisa mengimbani gerakan teknik pedang Zhou Yin, tapi setelah beberapa saat Zhou Mei mulai terlihat kewalahan.


Zhou Yin tersenyum meremehkan ke arah Zhou Mei.

__ADS_1


"Sudah aku beritahukan kepadamu dari awal, kenapa kau sangat keras kepala," ucapnya dengan nada sedikit merendahkan.


"Ak aku menyerah..." Zhou Mei mengatakannya sembari menggertakkan gigi.


Tepat setelah Zhou Mei mengatakan menyerah, tetua kelima mengumumkan Zhou Yin sebagai pemenang, Zhou Yin menuruni panggung dengan wajah terlihat senang, sedangkan wajah Zhou Mei terlihat masih tidak percaya bahwa dia telah kalah.


"Kenapa? padahal kultivasinya tidak lebih tinggi dariku, teknik pedangnya juga sama seperti yang aku gunakan, tapi kenapa aku selalu di bawahnya," batin Zhou Mei kesal sambil menuruni panggung.


Zhou Mei dan Zhou Yin sudah saling mengenal sejak mereka masih kecil, dari dulu ia selalu berada di belakang Zhou Yin, entah itu kekuatan atau pun kecantikan, ia seperti hidup di dalam bayang bayang Zhou Yin. Ia bertekad menjadi lebih baik dari pada Zhou Yin, dan mulai saat itulah hubungan keduanya tidak lagi sebagai teman atau sahabat, sekarang mereka lebih terlihat seperti rival.


Pertandingan internal telah selesai, Zhou Han telah keluar sebagai juara pertama di ikuti kedua temannya dan Zhou Yin di urutan kedua sampai keempat.


Mereka berempat mendapatkan hadiah sesuai dengan apa yang telah ditentukan yaitu sebuah pill kultivasi tingkat dua dan koin emas sesuai peringkat yang mereka dapatkan, selain itu juga mereka mendapatkan senjata rank master sebagai bonus untuk persiapan turnamen kota batu hitam.


***


Lima bulan berlalu dengan cepat, dua hari lagi adalah hari turnamen kota batu hitam.


Sedangkan hari ini adalah hari dimana babak kualifikasi untuk seseorang yang tidak mendapatkan tiket langsung, mendapatkan tiket turnamen.


Babak kualifikasi akan mencari 12 peserta. untuk mengikuti turnamen kota batu hitam setidaknya harus menjadi 12 peserta teratas.


Karena tempat kualifikasi dilaksanakan di kekuasaan paviliun obat, maka Zhou Fan harus mengunjungi desa daun hijau lagi untuk mengikuti babak kualifikasi tersebut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, seperti pertama kali ke desa daun hijau. Ia hanya membutuhkan kurang lebih satu jam untuk sampai disana, hal itu tidak terlepas dari kultivasi Zhou Fan sekarang yang telah berada di tingkat petarung master bintang sembilan.


Karena masih memiliki tanda masuk ke Desa Daun Hijau, Zhou Fan tidak begitu lama mengantri di depan gerbang masuk desa tersebut.


Like, vote n ratenya... jangan lupa guys!

__ADS_1


__ADS_2