Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 93 : Makam Kuno... 11 (Barang Berharga)


__ADS_3

Zhou Fan tak bisa menahan keterkejutan nya, siapa yang tidak mengenal tiga kristal paling berharga.


Kalau ada barang lebih berharga dari air spiritual, tiga kristal inilah jawabannya.


Ketiga kristal ini diantaranya kristal aurora, kristal kehidupan dan kristal jiwa.


Zhou Fan meraih kristal aurora dengan tangan kosongnya.


"Benda ini akan sangat membantuku." Batin Zhou Fan sembari memasukkan kristal tersebut kedalam cincin penyimpanannya.


"Sebaiknya aku segera ke permukaan." Zhou Fan berenang kembali ke atas.


Tapi pandangannya tak sengaja memandang sesuatu yang nampak sangat menarik di matanya.


Rumput air! Zhou fan terkejut. Pemuda itu merasa langit sedang berpihak kepadanya.


Bisa mendapatkan dua jenis barang berharga sekaligus merupakan keberuntungan tak terhingga yang di perolehnya.


"Hehe... Jangan salahkan aku tak menyisakannya," Batinnya dengan senyum puas terlukis di wajahnya.


Bagaikan memanen ladangnya, Zhou Fan tak membiarkan rumput air tertinggal barang setangkai pun di sana.


Tak lama setelah memasukkan nya ke dalam cincin penyimpanan, Zhou Fan berenang ke permukaan.


Bhuahh...


"Hah..." Zhou Fan sangat puas dengan hasil tangkapannya.


Zhou Fan berenang ke tepi, lalu mengeringkan pakaiannya.


"Api ini bermanfaat juga ternyata." Zhou Fan meraba pakaiannya yang mulai mengering.


"Sepertinya Wei'er akan mencari... ku.. Eh Wei'er, kau disini!"


Bukkk..


Qing Yuwei menubruk tubuh Zhou Fan, terlihat dari wajahnya, gadis itu habis menangis.


"Kau kenapa, Wei'er?" Zhou Fan memegang kedua pundak Qing Yuwei.


Bukannya menjawab Qing Yuwei memukul dada Zhou Fan bertubi tubi.


"Kau me...membuatku khawatir. A...aku kira kau..." Qing yuwei terisak kembali, dia tidak sanggup membayangkan dirinya kehilangan Zhou Fan.


Zhou Fan mengusap mata Qing Yuwei, lalu menatap dalam mata gadis itu.


"Kau lihat aku baik baik saja. Tenanglah Wei'er!" Bujuk Zhou Fan.


**


Beberapa saat sebelum Qing Yuwei menyadari kejanggalan Zhou Fan...


Qing Yuwei mengira, Zhou Fan benar benar pergi mencari beast disekitar tempat mereka berada.


Qing Yuwei yang sedang menunggu dengan tenang di tempatnya berada, perlahan mulai bosan.


"Kemana perginya si mesum itu?" Qing Yuwei bertanya tanya.


Berapa lama dia menunggu, tapi tak ada tanda pemuda itu akan kembali membuat Qing Yuwei semakin kepikiran.


Qing Yuwei yang semula masih tenang, mulai khawatir setelah menunggu lebih lama di tempatnya.

__ADS_1


"Fan, kau dimana." Qing Yuwei menatap langit dengan sendu.


Qing Yuwei berdiri, lalu menyusul Zhou Fan ke arah pemuda itu pergi.


Setelah beberapa lama mencari tapi tak kunjung menemukan Zhou Fan, Qing Yuwei semakin gelisah.


Tiba tiba dia teringat akan kumpulan beast yang berkumpul di sekitar kolam.


Wajah cantik Qing Yuwei seketika pucat, membayangkan apa yang mungkin terjadi.


"Fan, aku tak akan memaafkanmu jika terjadi suatu hal terhadap dirimu."


Dengan air mata yang sudah memenuhi wajahnya, gadis itu berlari dengan kecepatan yang ia punya.


Menuju tempat kolam yang ia lihat sebelumnya.


Dalam perjalanan Qing Yuwei tak henti hentinya meracau, bahkan gadis itu terus mengatai Zhou Fan bodoh, ceroboh, dan pastinya 'mesum'.


Saat sampai disana, yang ada hanya bercak darah.


Qing Yuwei memeriksa sekitarannya, dengan panik dia terus mencari keberadaan Zhou Fan.


Pandangan gadis itu tiba tiba menggelap saat menatap sepotong kain yang ia yakini adalah bagian dari pakaian Zhou Fan.


Qing Yuwei mengambil potongan kain itu, lalu mengendusnya, benar saja aroma Zhou Fan masih tersisa dari kain di pegangnya.


Qing Yuwei seketika terduduk lemah. Gadis itu menangis histeris, sambil mencium potongan kain itu.


Qing Yuwei berdiri, lalu memandang sekitar dengan tatapan matanya yang tajam.


Saat ia akan berbalik pergi meninggalkan tempat tersebut, seseorang keluar dari dalam kolam.


Bhuahh..


Air matanya kembali mengalir deras. Tapi bukan air mata kesedihan yang menemaninya, melainkan air mata haru.


"Fan?!" Gumam Qing Yuwei tak percaya.


Brukkk...


**


"Tenanglah Wei'er, aku sudah berada di hadapanmu!" Zhou Fan berusaha menenangkan Qing Yuwei.


"Seharusnya kau mati saja sekalian! Aku akan mengingat hari dimana kau mati, dan aku akan mempersembahkan daging setiap setahun sekali!" Qing Yuwei berubah marah, tapi gadis itu tak melepaskan pelukannya.


"Owh, aku akan melakukannya jika itu yang kau inginkan." Zhou Fan berjalan mendekati kolam.


"Apa yang ingin kau lakukan?!" Teriak Qing Yuwei.


"Seperti harapanmu, aku akan mati hari ini." Zhou Fan tak menghentikan langkahnya.


"Lakukan saja jika kau berani!!" Qing Fuwei semakin berteriak.


"Heheh..." Zhou fan terkekeh pelan.


Zhou fan diam tak bergeming. Dia tetap membelakangi gadis itu, seolah tak mendengar ancaman Qing Yuwei.


Sementara Qing Yuwei sudah berapi api kepalanya, melihat tingkah Zhou Fan yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


Mereka sama sama diam di posisi masing masing. Kemudian Zhou Fan berniat melangkahkan kakinya lagi.

__ADS_1


Namun, Qing Yuwei dengan cepat lari dan memeluk erat tubuhnya dari belakang.


"Berjanjilah tak akan membuatku khawatir lagi, Fan?" Mohon nya dengan suara terdengar khawatir.


Zhou fan membalikkan tubuhnya, kemudian membalas pelukan Qing yuwei.


Tak..


Zhou fan menyentil dahi Qing Yuwei, sampai membuat gadis itu meringis.


"Hei, kenapa kau sangat cengeng. Aku hanya bercanda." Zhou Fan menghempas seketika rasa sedih Qing yuwei.


Sekarang wajah Qing yuwei benar benar merah karena kesal.


"Hng..." Qing Yuwei melepas pelukannya, kemudian meninggalkan Zhou Fan sendiri.


Sementara Zhou Fan tersenyum puas, bahkan sampai tertawa.


"Akan lebih baik jika Lin'er disini," Gumam Zhou Fan sebelum menyusul Qing Yuwei.


"Wei'er tunggu!" Teriak Zhou Fan yang masih dengan diselingi tawa.


Qing Yuwei semakin mempercepat langkahnya setelah mendengar teriakan Zhou Fan.


Setelah beberapa saat, Zhou Fan berhasil bergerak disamping Qing Yuwei.


Dengan kecepatannya tentu tak sulit untuk mengejar Qing Yuwei.


Meskipun bergerak berdampingan, Qing Yuwei tak menganggap Zhou Fan. Bahkan dia tak menoleh sedikitpun pada pemuda itu.


"Haih, memang wanita adalah makhluk paling mengerikan," Keluh Zhou Fan dalam hati.


"Wei'er?!" Panggil Zhou Fan yang berniat mengajak damai Qing Yuwei.


Tapi lagi lagi gadis itu tak menghiraukan nya. Lama lama Zhou Fan frustasi sendiri menghadapi Qing Yuwei yang merajuk.


"Wei'er, aku hanya bercanda. Maafkan aku, aku tak akan melakukannya lagi." Zhou Fan menunjukkan dua jarinya yang membentuk v.


"Hmm..." Qing Yuwei hanya bergumam, tanpa melihat atau melirik Zhou fan.


Meskipun hanya gumaman semata, hati Zhou Fan merasakan perasaan lega.


Baginya yang terpenting adalah membuat Qing Yuwei memaafkannya, karena ia juga sadar apa yang dilakukannya sungguh keterlaluan bagi gadis itu.


Qing Yuwei yang dari tadi tak menoleh atau melirik Zhou Fan, mulai merasakan keheningan dari pemuda itu, bahkan suara langkahnya pun tak dapat ia dengar.


Qing Yuwei memberanikan diri untuk menoleh ke samping kanannya.


Eh, dimana dia? Pikir Qing Yuwei.


Qing Yuwei menghentikan langkahnya, kemudian memutar tubuhnya 360 derajat, tapi tak nampak juga batang hidung pemuda itu.


"Huh!" Qing Yuwei mendengus, lalu melanjutkan perjalanannya.


Qing Yuwei merasa Zhou Fan kembali mengerjainya dan gadis cantik itu bertekat tak akan terkena jebakan yang sama untuk kedua kalinya.


Saat sampai di tempatnya semula, Qing Yuwei menatap sekitar dan pandangannya menyapu ke segala arah.


Pandangannya tertuju pada seorang pemuda yang tengah menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Kemarilah Wei'er!"

__ADS_1


**


__ADS_2