
"Bagaimana kondisi menantuku dengan bayinya?" Zhou Qian setelah melihat tabib wanita keluar.
Tak hanya Zhou Qian, tapi juga tiga pria tua yang memandang dengan penuh kekhawatiran.
Namun tabib wanita itu hanya diam, keringat dingin merembes membasahi keningnya. Bahkan pakaiannya pun agak basah.
Hal ini tentu saja memancing pikiran buruk dalam kepala keempat orang lainnya.
"Apa yang terjadi terhadap putriku?!" Qing Si yang paling kalut, dia benar benar tak bisa tenang sebelum mendapatkan kabar tentang putrinya.
Qing Yuwei adalah anak satu satunya yang dia miliki, bagaimana mungkin dia bisa menerima kabar buruk tentang nya.
"Untuk si ibu tidak ada masalah, tapi untuk anak dalam kandungan sedikit berbeda. Anak itu seolah memancarkan sebuah aura panas, jika tebakan ini benar, anak itu memiliki kondisi tubuh matahari."
Penjelasan tabib wanita itu membuat keempat orang di hadapannya memasang ekspresi terkejut.
Tubuh matahari, ini adalah sebuah kondisi langka. Sembilan puluh persen kasus seperti ini berakhir dengan kehilangan nyawa kedua nya, baik ibu dan anak.
Qing Si jatuh terduduk, dia meraup wajahnya dengan ekspresi tidak percaya. Dia tidak mau kehilangan Qing Yuwei, dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika itu terjadi.
"Tabib, apakah tidak ada sesuatu yang dapat menyelamatkan keduanya?" Zhou Qian bertanya kepada tabib wanita.
"Itu tergantung nasib mereka, kita semua mengetahui bahwa kondisi seperti ini merupakan suatu yang langka, hanya bisa bergantung kepada nasib saja." Tabib wanita itu meninggalkan mereka, karena tugasnya sudah selesai.
__ADS_1
Zhou Qian masuk ke dalam ruangan, melihat Qing Yuwei terbaring dengan wajah penasaran.
"Ibu, sebenarnya apa yang terjadi."
Zhou Qian tidak langsung menjawab, dia duduk di tepi tempat tidur. "Semua baik baik saja, jangan khawatir."
Namun Qing Yuwei dapat merasakan suatu yang janggal, ibu mertuanya tidak biasa berkata tanpa melihat, tapi sekarang seolah enggan untuk menatapnya. Ini pasti terjadi sesuatu.
Namun Qing Yuwei tidak akan bertanya kepada Zhou Qian, dia tahu bahwa mertuanya akan terus mengatakan hal sama.
...
Satu minggu berlalu, detik detik persalinan semakin dekat. Zhou Qian selalu siaga dan berdiri di samping Qing Yuwei.
Tiba tiba tangan Zhou Qian yang digenggam Qing Yuwei terasa sakit, menantunya itu meremas kuat tangannya.
"Ibu, perutku sakit. Sangat sakit..." Qing Yuwei merintih, dia tak bisa bersuara dengan jelas, karena dia berusaha menahan rasa sakit yang dirasakan.
Zhou Qian mengerutkan kening, dengan cepat dia memanggil tabib yang sebenarnya sudah bersiaga di depan ruangan.
Beberapa saat tabib yang mengurus persalinan datang, dengan itu Zhou Qian keluar.
Dari luar ruangan, suara rintihan terdengar sangat menyakitkan. Qing Si yang juga berada di sana menyatukan kedua tangan dan terlihat sedang mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
"Tetua Qing Si, ini akan baik baik saja. Percayalah bahwa Wei'er akan selamat beserta bayinya." Wei Huan menepuk pundak Qing Si, dia yang sebelumnya selalu memanggil dengan 'pak tua Qing' tak berani memancing emosi pria tua itu.
"Apa yang terjadi terhadap Wei'er?"
Semua yang ada di sana menoleh, mendapati seorang pemuda berdiri dengan seorang wanita.
"Zhou Fan?"
"Lin'er?"
Semua orang berseru dengan terkejut, meski Qing Si masih termenung di tempatnya.
Tidak ada yang menjawab, mereka hanya saling pandang dan hanya diam.
Zhou Fan yang baru saja datang tidak mengira di kediaman nya akan sangat ramai. Namun telinga tanpa sengaja mendengar sesuatu, dan itu membahas tentang Qing Yuwei.
"Wei'er, di- dia tengah di tangani oleh tabib bersalin." Zhou Qian berkata dengan ragu.
Zhou Fan mencerna perkataan ibunya. Tabib bersalin? Mata Zhou Fan terbuka lebar dengan raut wajah bahagia.
"Namun kondisinya kurang baik."
Wajah Zhou Fan langsung berubah, dia memandang ibunya seolah meminta penjelasan lebih.
__ADS_1