Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 92 : Makam Kuno... 10


__ADS_3

"Apakah ada sesuatu di dalam kolam itu!" Zhou Fan mengamati kolam yang sekarang dikelilingi puluhan bahkan ratusan beast.


"Aku akan segera mengetahuinya setelah aku menjelahinya." Putus Zhou Fan segera.


"Apa yang akan kau lakukan?!" Qing Yuwei menatap tajam Zhou Fan.


"Kau jangan macam macam. Di sana terdapat lebih dari ratusan beast dan diantaranya adalah beast tingkat 4." Qing Yuwei sungguh mengkhawatirkan Zhou Fan.


"Baiklah, aku tidak akan kesana...," "Sampai semua beast itu pergi!" Lanjut Zhou Fan dalam benaknya.


"Ayo kembali!" Ajak Zhou Fan pada Qing Yuwei.


Mereka kembali ke tempat awal, yaitu tempat Zhou Fan memanggang daging kelinci.


Setelah sampai di sana, Zhou Fan berpamitan ingin mencari perbekalan daging. Tapi sebenarnya dia ingin pergi ke kolam, Qing Yuwei tidak curiga karena Zhou Fan berjalan pergi ke arah yang berlawanan dari arah kolam.


Zhou Fan rela melakukan perjalanan memutar agar Qing Yuwei tidak khawatir. Sekalian menunggu beast beast itu pergi meninggalkan kolam itu, pikirnya.


Membutuhkan 1 setengah kali lebih lama untuk Zhou Fan sampai di tempat berdirinya saat melihat kumpulan beast dari jauh.


Sekarang masih tersisa beberapa beast saja, Zhou Fan masih belum bergerak karena melihat beberapa beast tingkat empat masih di sekitar kolam.


Andai hanya satu beast tingkat 4 bukanlah hal sulit untuk mengalahkannya, tapi terdapat 3 sampai 4 beast tingkat 4 dan belasan beast tingkat 3. Zhou Fan dipastikan kalah jika bergetak sekarang.


Sejam Zhou Fan menunggu, sekarang hanya tersisa puluhan beast tingkat tiga.


Zhou Fan yang merasa yakin bisa mengatasinya pun keluar dari persembunyian.


Zhou Fan berlari dengan mencengkram pisau terbang di kedua tangannya, mengapit dengan jari jemarinya.


Zhou Fan mengangkat tangannya di depan dada, kemudian melesatkan pisau terbang ke arah beberapa beast yang sekiranya mempunyai pertahanan rendah.


Shut! Shut!


Dua pisau terbang melaju kencang, mengarah ke dua target yang berbeda, pisau terbang yang satu mengarah ke beast tingkat tiga, kadal ekor panjang.


Sedangkan yang satunya bergerak ke arah macam kumbang, yang juga merupakan beast tingkat tiga.


Crebt!


Kadal ekor panjang tewas tanpa bisa melawan, pisau terbang yang sudah dialiri tenaga dalam melesat menusuk kepala beast tingkat tiga tersebut.


Sedangkan macam kumbang berhasil menghindarinya, kecepatan yang dimilikinya membuatnya berhasil menghindari lesetan pisau terbang, meskipun masih sedikit menggores tubuhnya.


Gerakan yang sama dia lakukan berulang kali, sekitar sepuluh beast tingkat tiga mati tanpa bisa menghindar. Zhou Fan melirik ke sekitarnya, menghitung berapa jumlah beast yang tersisa.


Sekitar belasan beast masih tersisa, sedangkan pisau terbang yang Zhou Fan miliki sudah habis tak tersisa.


Merasa bukan masalah, Zhou Fan mengeluarkan pedangnya. Kemudian dengan pedangnya dia melesat cepat kearah beast tingkat tiga, musang berjanggut.


Namun saat jarak keduanya hanya sekitar satu meter, seekor beast datang ke arahnya dengan tiba tiba dan melompat menyerang Zhou Fan.


Zhou Fan melompat menghindar, matanya menyipit saat melihat beast di hadapannya.


"Sial! Aku tak melihat atau merasakan beast ini." Beast yang baru saja menyerang Zhou fan adalah beast tingkat 4, seekor musang berjanggut.


"Sepertinya aku menyerang saudaranya." Zhou Fan mengamati dua musang yang kini tengah menatap tajam dirinya.


Musang berjanggut yang memiliki tubuh agak besar meraung, kepalanya menegak ke atas dengan kaki menghentak ke tanah beberapa kali.


Zhou Fan tak tahu apa yang dilakukan beast tingkat empat itu, tapi dia merasakan sinyal bahaya berbunyi, jantungnya tiba tiba berdetak lebih cepat, merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.


Gruduk....


Beberapa beast yang tadinya berpencar bergerak menuju Zhou Fan, kemudian para beast itu berkerumun setelah beast musang berjanggut meraung sekali lagi.


Zhou Fan memasang wajah jelek, dahinya nampak mengkerut, melihat belasan beast yang berdiri bergerombol di hadapannya.


Eh! Bisa begitu? Zhou Fan berkeringat dingin, sikap tenang yang biasa menjadi ciri khasnya seolah lenyap.


Zhou Fan berpikir, sembari mencari solusi dia terus menatap kumpulan beast dihadapannya.


"Sial! Tak bisa mundur sekarang," Umpat Zhou Fan dalam benaknya.


Musang berjanggut itu setara dengan petaring grand master bintang 6, Zhou Fan masih bisa mengatasinya jika beast itu sendirian, tapi ada sekitar tiga belas beast di sini, Zhou Fan akan kesulitan mengalahkannya.


Wush... Wush...


Pedang Zhou Fan mulai diselimuti api, yang semakin lama semakin membesar.


Tak lama setelahnya Zhou Fan menerjang beast yang menurutnya paling lemah.

__ADS_1


Sreg...


Zhou Fan menggunakan teknik dewa pedangnya dan berhasil mendaratkan luka sayatan pada beast kerbau tingkat 3, meskipun telah ditahan oleh beast itu.


Grauukk....


Beast kerbau itu menjerit kesakitan, dia menggerakkan bedannya, berusaha membalas menyerang Zhou Fan.


Seolah mengerti penderitaan beast kerbau, beast lainnya memasang wajah bengis, dengan gigi runcing yang nampak siap mengoyak mangsanya.


Groar...


Dengan petanda raungan, semua beast itu menyerang Zhou Fan bersamaan.


Zhou Fan melompat menjauh, mencari tempat yang lebih luas. Dia tidak akan di untungkan dalam tempat yang sempit, oleh karena itu dia mencari tempat yang lebih luas.


Beast itu mengejar kemana Zhou Fan bergerak.


Saat Zhou Fan berhenti, beast itu kembali menerjang Zhou Fan.


Seekor beast serigala melompat ke arahnya disertai cakarnya yang tajam.


Tring...


Zhou fan menahannya dengan pedangnya, lalu menghempaskan kaki serigala itu.


Buk buk...


Serigala itu jatuh terguling di tanah.


Serigala itu bangkit, menatap buas Zhou Fan, kemudian kembali menyerang Zhou Fan, tapi kali ini dia tidak menyerang sendiri. Karena bersamaan dengan itu beast musang berjanggut yang agak kecil juga bergerak cepat ke arah Zhou Fan.


Trang srett... Sling....


Zhou Fan berputar dengan teknik pedangnya, tak ada celah yang terdapat dalam gerakannya.


Kedua beast itu jatuh terpental, dan mendapati luka goresan di tubuhnya.


"Huh!" Zhou Fan mendengus lalu menyerang kedua beast yang sudah kehilangan pertahanannya itu.


Crassh... crassh...


Kepala kedua beast tingkat tiga itu terpenggal, dan jatuh menggelinding.


Semua beast semakin menggila melihat di antaranya ada yang tewas. Mereka meraung marah tanpa terkecuali.


Shutt...


Zhou Fan melesat mendekati beast kerbau yang sudah terkena sayatannya.


Seolah merasakan sinyal bahaya, beast itu mendekati beast yang ada di sampingnya.


Tapi pedang Zhou Fan memiliki mata, yang tak akan salah mengenali targetnya.


Srett ...


Brukk.


Tubuh gempal kerbau itu jatuh, membuat sedikit getaran terasa di sekitarnya.


"Sepuluh lagi!" Zhou Fan bergumam, menatap pedangnya yang kini telah terlumur darah beast yang mati di tangannya.


Para beast itu tak lagi menunggu, mereka maju menarjang Zhou Fan. Dari dekat geraman jelas terdengar dari beast beast itu, menandakan kemarahan telah sampai pada puncak ubun-ubun.


Groar..


Beast musang tingkat 4 memimpin di barisan terdepan. Ukurannya yang sebesar orang dewasa tidak membuat beast itu kehilangan kecakapannya dalam berlari.


"Sepertinya akan sulit!" Gerutu Zhou Fan dalam hati.


"Teknik dewa pedang berapi!" Zhou Fan meneriakkan teknik yang ia modifikasi, memberikan nama tekniknya secara asal.


Dengan kelenturan sekaligus gerakan yang sangat tegas, Zhou Fan berputar seperti layaknya seorang penari.


Tidak ada celah sedikitpun, kobaran api menambah kengerian teknik pedang Zhou Fan.


Trang... Traing...


Dengan menggunakan seluruh tenaga dalamnya dia berusaha mengurangi jumlah lawannya.


Bruk... Bruk..

__ADS_1


Satu persatu beast tingkat tiga terjatuh dengan kondisi berbeda, ada yang tanpa kepala, juga ada yang tertusuk area vitalnya. Yang jelas mereka mati.


"Hah hah..." Zhou Fan menghentikan teknik dewa pedangnya.


Kondisi Zhou Fan juga tidak lebih baik dari para beast itu. Dia juga terkena serangan dari beast itu, pakaiannya penuh cakaran, bahkan tak nampak seperti sebuah pakaian, hanya berupa kain sobekan.


Menggabungkan teknik dewa pedang dengan kontrol apinya, menambah beban tenaga dalam yang dia keluarkan.


Glup..


Zhou Fan menelan beberapa pill pemulihan sekaligus.


Tanaganya sekarang telah terisi tidak lebih dari setengah kapasitas penuhnya.


Melihat lawannya yang sekarang hanya tersisa tiga, termasuk beast musang tingkat 4, ia bernafas lega. Ia hanya perlu memacu tubuhnya agar bisa bertarung beberapa saat lagi.


"Sekali lagi!" Ucap Zhou Fan dengan nada sedikit serak.


Zhou Fan mengeratkan genggaman pedangnya, lalu kembali menerjang beast beast itu.


Ketiga beast itu juga mengalami beberapa luka di tubuh mereka, hal itu yang mambuat Zhou Fan semakin yakin.


Hiat!


Zhou Fan berteriak, dia bertaruh untuk kemenangannya, dengan bermodalkan tekad serta nyawanya dia maju menyerang.


Dengan menggunakan teknik yang sama, teknik dewa pedang, dia menyerang brutal ketiga beast itu.


Zhou fan semakin menikmati pertarungannya, bahkan pemuda itu tak menghiraukan luka pada tubuhnya.


Tidak diragukan lagi ketiga beast itu kewalahan menghadapi Zhou Fan yang tengah menggila, terlarut dalam pertarungan.


Perlahan tapi pasti, kedua beast tingkat tiga ambruk, dengan tubuh penuh sayatan, seolah mereka dikuliti oleh Zhou Fan.


Bruk..


Sekarang lawannya hanya tersisa beast musang berjanggut tingkat 4.


Zhou Fan melesat cepat, ia ingin segera menghabisi beast musang itu. Pedangnya terangkat, kemudian menayunkannya dengan sangat cepat.


Sambil mengayunkan pedangnya, Zhou Fan merapalkan jurus tebasan ganda dan diarahkan kepada beast musang berjanggut.


Hiat..


Swush.... Duar!


Siluet tebasan mengarah ke beast musang berjanggut dan meledak seketika saat bertabrakan dengan tubuh beast musang berjanggut.


Beast musang berjanggut yang memang sudah terluka tak sempat menghindari jurus tebasan ganda. Dan akhirnya harus rela terpental beberapa meter.


Zhou Fan tak hanya diam menunggu, dia ikut menerjang memburu beast musang berjanggut dengan pedang nenodong ke dapan.


Crash.. brug..


Kepala beast musang berjanggut terpisah dari tubuhnya dan bersamaan dengan itu tubuhnya terjatuh ke tanah.


Melihat beast musang berjanggut tewas, Zhou Fan dengan segera mengambil sikap duduk bersila dan mulai memejamkan matanya, tapi sebelum itu dia menelan beberapa pill pemulihan terlebih dahulu.


Tak lama kemudian Zhou Fan berdiri dari duduk lotusnya, lalu menghampiri semua mayat beast yang telah ia kalahkan dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.


Zhou Fan mendekati kolam, ia dapat merasakan aura kuat dari dasar kolam.


"Disekitarnya saja aku sudah merasakan aliran darahku bergejolak. Mungkin di bawah terdapat sebuah barang berharga, aku harus menyelaminya."


Byur..


Tanpa pikir panjang Zhou Fan melompat terjun ke kolam.


"Sepertinya aku dapat merasakannya, ada yang menarikku ke suatu arah." Zhou Fan bergumam dengan kening mengerut.


Merasa ada yang menariknya Zhou Fan terus menyelam, dengan bimbingan aura kuat yang dia rasakan dia berusaha bergerak terus ke bawah.


Saat sampai di dasar kolam, Zhou Fan dapat dengan jelas merasakan dari mana asal aura kuat itu. Namun Zhou Fan masih belum melihatnya dengan jelas, benda apa yang mengeluarkan aura kuat tersebut.


Zhou Fan mendekat, semakin dekat dengan benda itu semakin kuat aura yang ia rasakan.


Matanya membulat sempurna saat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya mengeluarkan aura kuat dari dasar kolam.


Sebuah permata indah yang mancarkan cahaya kebiruan, membuat permata itu semakin mempesona.


"Kristal Aurora!!" Tanpa sadar Zhou Fan bergumam.

__ADS_1


__ADS_2