
"Sepertinya tepat waktu," Gumam Zhou fan saat melihat bagitu banyak orang mulai rusuh di sekitar arena.
"Dia masih bisa sangat santai saat semua orang lelah menunggunya, benar benar bocah ini." Patriark Qing menggeleng mendengar gumaman Zhou Fan.
"Mohon pengertiannya, pihak lawan mungkin belum siap mengakui kekalahannya. Jadi beri dia waktu sedikit lagi." Patriark Yu berkata seolah membela Zhou Fan tapi nampak jelas dia merendahkan Zhou Fan.
Suasana yang tadinya rusuh berangsur membaik, tapi mereka nampak masih memasang wajah kecewa, sampai siluet pemuda melesat naik ke atas arena.
"Kalah menang siapa yang tahu?! apakah kau mewakili suara anakmu untuk menyerah, Patriark Yu..." Zhou Fan membalik ejekan dari Patriark Yu.
Patriark Yu sangat marah, benar benar marah. Wajahnya merah padam mendengar ejekan Zhou fan. Apalagi pemuda itu mengejeknya dihadapan ratusan orang.
Tapi Tuan kota lebih dahulu memberikan tanda untuk tak memperpanjang masalah sepele tersebut.
Sepele? Menurutnya masalah ini bukanlah masalah sepele. Menyangkut wibawanya sebagai Patriark klan Yu dikatakan sepele, ia sungguh tidak terima.
Berniat membantah? tapi dia tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya.
Dengan terpaksa Patriark Yu mengikuti kemauan tuan kota.
"Ini adalah duel tertulis, antara Yu San dengan Zhou Fan." Tuan kota mulai membaca perjanjian duel yang memang sudah disetujui kedua belah pihak.
"Tidak ada larangan khusus, tapi dilarang keras membunuh."
"Untuk kesepakannya, aku rasa kedua belah pihak sudah mengetahui dari awal. Jadi, aku hanya bisa mengatakan 'silakan dimulai'." Tuan Kota Kapur Putih memberikan tanda untuk kedua pihak bersangkutan untuk bersiap memulai duel.
Tak basa basi, keduanya mulai memasang kuda kuda dan bersiap menerjang.
Hiat....
Yu San tak lagi sungkan, dia dengan dua pedang pendeknya melesat ke arah Zhou Fan dengan cepat.
Yu San menebaskan pedangnya lurus ke bawah, seakan akan hendak menabuh genderang.
Zhou Fan menempatkan pedangnya setinggi kepala untuk menghalau serangan Yu San.
Trang...
Kedua senjata beradu mesra meninggalkan suara nyaring di telinga semua orang.
Zhou Fan mengangkat tangannya yang membawa pedang, sehingga membuat kedua pedang pendek Yu San terpental sekaligus dengan orangnya.
Yu San terdorong beberapa langkah, dia masih dalam posisi lengah.
Zhou Fan tak menyia-nyiakan kesempatan, dia melompat sambil menggenggam erat pedangnya.
Trang....
Upaya Zhou Fan untuk memberikan goresan kepada Yu San lebih dulu di antisipasi dengan menyilangkan pedang gandanya.
Yu San mundur, mengambil jarak beberapa langkah untuk mengkondisikan tapakan kakinya.
Tapi tak semudah itu, Zhou Fan terus mengincarnya, kemana dia bergerak Zhou Fan tak membiarkannya mengambil nafas.
Duar...
Ledakan jurus Zhou Fan yang berhasil dihindari oleh Yu San.
__ADS_1
"Sial! Dia sunggu kuat," Batin Yu San, dia tidak tahu bahwa Zhou Fan masih menyimpan kekuatannya, bahkan pemuda itu masih belum mengeluarkan setengah dari kekuatan aslinya.
Sementara itu, Zhou Fan memasang wajah serius, meskipun dia hanya berpura pura melakukannya.
Dia berpikir, Yu San akan lari jika tahu kekuatan yang dia miliki, dia memasang wajah serius supaya lawan berpikir dia sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Andai Yu San tahu apa yang dipikirkan Zhou Fan mungkin dia dengan cepat kalah, karena dia mungkin akan seketika tak sadarkan diri mengetahui Zhou Fan memandang dirinya dengan begitu rendah.
"Hei kanapa kalian diam saja, kami tak ingin melihat patung berdiri, kami ingin melihat sebuah aksi." Para penonton mengeluhkan pertarungan yang tiba tiba berhenti.
Yu San kembali fokus dengan lawannya, lalu dia bergerak maju dengan cepat.
Yu San melepaskan tebasan menyilang dengan kedua pedangnya, yang kiri ke kanan dan yang kenan ke kiri.
Zhou Fan melompat menghindari guntingan pedang Yu San, kemudian dengan bantuan pedang Yu San, Zhou Fan melompati Yu San dan mendarat rapat di belakang Yu San.
Yu San membalikkan badannya sambil melakukan tebasan brutal.
Zhou Fan tak lagi menghindar, dia menangkis pedang ganda Yu San dengan sebilah pedangnya.
Trank...
Kaki Zhou Fan tak tinggal diam, kakinya melesat menendang perut Yu San dan dengan telak mengenai pemuda itu.
Brukk..
Yu San jatuh terduduk, lalu mengerang menahan sakit di bagian perutnya.
Sebagian penonton bersorak senang, namun sebagian lagi mengaduh kecewa.
Bagaimana mungkin, ini tidak sesuai dengan apa yang dia perkirakan.
Wajah anggota Klan Yu lainnya juga nampak tak sedap dipandang.
Berkebalikan dengan raut sedih Klan Yu, di tempat Klan Qing, semua bersorak ria menyambut hantaman Zhou Fan.
Yu San kembali berdiri, suasana yang tadinya riuh kembali sunyi, tegang dengan kelanjutan pertandingan.
Mengepal erat tangannya, kemudian meraih pedang yang tak jauh darinya.
"Brengsek!!" Yu San menyerang dengan penuh amarah menyertainya.
Trang.... Tring....
Zhou Fan masih saja menahan kekuatannya, dia mencoba terus dalam posisi bertahan.
Tapi semua orang salah mengira apa yang dilakukan Zhou Fan, mereka kira Yu San telah berhasil mendesak Zhou Fan ke dalam posisi bertahan.
Pendukung Yu San yang tadinya nesu mulai sumringah, termasuk Patriark Yu yang kini tengah tertawa puas.
"Itu baru putraku, hahaha...," Serunya.
Sedangkan anggota Klan Qing tak terlihat khawatir, karena mereka semua tahu kamampuan menantu tetua kedua mereka.
Trang...
Pedang keduanya beradu, wajah mereka nampak sangat dekat.
__ADS_1
"Kenapa kau terus mundur?" Yu San berkata pelan, tapi seringai di wajahnya nampak jelas menghina Zhou Fan.
"Heh.." Zhou Fan mendengus.
"Kemana wajah sok kuatmu, ha?!" Yu San kembali memanasi Zhou Fan.
Sling...
Zhou Fan menangkis ke atas pedang ganda Yu San.
Tapi dengan cepat Yu San kembali mendekat sambil menyarangkan beberapa tebasan beruntun.
Tapi tak ada yang bisa mengenai tubuh Zhou Fan, meskipun hanya pakaiannya semata.
"Saatnya mengakhirinya," Gumam pelan Zhou Fan, tapi masih bisa terdengar oleh Yu san.
"Ingin mengakhirinya? Kau sangat memandang tinggi dirimu sendiri." Yu San berkata sinis.
"Tak percaya, kau bisa menantikannya," Ucap Zhou Fan tak peduli.
Shut....
Zhou Fan bergerak cepat, melebihi kecepatannya sebelumnya, padahal dia masih menggunakan sekitar 60 persen kekuatannya.
Trang.... Tring...
Zhou fan semakin agresif, membuat Yu San jatuh bangun menghadapinya.
Sekali lagi semua orang terkejut melihat keadaan kembali berbalik.
Apakah Zhou Fan hanya memberikan kesempatan kepada Yu San? Semua orang mulai berpikir sama.
Sedangkan Patriark Yu mulai memasang wajah tak bersahabatnya. Melihat anaknya terpontang panting meladeni serangan Zhou Fan membuatnya tak sadar meremukkan pegangan kursi tempatnya duduk.
Trang.... Srettt!
Akh...
Sebuah sebetan pedang tertanam pada perut Yu San.
Yu San hanya bisa berteriak sambil terus bertahan dari gempuran serangan Zhou Fan.
Sungguh ia tak percaya akan dikalahkan oleh pemuda segenerasinya, bahkan lebih muda darinya.
Trang... Tring....
Meskipun tubuhnya dipenuhi luka sayatan, Yu San tak mau menyerah, itu membuat Zhou Fan semakin senang melesatkan sabetan pedang kepadanya.
Yu San tak sanggup lagi, pemuda itu sudah akan jatuh tapi Zhou Fan memberikan salam perpisahan kepadanya.
Jrep..
Tusukan sangat fatal mendarat di atas pinggang Yu San.
Zhou Fan segera menarik pedangnya dan membuat Yu San terjatuh seketika.
"Kau tak layak menjadi lawanku!"
__ADS_1