Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 121 : Situasi Sulit


__ADS_3

Dua hari telah berlalu...


Sekarang adalah hari yang Zhou Fan tunggu, pelelangan akan dilaksanakan hari ini.


Zhou Fan masih berada di penginapannya, meskipun pagi telah datang, tak membuat pemuda itu bangun dari ranjangnya.


Seolah sangat menikmati waktu santainya Zhou Fan tak kunjung bangun, padahal pelelangan akan di mulai beberapa jam dari sekarang.


Beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu yang membuat sang tuan rumah bangun dan membukakan pintu ruangannya.


Dengan nyawa yang masih belum penuh sepenuhnya, Zhou Fan berjalan menuju pintu dengan langkah sempoyongan.


"Siapa yang datang begitu pagi?" Zhou Fan menggerutu dengan mata yang masih terpejam.


Kriekk...


Pintu terbuka dan dapat terlihat jelas seorang wanita muda berdiri dengan ekspresi mengeluh.


"Kenapa begitu sulit bagimu untuk bangun pagi?" Wanita muda itu memarahi Zhou Fan layaknya anak kecil.


"Lin'er, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhou Fan sambil menyenderkan tubuhnya di pembatas pintu.


"Kau sungguh keterlaluan, kau bahkan melupakan janjimu." Wanita muda yang tak lain Wei Guanlin itu mendengus kesal.


Zhou Fan diam sambil mengingat janji yang dimaksud Wei guanlin, tangannya sibuk mengurut dagunya.


"Aku ragu kau adalah pria yang sama saat mengatakan kau akan selalu memegang janjimu," cibir Wei Guanlin.


Setelah berpikir seberapa lama, Zhou Fan menemukan sesuatu dalam ingatannya.


"Ah ... Tentu aku tak melupakannya, bahkan aku sudah bersiap sebelum matahari bersinar, tapi aku tak sadar malah terlelap lagi," jawab asal Zhou Fan, dia berdiri tegak dengan memasang wajah meyakinkan.


Cih!


Wei guanlin tak lagi peduli alasan yang terlalu dibuat buat tersebut, sangat jelas kekasihnya baru saja bangun dari tidurnya.


Dua hari lalu, Zhou Fan mengajak Wei Guanlin untuk pergi ke acara lelang, Zhou Fan berjanji membelikan satu barang untuknya.


Zhou Fan mengatakan akan menunggu Wei Guanlin di tempat sebelumnya, namun sampai Wei Guanlin karatan, Zhou Fan tak kunjung datang.


Wei Guanlin yang sudah lelah menunggu memutuskan untuk mendatangi Zhou Fan di penginapannya, karena dia mempunyai firasat pemuda itu masih bersenang senang dalam alam mimpinya.


Beruntung Wei Guanlin sudah mengetahui di mana penginapan Zhou Fan berada, jadi dia tak perlu lagi membuang terlalu banyak waktu.


Keduanya kini berjalan berdampingan layaknya pasangan yang telah ditakdirkan langit.


Mereka memasuki pintu paviliun obat dengan diiringi pandangan kagum oleh beberapa orang.

__ADS_1


Penampilan Zhou Fan yang berbeda dari sebelumnya, saat memasuki paviliun obat, membuat orang tak akan percaya bahwa dia merupakan pemuda yang memakai pakaian kumal beberapa hari yang lalu.


Lontaran pujian tak ketinggalan mereka lesatkan.


Zhou Fan memakai pakaian serba biru yang membuatnya semakin menawan, Wei guanlin juga berpakaian biru tapi warnanya lebih cerah dibandingkan Zhou Fan yang berwarna biru laut.


Dari kejauhan mereka layaknya seorang dewa dan dewi, meskipun Wei Guanlin memakai cadar, mereka masih dapat mengetahui kecantikan yang terpancar keluar darinya.


Bersamaan dengan itu seorang wanita menyapa keduanya, lebih tepatnya menyapa Zhou Fan.


"Fan?"


Zhou Fan menyambutnya dengan tersenyum, kemudian mengandeng tangan Wei Guanlin untuk berjalan mengarah ke wanita muda yang sudah menjadi temannya.


"Xiaoyu, kebetulan kau berada di sini." Zhou Fan menyambut hangat kedatangan Zhang Xiaoyu.


Dalam hati Wei guanlin tiba tiba merasakan panas, meskipun sudah mengetahui dari kekasihnya bahwa dia berteman dengan Zhang Xiaoyu, dia tetap merasa risih jika di dekatnya.


"Xiaoyu, ini adalah Lin'er. Dan Lin'er ini.. " Sebelum Zhou Fan mengatakan identitas Zhang Xiaoyu, Wei guanlin terlebih dahulu menyela.


"Nona Zhang, Zhang Xiaoyu, murid sang alkemis agung. Aku sudah mengenalnya." Wei guanlin berucap dengan nada sedikit tak enak di dengar.


"Tuan putri, memang tak sungkan," balas Zhang Xiaoyu.


Zhou Fan tak bisa untuk tetap tenang, dia menoleh bergantian antara kedua wanita di antaranya. Kemudian menghela nafas panjang.


Sepertinya akan menjadi masalah besar, pikir Zhou fan.


"Ternyata kalian sudah saling mengenal." Zhou Fan berkata dengan nada canggung.


Zhou Fan merasa hubungan keduanya sudah sangat dalam, entah hubungan apa yang terjadi diantara mereka, yang pasti sudah sangat dalam.


Bahkan Zhang Xiaoyu dengan cepat mengetahui Wei Guanlin lah yang berdiri di hadapannya, bahkan tanpa membuka cadar gadis itu.


"Tentu saja, siapa yang tak mengenal tuan putri Kekaisaran, meskipun memakai cadar, aku masih bisa mengenalinya." seru Zhang Xiaoyu dengan bangga.


Hng...


Wei guanlin hanya mendengsu sambil memalingkan wajah kesal.


"Lantas apa yang membuat putri Wei kemari, apakah lelang begitu menarik untuk tuan putri?" tanya Zhang Xiaoyu.


"Aku datang dengan kekasihku, apakah anda keberatan Nona Zhang?!" Wei Guanlin menekan kata kekasih dengan sengaja.


Wei Guanlin ingin menunjukkan kepada Zhang Xiaoyu bahwa Zhou Fan adalah miliknya.


Zhang Xiaoyu tersenyum penuh arti, kemudian kembali bersikap seperti biasa.

__ADS_1


"Oh... Apakah yang kau maksud adalah Fan?!" Zhang Xiaoyu berkata dengan nada di buat terkejut.


Sebenarnya dia sedah menduganya saat melihat mereka berdua berjalan beriringan.


"Fan, kau tak memberitahuku kau mempunyai seorang kekasih putri kaisar." Zhang Xiaoyu meraih lengan Zhou Fan.


Sedangkan Zhou Fan hanya menggaruk tungkuk kepalanya yang tak gatal.


Melihat itu, Wei guanlin meradang, dan dengan cepat menghempaskan tangan Zhang Xiaoyu, bahkan tak membiarkan gadis itu bereaksi untuk menghindar.


"Ah... Bisakah tuan putri tidak begitu kasar, aku hanya..." Sebelum masalah semakin meluas, Zhou Fan menghentikan Zhang Xiaoyu untuk berkata lebih.


"Apakah kau tak bisa menghentikannya?" Zhou Fan menatap serius Zhang Xiaoyu.


"Kau ini, aku tak akan memiliki kesempatan lain untuk menyaksikan tuan putri kita bersikap demikian." Zhang Xiaoyu mengedipkan matanya ke Wei Guanlin.


Wei Guanlin baru sadar, bahwa dia telah dipermainkan, dia hanya mendengus dan memalingkan wajah untuk mengurai rasa malu.


"Aku sudah mengatakannya, aku dan Zhang Xiaoyu hanya teman," seru Zhou Fan pelan di samping telinga Wei Guanlin.


"Kau tak perlu khawatir tuan putri, aku dan Fan hanya sebatas teman, tapi jika kau menyetujuinya aku tak keberatan berbagi denganmu," ucap Zhang Xiaoyu tanpa peduli tatapan tajam Wei Guanlin sudah terarah kepadanya.


"Kau tak perlu mendengar omong kosongnya." Zhou Fan menarik Wei Guanlin menuju tempat lelang.


Puft...


Zhang Xiaoyu sungguh senang bisa menyaksikan sisi lain Wei guanlin yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Bagaimana kau mendapatkan tempat utama dalam lelang ini?" Wei Guanlin bertanya pada Zhou Fan sambil terus berjalan, meninggalkan Zhang Xiaoyu yang masih di belakang.


Untuk mendapatkan ruang utama dalam lelang paviliun obat bukanlah hal mudah, terutama yang bukan dari keluarga bangsawan atau sakte besar.


"Kau tahu, priamu ini memiliki hubungan dengan orang dalam," seru Zhou fan dengan bangga.


Orang dalam?


Dahi Wei guanlin mengernyit, apakah Zhang Xiaoyu adalah yang dimaksudnya orang dalam?


"Kau jangan berpikir macam macam, bukan Xiaoyu yang kumaksud." Zhou Fan menyentil dahi Wei Guanlin.


Auh...


"Tapi Ketua Sin Taihan. Dia sendiri yang memberikan tempat ini kepadaku." tambahnya.


Owh..


Wei Guanlin mengangguk sambil mengelus dahinya yang di sentil Zhou Fan.

__ADS_1


Tak lama lelang tersebut di mulai, bersamaan dengan seorang pria paruh baya menaiki panggung dan memimpin jalannya lelang.


__ADS_2