Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 235 : Mengungkap Kedok Sekte Pengobatan


__ADS_3

"Siapa kau anak muda, tidak seharusnya kau memotong antrian." Pria berpakaian serba hijau bertanya dengan wajah ramah.


Senyum terus mereka pancarkan, tapi hal itu tampak sangat mengesalkan di mata Zhou Fan.


Zhou Fan yang berada di atas panggung, dengan cepat melipat lengan pakaian. Dia lalu mendekat dan mengisyaratkan agar segera diperiksa.


"Sepertinya kau sangat tidak sabaran, tapi baiklah jika kau memaksa." Pria berpakaian serba hijau berkata dengan helaan nafas pasrah.


Pria berpakaian serba merah menyipitkan mata menatap lekat Zhou Fan, dia semacam tak asing dengan pemuda yang sekarang berdiri di hadapannya.


Dia mencoba mengingat, tapi tetap saja tidak ada hasil yang dia temukan. Pria paruh baya itu lalu menyimpulkan, bawah Zhou Fan merupakan salah satu penduduk yang datang karena mendengar perkataannya.


"Kau sudah terjangkit wabah kurang lebih tiga minggu, ini sangat buruk. Kau harus segera mengkonsumsi pill penyembuh ini." Pria berpakaian serba hijau melambai dan memberikan pill berwarna coklat pudar ke tangan Zhou Fan.


Zhou Fan tersenyum sinis dalam hati. Sangat jelas mereka adalah penipu, Ini adalah hari pertama dia datang ke desa ini, tapi dengan sangat percaya diri pria berpakaian serba hijau mengatakan bahwa dia telah terjangkit.


Dan yang lebih parahnya, pria paruh baya itu menyertakan jangka waktu terjangkitnya, dan yang dikatakan salah besar.


Zhou Fan sampai tak habis pikir, bagaimana para penduduk desa bisa percaya akan bualan sekte pengobatan.


Dia mulai berpikir, penduduk desa telah amat sangat putus asa, sampai mereka tak dapat menilai suatu yang masuk akal.


Ketetapan hati Zhou Fan semakin kuat, sebelumnya dia tidak mau percaya akan cerita Rogue, dan dia hanya merasa ini hanyalah kebetulan.


Namun, setelah melihat bagaimana cara mereka memeriksa, dugaan telah menjadi kepastian.


Zhou Fan menerima pill berwarna coklat itu, semua mata memandangnya dengan tatapan mengancam.


Mungkin mereka masih tidak terima karena telah diterabas antriannya. Memang sangat tidak mengenakkan saat sudah lama mengantri, dan ada seseorang yang baru datang menerobos antrian, apalagi jika yang menerobos mendapat layanan.


Zhou Fan tak langsung menelannya, tangan lain melambai dan mengeluarkan air dalam wadah tong.


Tanpa aba aba dia menjatuhkan pill ke lantai panggung, dan air dalam tong menyiram pill hingga percikan air membasahi panggung.


Pria berpakaian serba hijau mendelik melihat hal itu, wajahnya benar benar memerah marah.


Pria berpakaian serba merah tak kalah dongkol, bahkan tangannya sudah bersiap melayang dan mengibas kepala Zhou Fan.


Namun, sebelum keduanya bertindak lebih lanjut. Teriakan semua orang memadatkan halaman kediaman.


"Sialan! Jika kau tak mau tak perlu datang, kenapa kau mensiakan pill yang amat sangat berharga?!"


"Dasar tidak tahu malu! Sudah diberi penawar, tapi malah dibuang!"


Sumpah serapah masih terus mereka lontarkan, dalam pandangan mereka, Zhou Fan merupakan sosok yang tak tahu terima kasih.


Bagaimana bisa, seorang yang akan ditolong melakukan hal seperti itu. Sungguh tak tahu diri.


Zhou Fan tak menanggapi untaian kata yang terus menyerang dirinya. Setidaknya tidak lama lagi.


Pill berwarna coklat di lantai, perlahan hancur dan mulai bergerak. Zhou Fan menyeringai melihat hal itu.

__ADS_1


"Lihat baik baik! Apa yang ada di dalam pill, apakah kalian masih berpikir bahwa mereka adalah seorang penolong?" Zhou Fan berteriak lantang.


Semua mata memandang ke tangan Zhou Fan yang kini memegang pill yang diberikan oleh pria berpakaian hijau.


Mata mereka terbelalak ketika terdapat belatung yang bergerak melepaskan diri dari pecahan pill.


"Itu belatung!"


Seorang dari bawah berteriak histeris dengan wajah merinding, beberapa orang bahkan muntah ketika membayangkan akan memakan pill berisi belatung.


"Ternyata sekte pengobatan berniat tercela! Aku tak mengira tersembunyi niat jahat di balik nama mereka yang luhur."


"Tak beradab! Aku tarik semua perkataan ku yang sempat menyanjung sekte pengobatan."


Sekali lagi para penduduk desa bergemuruh, bukan mencerca Zhou Fan, melainkan berbalik mendukung pemuda itu.


"Sialan! Beraninya kau mengacau!"


Prang!


Pria berpakaian serba merah mengeluarkan golok dari sarung dan dengan cepat menebas Zhou Fan, tapi gerakan pemuda itu tak bisa dibilang lambat.


Mengetahui gerik pria berpakaian serba merah, Zhou Fan menyambar pedang darah malam dan menangkis serangan golok.


Sambil menangkis, Zhou Fan melompat menjauh dari kerumunan. Pria berpakaian merah mengejar memburu dengan wajah marah.


Trang... Trang...


Zhou Fan terus bergerak sambil menghadang laju golok yang terus membabat mengincar tubuhnya.


Awalnya pria berpakaian merah masih dapat menahan, tapi perlahan mulai kewalahan.


Ck..


Pria berpakaian merah melompat mundur karena merasa tak diuntungkan, masih di udara dia mengayunkan goloknya.


"Golok Api!"


Api menyambar bagai ular, Zhou Fan melompat berguling ke samping. Tidak sampai di sana, Zhou Fan menebas dua kali sambil bergumam 'tebasan ganda'.


Baamm!


Dua siluet tebasan muncul dan langsung menghantam tubuh pria berpakaian merah yang masih melayang.


Tubuh pria berpakaian merah terpental beberapa meter, tapi dia masih dalam keadaan berdiri.


Para penduduk segera menjauh, karena mereka sadar tidak bisa berbuat banyak walau membantu.


Pria berpakaian hijau yang melihat saudaranya dalam posisi tidak menguntungkan dengan spontan melompat menghadap Zhou Fan.


Tapi saat dia akan menyerang, suara cempreng terdengar menantang. "Lawan mu adalah aku, pria jahat!"

__ADS_1


Pria berpakaian hijau sontak menoleh ke arah samping, di sana sudah berdiri seorang gadis muda dengan jubah longgar berwarna hitam.


"Lebih baik kau tak macam macam, apa kau kira aku tak berani mengangkat tangan untuk seorang gadis kecil sepertimu?!" Pria berpakaian hijau tak lagi menampilkan senyum penuh keramahan, wajahnya terlihat bringas dengan pandangan mata tajam.


Huh..


Rogue tak menjawab, dia mengangkat tangan kanannya, dan dengan itu lebah jarum terbang keluar dari jubahnya.


Mata pria berpakaian hijau sekali lagi melebar, tak mengira gadis kecil yang dia anggap tak berdaya, dapat memanggil pasukan yang amat mengerikan.


Ngung... Ngung...


Lebah berdengung mengepung jalan, dari bawah lebah lebah itu terlihat bagai awan hitam yang akan mendatangkan badai.


Rogue mengangkat tangan kirinya, sekarang kedua tangan terangkat ke atas. Merasa lebahnya sudah keluar seluruhnya, Rogue lalu mengibaskan kedua tangan bersamaan.


Lebah jarum memasang posisi, mereka bersatu membentuk tombak besar. Dengan sekali ayunan tangan, tombak bergerak menghantam pria berpakaian hijau.


Bruzz...


Sebelum tombak lebah mengenai pria berpakaian hijau, pria paruh baya itu menyilang kan pedang ganda di depan dada dan mengeluarkan sebuah jurus yang memaksa lebah menyebar.


Meskipun serangan pertama tak berhasil, Rogue kembali membangun formasi lebahnya.


"Formasi badai!" Dia memutar tangan, membuat lebah berputar bagai badai.


Pria berpakaian hijau yang berada di dalam kepungan badai buatan, dengan pertimbangan besar menancapkan kedua pedang di tanah.


Blar!


Tanah berhamburan dan bersamaan dengan itu lebah lebah menghindar. Setelah lepas dari kurungan, pria berpakaian hijau melesat mengincar Rogue.


Pedang ganda berputar saat ingin menebas leher, mata pria paruh baya berbinar senang, seolah sangat yakin akan berhasil membunuh Rogue.


Trang....


Namun, dengan bantuan lebah jarum yang membentuk perisai, gadis cilik itu berhasil menahan serangan.


"Tebasan jarum!" Rogue berteriak sambil mengangkat tangan kanan, sedang tangan kiri melayang di depan dada.


Ribuan lebah itu membentuk pedang dan dengan cepat menebas pria berpakaian hijau.


Tak ayal kejadian yang sangat mengejutkan membuat pria berpakaian hijau tak sanggup menghindar.


Brak!


Tubuhnya menabrak panggung hingga hancur, tubuhnya tertimbun reruntuhan.


"Mengerikan!"


Pria berpakaian merah bergumam memperhatikan temannya terbang melayang menghantam panggung.

__ADS_1


Zhou Fan yang juga memperhatikan Rogue mendengar gumaman pria berpakaian merah, dia lalu menoleh dan mengangguk.


"Memang mengerikan!"


__ADS_2