
Pada akhirnya Zhang Xiaoyu mengajaknya ke sebuah rumah makan. Gadis itu tak mengharapkan apapun di paviliun obat, dia lebih mengajak Zhou Fan untuk makan di sebuah rumah makan.
"Padahal aku akan mencari beberapa tanaman herbal, kenapa malah makan di sini?" Zhou Fan menggerutu tak bersuara.
"Kenapa kau tak memakannya?" Zhang Xiaoyu bertanya setelah melihat Zhou Fan hanya mengaduk sup di mangkuk miliknya.
"Apakah kau tak menyukai makanan jenis sup? Kalau begitu biar kupesankan lagi."
Zhang Xiaoyu berdiri hendak memanggil pelayan, namun Zhou Fan segera menarik tangan Zhang Xiaoyu agar gadis itu kembali duduk.
"Tidak perlu, hanya saja aku sedikit kenyang," ucap Zhou Fan dengan tangan mengelus perutnya.
"Owh..." Zhang Xiaoyu kembali duduk dengan tenang.
"Aku kira kau tak menyukai sup ini, sup di rumah makan ini sangat terkenal akan kenikmatannya." Zhang Xiaoyu berkata dengan antusias.
Sedangkan Zhou Fan hanya menyimak dengan sesekali menyuapkan sup ke dalam mulutnya.
Rumah makan pelangi, itulah nama rumah makan yang mereka berdua datangi.
Mereka berdua berada di lantai paling atas rumah makan tersebut yang hanya ditempati oleh kalangan tertentu.
Rumah makan pelangi terdiri dari 3 lantai, yang masing masing lantai di khususkan untuk pengunjung beda kalangan.
Lantai satu untuk umum, dua untuk kalangan menengah seperti kultivator, dan saudagar, sedangkan untuk lantai tiga diperkenankan untuk orang kalangan atas yang memiliki latar belakang kuat.
Zhou Fan dan Zhang Xiaoyu dapat naik ke lantai tiga tak lain karena status Zhang Xiaoyu yang merupakan murid sang alkemis agung.
Uhuk... Huk...
Karena keasikan bercerita saat makan, Zhang Xiaoyu tersedak.
Zhou Fan dengan sigap menyodorkan minuman yang berada di atas meja.
"Hati hati, kau ini begitu ceroboh." Zhou Fan menoyor dahi Zhang Xiaoyu.
Sedangkan Zhang Xiaoyu hanya cengengesan tak jelas.
.......
"Ketua, apakah kau sungguh tak memiliki rumput jendral?" tanya Zhou Fan pada Ketua Sin.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan dengan rumput itu," tanya balik Ketua Sin.
Sini Taihan bertanya karena dia mengetahui kegunaan rumput tersebut.
__ADS_1
Rumput jendral merupakan tanaman herbal yang tergolong langka. Meskipun tak selangka teratai yang Zhou Fan dapatkan terakhir kali, rumput jendral juga tak semudah itu di dapatkan.
Dan semua orang tahu, rumput jendral adalah bahan penting untuk membuat pill kultivasi tingkat lima, atau enam.
Sin taihan yang merupakan alkemis bintang empat tentu sangat kenal dengan rumput jendral.
Meskipun begitu, pill kultivasi tingkat ke enam adalah batasnya, dia tak sanggup untuk mengolah pill kultivasi tingkat ke-tujuh.
Sin Taihan menatap Zhou Fan dengan pandangan menyelidik.
"Apakah kau seorang alkemis?" tanya Sin Taihan.
Zhou Fan tersenyum canggung, dia mengangguk sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.
"Tapi, akan kau pergunakan untuk apa rumput jendral?" Sin Taihan kembali bertanya.
Taihan dak mungkin kan dia seorang alkemis bintang tiga bahkan empat!
Sin Taihan merinding membayangkan pemuda dihadapannya merupakan seorang alkemis bintang tiga.
"Mm.... Untuk pill tingkat dua, pill kondensasi," jawab Zhou Fan bohong.
Dia tak mungkin mengatakan bahwa dia merupakan seorang alkemis bintang tiga, dan akan mengolah pill kultivasi tingkat lima.
Mungkin Ketua Sin akan muntah darah mendengarnya jika dia tahu kebenaran sesungguhnya.
"Aku sungguh tak mempunyainya, tapi jika kau ingin mendapatkannya, kau harus mengikuti lelang yang akan segera dilaksanakan beberapa hari dari sekarang." Sin Taihan memberitahu Zhou Fan tentang lelang.
"Kau harus menyiapkan koin emas yang tidak sedikit, mungkin ribuan, bahkan puluhan ribu untuk mendapatkannya...," tambahnya lagi.
Zhou Fan mengangguk, andai persediaan rumput jendral di dalam cincinnya masih ada, dia tak akan mencari dengan begitu serius.
Meskipun masih tersisa banyak sekali tanaman herbal dalam cincinnya, tak ada sedikitpun rumput jendral yang tersisa.
Zhou Fan pergi mencari penginapan, dia sebenarnya ditawari Katua Sin untuk menginap sampai hari pelelangan, tapi Zhou Fan menolak halus niat baik Sin Taihan.
***.....
Tiga hari berlalu....
Pelelangan masih dua hari lagi, apa yang harus aku lakukan? pikir Zhou Fan dengan wajah malas.
Di depan penginapan dia melihat beberapa orang tengah antusias bergosip, entah apa yang mereka perbincangkan, Zhou Fan hanya menggeleng sambil berjalan masuk tanpa menghiraukannya.
Tapi langkah kakinya terhenti saat mendengar mereka berkata sebuah turnamen.
__ADS_1
Zhou Fan mendekat, dan mulai ikut berkerumun.
"Turnamen tahun ini pasti akan sangat menarik," seru salah satu pemuda.
"Ya, karena jenius sakte sakte ternama akan bertanding satu sama lain. Aku tidak sabar melihat siapa yang keluar sebagai jawaranya," tambah pemuda di sampingnya.
"Kapan turnamen tersebut akan dilaksanakan?" Salah satu pemuda yang baru saja datang ikut berauara.
"Apakah sungguh tak mengetahuinya? Seluruh murid sekte dari sekte besar sampai sekte kecil mengetahuinya. Turnamen akan dimulai beberapa saat lagi, di sekte pedang suci. Tapi untuk pertarungan menegangkan pasti terjadi di akhir, aku akan melihat yang menegangkan saja."
Pemuda yang terlihat memakai pakaian murid salah satu sekte berkata dengan bangga, memperlihatkan keistimewaan yang dia miliki sebagai salah satu murid sekte.
"Aku menantikan pertandingan tuan putri, dia pasti mewakili sekte pedang suci pada turnamen ini."
"Selain jenius dia juga terkenal akan kecantikannya. Pria mana yang tak menyukainya saat melihat seorang jenius dengan wajah cantik bak dewi."
"Tapi siapa yang tidak tahu bahwa putra perdana menteri yang juga merupakan jenius dari sekte surgawi berusaha mendekatinya."
Para pemuda itu tampak menghela nafas kecewa dengan serentak, harapan mereka seketika hancur saat membandingkan dengan putra perdana menteri.
Pembahasan mengenai tuan putri membuat Zhou Fan bertanya tanya, siapakah tuan putri yang dimaksud.
Meskipun begitu, Zhou Fan tetap pada pendiriannya.
Tak ada yang lebih sempurna dibandingkan wanitaku. Pikir Zhou Fan.
"Tapi melihat turnamen juga tidak buruk." seru Zhou Fan dalam hati.
Zhou Fan melesat ke arah timur, kerena dia bertanya kepada salah satu warga, dan warga itu menunjukkan letak sekte pedang suci berada di arah timur.
"Bukankah Lin'er juga merupakan murid sekte pedang suci?" batin Zhou Fan.
Zhou Fan teringat akan fakta bahwa wanitanya juga merupakan bagian dari sekte pedang suci.
"Mungkinkah dia juga mengikuti turnamen?" Zhou Fan yang tadinya menampakkan wajah kusut seketika kembali cerah.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Zhou Fan sampai di depan gerbang sekte pedang suci.
Nampak ramai sekali orang yang sedang berlalu lalang.
Dengan wajah santai Zhou Fan berjalan melewati gerbang yang sudah terbuka lebar.
Tak ada aturan khusus ataupun syarat tertentu, yang akan masuk hanya diharuskan membayar sepuluh koin emas.
Dengan tanpa keluhan Zhou Fan memberikan sepuluh koin emas dan segera masuk ke dalam.
__ADS_1
"Sakte nomor satu memang beda!"