Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 138


__ADS_3

"Oh ya.. Masalah rumput jendral." Zhou Fan memandang Zhang Xiaoyu.


"Bisakah kau berbasa-basi terlebih dahulu, kau sudah tak kemari beberapa bulan, dan saat kemari kau seakan tak ingin bertemu." Zhang Xiaoyu mengatakan dengan nada mengeluh.


"Aku tak bisa menunda terlalu banyak waktu, aku harus bertambah kuat dan terus bertambah kuat," gumam Zhou Fan dalam benaknya.


"Berapa banyak yang rumput jendral yang kau punya?" tanya Zhou Fan.


"Kau tak mendengarkanku, huftt... Berapa banyak yang kau butuhkan?" tanya balik Zhang Xiaoyu dengan wajah berubah serius.


"Semua yang paviliun obat miliki, semakin banyak semakin baik, aku rela mengeluarkan koin emas lebih banyak dari harga yang seharusnya," ujar Zhou Fan tanpa pikir panjang.


"Kau terlihat sangat membutuhkannya, apa yang kau lakukan sehingga membutuhkan begitu banyak rumput jendral?" Zhang Xiaoyu memandang Zhou Fan dengan tatapan menyelidik.


"Apakah penting?" tukas Zhou Fan datar.


"Tentu saja, jika kau dapat menarik perhatianku dengan apa yang akan kau buat dengan rumput jendral, mungkin aku dapat membantumu menyediakannya," ucap Zhang Xiaoyu sembari tertawa kecil.


"Jika aku mengatakan untuk membuat pill kultivasi tingkat enam, apakah kau percaya?" Lagi lagi Zhou Fan mengatakan dengan begitu santai, pandangannya masih menatap lurus ke depan.


"Haha... Apakah kau kira membuat pill kultivasi semudah membalikkan telapak tangan, meskipun kau seorang alkemis, tidak mudah membuat pill kultivasi tingkat keenam, bahkan guru harus sangat berusaha kala ia membuat pill kultivasi tingkat keenam." Zhang Xiaoyu tertawa, menepuk lututnya pelan beberapa kali, kemudian menatap Zhou Fan yang memasang wajah datar.


Mendadak ekspresi Zhang Xiaoyu membeku, menjumpai wajah Zhou Fan yang tak berekspresi. Gadis itu kemudian membenahi duduknya seperti semula, kemudian menatap Zhou Fan lekat lekat.


"Kau serius?"


"Heh... Tidak ada gunanya aku berbohong," jawab Zhou Fan dengan seringai tipis di bibirnya.


"Tap... Tapi... Bagaimana mungkin!" Zhang Xiaoyu memasang wajah tak percaya sekaligus terkejut.


Dia tak ingin percaya, namun melihat sorot mata Zhou Fan yang tak menampakkan keraguan membuatnya harus berpikir ulang.


"Tidak ada yang tidak mungkin, jika kau berusaha lebih keras dari yang lain kau akan mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Itu semua tergantung usaha, dan tentunya juga keberuntungan." Zhou Fan menjulurkan dua jarinya untuk mendeskripsikan dua hal, 'usaha' dan 'keberuntungan'.


"Apakah kau seorang alkemis bintang empat? tanya Zhang Xiaoyu yang masih dengan wajah terkejutnya.


Zhou Fan menggeleng, kemudian dia menambah satu jari, sehingga menampakkan tiga jari yang menjulang.


"Aku masih berada di tingkatan alkemis bintang tiga," ujar Zhou Fan singkat.


Masih?

__ADS_1


Mendengar kata 'masih' dari mulut Zhou Fan membuat kepala Zhang Xiaoyu berdengung, seolah kepalanya akan meledak.


"Di usia dua puluhan tahun dia sudah di tingkat alkemis bintang tiga, tapi itu tak membuatnya puas juga," gumam Zhang Xiaoyu heran dalam hati, gadis itu merasa hidupnya sangat menyedihkan.


"Xiaoyu!" Zhou Fan melambaikan tangannya tepat di depan wajah Zhang Xiaoyu, membuat gadis itu terperaniat dan sekatika menarik wajahnya.


"Bagaimana, bisakah kau memberikan rumput jendral yang aku inginkan?" tanya Zhou Fan.


"Emn... Meskipun aku tak bisa menjual seluruhnya kepadamu, aku bisa menjual beberapa kepadamu, paviliun obat mempunyai sekitar belasan, tapi aku hanya bisa memberikanmu lima, karena paviliun obat juga membutuhkannya untuk meningkatkan kekuatan...,"


"Kau tahu Kekaisaran Wei tidaklah begitu subur, jika kau menginginkan lebih banyak sumber daya, Kekaisaran ini tidak cocok untukmu." Zhang Xiaoyu mengatakan dengan serius,


Ia memahami ambisi Zhou Fan yang sangat terlihat, terlepas dari kemampuan yang sungguh luar biasa dia dapat melihat sorot matanya yang seakan haus akan kekuatan.


"Lin'er juga berada di Kekaisaran Shi, aku bisa sekalian menjemputnya, tapi aku harus lebih kuat, jauh lebih kuat sebelum bertemu dengannya," gumam Zhou Fan dalam hati sembari menggosok dagunya, badannya yang tadinya tegak, sekarang menyender.


"Apakah kau tidak masalah dengan hanya lima tangkai rumput jendral? Jika tidak masalah aku akan mengambilkan nya untukmu." Ucapan Zhang Xiaoyu membuat Zhou Fan seketika tersadar.


"Lima ya lima, aku tak masalah." Zhou Fan melambaikan tanda setuju.


"Baiklah, tunggu sebentar... " Zhang Xiaoyu kemudian melangkah keluar.


Zhou Fan mengingat kembali ucapan Rourou.


Asal kau tahu dia melakukan semua ini karena dia sangat mencintaimu, dia tak mau melibatkanmu dalam urusan pribadinya yang mungkin akan membahayakan dirimu.


Zhou Fan mengusap wajahnya kasar, dia sangat menyesal, bahkan kekasihnya masih mengkhawatirkannya saat dia sendiri dalam posisi sulit.


Hah!


Zhou Fan membuang nafas kasar, bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka, seorang wanita muda berjalan mendekati Zhou Fan.


"Sepertinya kau dalam sebuah masalah yang tak mudah." Zhang Xiaoyu duduk kembali di tempat duduknya.


"Kau sudah kembali?" tanya Zhou Fan.


"Heem.. Kau bahkan tak menyadari kedatanganku, aku penasaran apa yang ada dalam pikiranmu." Zhang Xiaoyu tertawa kecil.


Zhou Fan menggeleng, "Bagaimana dengan rumput jendralnya, dan berapa harga yang harus aku keluarkan."


Sangat jelas jika Zhou Fan mengalihkan pembicaraan, sebagai seorang wanita yang berwawasan luas, tentu Zhang Xiaoyu menyadarinya, dia tak berusaha mengorek lebih dalam.

__ADS_1


Zhang Xiaoyu melambai, tak lama lima tangkai rumput jendral sudah berada di atas meja diantara tempat duduk keduanya.


"Untuk masalah harga... " Zhang Xiaoyu berpikir, manik matanya menjuling ke atas melirik langit langit ruangan.


"Menurutmu berapa harga yang layak untuk lima tangkai rumput jendral?" Zhang Xiaoyu beralih menatap Zhou fan.


"Jika kau bertanya kepada ku, bagaimana kalau gratis?" seru Zhou Fan asal.


Zhang Xiaoyu mengerutkan keningnya, kemudian dia tersenyum samar.


"Bolah saja, asalkan kau mau menjadi kekasih ku." Zhang Xiaoyu mengerlingkan sebelah matanya.


"Huh, lebih baik aku membayar seratus ribu koin emas, dari pada menambah kekasih lagi," ucap Zhou Fan yang seolah enggan.


"Hei, apa maksud perkataanmu. Huh... Lagi pula siapa yang ingin ... aku hanya bercanda." Zhang Xiaoyu mengatakan dengan wajah kesal.


"Aku juga bercanda, kenapa kau menjadi serius begitu," ujar Zhou Fan tanpa rasa bersalah.


"Jika kau mengatakan demikian, aku setuju." Zhang Xiaoyu menarik sudut bibirnya.


"Apa?" cicit Zhou Fan tak mengerti.


"Seratus ribu koin emas, bukankah kau mengatakannya sendiri, aku tak memaksamu," ujar Zhang Xiaoyu dengan senyum puas terlukis di wajahnya.


Zhou Fan tersenyum masam, kemudian berusaha bersikap tenang. "Apa yang kau katakan?"


"Cih.. Apakah kau ingin menarik kembali ucapanmu? Aku tak mengira kau begitu tidak tahu malu," ucap Zhang Xiaoyu sambil menyeringai.


"Aku tak akan menarik kembali ucapanku, aku hanya... " Zhou Fan menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.


"Hanya apa?!" Zhang Xiaoyu menaikkan alisnya, memasang wajah meremehkan.


Huft..


"Bukankah hanya seratus ribu koin emas? Hem.. " Zhou Fan melambaikan tangannya, kemudian melemparkan beberapa kantong berisi koin emas ke atas meja.


"Senang bekerja sama denganmu, temanku~" Zhang Xiaoyu tertawa mengejek.


Zhou Fan tersenyum pahit, memandang Zhang Xiaoyu, kemudian bergumam dalam hati.


"Wanita memang mengerikan!"

__ADS_1


__ADS_2