Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 230 : Lebah Kepala Biru


__ADS_3

"Rou, apakah kau yakin ini adalah jalan yang benar? Tidak seperti sebuah tempat yang kerap dikunjungi." Zhou Fan memperhatikan sekitar, dia bisa melihat bagaimana lebatnya rumput dibawah kakinya.


"Jika kau ingin menyerah, aku tidak akan menahanmu." Rogue menengok ke belakang, wajahnya yang tak lagi tertutup tudung terlihat begitu cantik.


Andai Zhou Fan berumur sekitar dua belas tahun, atau setidaknya satu tahun lebih tua dari gadis di hadapannya, bukan tak mungkin dia akan terpesona.


Namun, penilaiannya terhadap wanita jauh dari Rogue, gadis itu terlalu kecil baginya, jika terdapat tempat dalam dirinya mungkin itu adalah seorang adik.


Memikirkan sebuah hubungan Zhou Fan membuka suara untuk bertanya. "Rou, melihat dari tinggi badanmu, kau seharusnya berumur belasan tahun. Lalu dimana tempat tinggal juga keluargamu?"


"Keluarga? Aku tak memiliki keluarga, lebah lebah ini adalah teman hidupku." Rogue mengerahkan tangan dan menunjuk kumpulan serangga yang senantiasa mengambang di atas kepala gadis itu.


Terlihat jelas kesedihan dalam ekspresinya, tapi dia berusaha tetap kuat dan bersikap biasa.


Zhou Fan dapat mengetahui kesedihan gadis di depannya, dia yang dikucilkan beberapa orang saja sudah sangat tidak mengenakan, apalagi Rogue yang tidak memiliki satupun orang di sisinya.


"Kau bisa menganggapku sebagai keluarga jika kau mau." Zhou Fan memberi penawaran, dia merasa dengan melakukan hal ini dia membantu Rogue agar tidak lagi melakukan suatu hal yang merugikan banyak orang.


Dia juga tulus mengatakan itu, entah mengapa dia selalu merasa ada ikatan tersendiri dengan gadis kecil di depannya.


Rogue tidak menjawab, dia hanya sibuk menebas rumput panjang membuka jalan menggunakan belatinya.


"Apa yang kau lakukan?" Zhou Fan mengerutkan kening begitu melihat gadis di depannya berjongkok dan memungut sesuatu.


Rogue tak menjawab, dia hanya menunjukkan telapak tangannya yang sekarang penuh dengan sebuah gumpalan lembek.


"Apa itu, kenapa bau sekali." Zhou Fan menahan nafas karena tak tahan dengan aroma yang dikeluarkan.


"Ini adalah barang berharga, kau tak bisa menilai semua dari penampilannya." Rogue mengumpulkan lebih banyak, karena memang jumlahnya yang teramat banyak.


Zhou Fan mengelus dagunya, dia masih memikirkan sesuatu di tangan Rogue.


"Lembek, berwarna hitam kecoklatan, dengan aroma bau yang sangat mengganggu." Zhou Fan membatin heran, matanya meredup saat mendapatkan penjelasan yang masuk akal.


"Kenapa kau memungut kotoran?!" pekik Zhou Fan dengan wajah buruk.

__ADS_1


"Sudah aku katakan, jangan menilai sesuatu dari penampilan." Rogue tak menghiraukan Zhou Fan yang perlahan menjaga jarak darinya.


"Kau ini seperti tidak pernah melihatnya saja." Rogue mendengus tanpa memandang wajah Zhou Fan, dia terlalu sibuk mengumpulkan kotoran beast yang bertebaran di sekitar.


Keduanya melanjutkan perjalanan setelah Rogue menyimpan kotoran yang dia kumpulkan ke dalam kantong kulit, dia lalu menggantungkannya di pinggang.


Setelah lama berjalan, tampak hutan bambu lebat di depan, terlihat juga beberapa pohon besar yang ikut berjajar membelah hutan bambu.


"Sebaiknya bersiap, karena akan ada yang datang." Rogue merentangkan tangan, lebah lebah yang semula terbang di atas kepala menyusup masuk kedalam jubah melalui lubang lengan.


Zhou Fan mengerutkan kening, dia sekarang tahu kegunaan jubah yang terlalu longgar itu, sebelumnya dia mengira itu hanya sebagai penampilan, tapi melihat hal barusan, dia menghempaskan pemikiran sebelumnya.


Seperti yang dikatakan Rogue, Zhou Fan bersiap meski dia tak tahu apa yang akan datang.


Tak lama dengungan terdengar jelas, Zhou Fan menengadahkan kepala, dia bisa melihat sarang lebah yang amat besar di atas sebuah pohon.


Batang pohon seukuran lingkar tubuh orang dewasa terlihat kokoh walau di puncaknya terdapat sarang lebah yang berukuran lima kali lipat lebar batang pohon.


"Kau serius?" Zhou Fan melirik Rogue, dan gadis itu mengangguk dengan yakin.


"Bagaimana cara aku mengambil madunya?" gumam Zhou Fan dengan wajah berpikir.


Dia dapat merasakan setidaknya beast lebah kepala biru merupakan beast tingkat tiga, jumlahnya yang mencapai ribuan tidak mungkin dia hadapi bersamaan.


"Kau harus memikirkannya sendiri." Rogue berkata tanpa mengalihkan pandangan dari sarang lebah biru.


Keduanya berada di balik semak tak jauh dari sarang, lebah biru tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi ancaman, tapi lebah biru bisa dikatakan lebih tangguh dibandingkan dengan lebah jarum.


Rogue tidak beraksi dengan lebahnya karena itu akan sia sia, mengingat lebah biru kebal terhadap racun lebah jarum.


"Apa yang akan kau lakukan?" Rogue menatap Zhou Fan curiga, gadis kecil itu mengeluarkan tatapan bengis, seolah olah itu dapat membunuh orang.


"Tentu saja melakukan hal yang pernah aku lakukan." Zhou Fan menunjukkan kantong bubuk kenanga, membuat Rogue semakin menatapnya tajam.


"Itu tidak akan berhasil, malah bubuk itu akan membuat mereka semakin ganas." Rogue mengambil kantong di tangan Zhou Fan dan menjumput dengan jari.

__ADS_1


"Apakah kau pikir semua lebah sama? Kau beruntung, karena lebah yang aku miliki adalah lebah jarum, kau akan mampus jika yang aku kendalikan adalah jenis lebah kepala biru."


Zhou Fan menyipitkan mata, dia memang cukup awam dengan jenis lebah. Jika dikatakan beruntung, dia memang beruntung karena karena bubuk teh bunga kenanga dapat mengacaukan lebah milik Rogue.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Kau tidak memberitahuku, bagaimana aku tahu apa yang harus aku lakukan?" Zhou Fan berkata dengan nada mengeluh.


Rogue menatap Zhou Fan bodoh, dalam benaknya dia bertanya tanya, kenapa dia bisa dikalahkan oleh pemuda bodoh sepertinya.


"Inilah saatnya mengeluarkan barang istimewanya." Rogue mengambil kantong di pinggang.


Zhou Fan yang melihat Rogue meraih kantong berisi kotoran beast mendelik dan menatapnya heran.


"Akan kau apakan kotoran itu?" Zhou Fan masih tak begitu mengerti dengan pemikiran gadis belasan tahun di depannya.


Jika gadis seumurannya begitu suka berbelanja selain berkultivasi, gadis di hadapannya malah mengumpulkan kotoran beast, bukankah itu aneh?


Meski begitu Zhou Fan terus memperhatikan Rogue, dia ingin tahu apa yang bisa dilakukan kotoran yang baginya sangat mengganggu.


"Kau memang sangat bodoh, benda ini adalah kunci kau mendapatkan madu lebah kepala biru, tanpanya kau akan sulit mendapatkan setetes pun." Rogue membuat bulatan kecil seukuran setengah kepalan tangannya.


Uh...


Zhou Fan melenguh ketika sebuah tangan bau menempel di wajahnya. "Sialan! Kau mau merusak wajahku, ya?"


"Cih, itu tak akan merusak wajahmu yang jelek. Itu akan membuat lebah kepala biru mengira kau adalah kotoran." Rogue terus mengusap wajah Zhou Fan sampai membuatnya hitam sempurna.


"Kenapa kau tidak mengoles wajahmu juga?" Sarkas Zhou Fan tak terima.


"Kenapa aku harus?!" Rogue menjawab dengan pertanyaan acuh, membuat Zhou Fan diam seribu bahasa.


"Ambil bola bau ini!" Rogue melemparkan bola bola kotoran kepada Zhou Fan, dan dengan tangkas pemuda itu tangkap.


Zhou Fan menaikkan kedua alisnya, tersirat pertanyaan dalam ekspresinya.


Rogue mendengus sambil melirik sinis Zhou Fan, dengan mulut kecilnya dia berkata.

__ADS_1


"Pill untukmu!"


__ADS_2