Legenda Petarung

Legenda Petarung
40. Chapter 40


__ADS_3

Melihat kedua rivalnya saling menaikkan tawarannya, Ling Yan berkata, "3000 koin emas, kalian tidak mungkin melupakanku, kan?"


"3200 koin emas...." Zhou Kay menyerukan harga dengan lantang.


"3500 koin emas...," ucap Shui Te yang tidak ingin kalah dari kedua rivalnya.


"3800 koin emas! itu sudah batasku." Ling Yan sudah menghabiskan sebagian besar koin emasnya untuk memenangkan barang lelang sebelumnya.


"Hahaha.... sepertinya saudara Yan kekurangan koin emas, 4000 koin emas!" Zhou Kay merendahkan Ling Yan.


"4300 koin emas, masih ada aku disini saudara Kay." Shui Te sebenarnya sudah tidak menginginkannya, tetapi melihat Zhou kay sangat antusias terhadap air roh itu ia sengaja 'bermain' dengannya.


"4500 koin emas..." Zhou Kay sekarang sudah benar benar kesal, tapi ia mencoba menahannya karena sekarang masih berada di wilayah paviliun obat, jika ia menyinggung paviliun obat itu akan buruk bagi Klan Zhou, jadi ia berusaha menahan kekesalannya dengan mengepalkan tangannya, bahkan terlihat darah mengalir di sela sela jarinya dikarenakan kuku yang menembus telapak tangannya.


"Sepertinya saudara Kay sangat menginginkannya, aku akan mengalah demi 'hubungan' kita," ucap Shui Te dengan sengaja.


"Shui Te kau...." Zhou Kay tidak bisa meneruskan perkataannya, dia sangat marah mengetahui Shui Te mempermainkan nya.


Ling Yan ikut tertawa melihat Zhou Kay dipermainkan oleh Shui te, ia tadi kesal saat Zhou Kay mengejeknya, tapi sekarang melihat kekesalan Zhou Kay, perasaannya sudah terbalaskan.


"Selamat saudara Kay, kau sungguh pria yang darmawan." Ling Yan memberikan ucapan selamat kepada Zhou Kay, tapi terdapat pesan tersirat didalam ucapannya.


"Huh....," Zhou Kay hanya membalas perkataan Ling Yan dengan dengusan, sebenarnya dia tau maksud Ling Yan sebenarnya adalah menertawainya, tapi Zhou Kay tidak terlalu peduli dangan hal itu, ia senang bisa mendapatkan air roh, meskipun sudah dipermainkan oleh Shui Te.


Long Jiu dengan cepat menanyakan kepada peserta lainnya apakah ada yang menaikan harga atau tidak.


"Apakah sudah tidak ada lagi?" tanyanya sambil memegang palu di tangan kanannya, melihat keheningan di dalam gedung itu Long Jiu bergegas mengakhirinya.


"Kalau begi....," ucapannya terpotong oleh suara dari bilik nomor 4.


Tepat saat Long Jiu akan mengakhirinya Zhou Fan menaikkan harga air roh.


"5000 koin emas...," ucapnya.


Ha? semua orang terkejut mendengar ada yang menaikan harga lagi.


'Brakk' suara meja dipukul dengan sangat keras.

__ADS_1


"Sepertinya kau tidak tau siapa diriku!" Zhou Kay berteriak marah.


semua orang yang melihat kemarahan Zhou Kay, mulai menyayangkan nasib orang di bilik nomor 4, meskipun mereka menduga orang didalam bilik nomor 4 adalah seorang alkemis, menyinggung klan besar merupakan jalan buntu.


Ada yang merasa prihatin dengan nasib orang didalam bilik nomor 4 itu, tapi ada juga yang terkesan dengan visi orang itu seperti Shui Te, dia adalah salah satu dari sedikit orang yang berpikir Zhou Fan sangatlah berani, ia masih menantang Zhou Kay meskipun ia sudah mengetahui latar belakangnya.


"Kalau kau tidak mampu lagi, kau tinggal menyerah saja, kenapa kau memberitahukan identitasmu kepadaku....," cibir Zhou Fan.


"Identitasmu itu tidak penting bagiku, kalau kau sanggup, naikkan saja harganya....," ucapnya lagi.


"Bagus sekali.... bagus, aku menyerah!, setelah ini kau akan mendapatkan 'hadiah' dariku." Zhou Kay mengingatkan Zhou Fan.


"Aku akan menantikan 'hadiah' darimu, aku harap kau tidak mengecewakanku." Bukannya menganggap serius peringatan Zhou Kay, Zhou Fan malah tidak memikirkannya sama sekali.


Ketua Chen masih duduk ditempatnya, selama tidak ada yang menggunakan kekuatannya untuk menyelesaikan masalah di gedung itu, ia tidak akan ikut campur.


"Guru, siapa sebenarnya pemuda yang berada di bilik nomor 4?" tanya seorang Gadis cantik sambil menunjuk bilik Zhou Fan, gadis itu duduk tepat disamping ketua Chen, dia adalah murid langsung pria sepuh itu, yang tidak lain adalah Hui Sa.


"Tidak begitu dekat, hanya beberapa kali bertemu dan mengobrol..." ucap singkat ketua Chen kepada Hui Sa.


Melihat tidak ada yang menaikkan harga lagi, Long Jiu segera memutuskan Zhou Fan sebagai pemenangnya.


Kerena lelang sudah berakhir para peserta pun mulai meninggalkan tempatnya, tapi tidak dengan yang ada di lantai 4.


setelah beberapa saat kemudian Zhou Fan keluar dari biliknya dan disambut oleh orang yang sangat Zhou Fan kenal.


"Tetua pertama...." Zhou Fan tersenyum tipis, dia sudah menduga akan mendapat sambutan, tapi ia tidak akan mengira tetua pertama akan begitu tidak sabar.


"Berikan air roh itu, aku akan membelinya dengan 1000 koin emas, aku sudah berbaik hati kepadamu....." Zhou Kay menyuruh Zhou Fan menyerahkan air roh kepadanya.


Apakah Zhou Fan akan menyerahkannya?


Tentu saja tidak Zhou Fan sudah mengeluarkan banyak koin emas untum mendapatkannya dan juga itu adalah hadiah untuk kedua orang tuanya tidak mungkin dia menyerahkannya.


"Kenapa aku harus menyerahkannya kepadamu," ucap Zhou Fan.


"Karena aku lebih kuat darimu, dan kau juga hanya seorang diri" Zhou Kay memandang rendah Zhou Fan, dia tidak mengetahui pemuda dihadapannya adalah Zhou Fan, karena masih menggunakan jubah dan juga tudungnya.

__ADS_1


"Kalau aku ingin memberikannya, lebih baik aku memberikannya kepada salah satu dari mereka" Zhou Fan menunjuk ke arah belakang, Zhou Kay pun spontan membalikkan badannya untuk melihat 'mereka'.


Zhou Kay dapat melihat tiga orang sedang berjalan kearahnya.


"Ah... ketua chen anda kemari, " ucap Zhou Kay saat melihat Ketua Chen, Long Jiu dan juga muridnya tepat dibelakang Zhou Kay dan rombongannya.


"Hmm.... selamat Tuan Muda Su." Ketua Chen hanya bergumam untuk membalas perkataan Zhou Kay, kemudian ia menyapa Zhou Fan dengan sopan.


Zhou Kay dan lainnya terkejut saat melihat cara bicara Ketua Chen kepada orang yang telah mereka singgung ternyata sangat dihormati oleh Ketua Chen, bahkan dikota batu hitam dapat dihitung dengan jari orang yang mendapatkan perlakuan seperti itu, total ada tiga orang yang dihormati Ketua Chen dan mereka merupakan ketua dari ketiga klan besar.


Siapa yang telah mereka singgung? pertanyaan itu terus berputar di kepala Zhou Kay dan keempat orang lainnya.


"Karena Ketua Chen sudah disini, kami perwakilan Klan Zhou akan segera kembali." Zhou Kay merasa harus segara meninggalkan tempat itu sekarang juga, ia dapat melihat latar belakang orang yang talah ia singgung tidaklah gampang, sampai ketua Chen bersikap seperti itu kepadanya.


"Hemm....," Ketua Chen sekali lagi hanya mengangguk.


"Mari Tuan Muda Su...." Ketua Chen mempersilahkan Zhou fan untuk mengikutinya ketempat para tetua sudah berkumpul.


Zhou Fan mengangguk dan berjalan dibelakang ketiga orang itu.


Hui Sa sudah mengetahui sedikit tentang sosok Zhou Fan dari gurunya, ia kurang lebih memahami alasan gurunya bersikap seperti itu kepada Zhou Fan.


Kriekkk....


Suara pintu terbuka dan menampakkan empat orang, tiga pria dan satu perempuan yang tidak lain Zhou Fan, Long Jiu,ketua Chen, dan juga Hui Sa.


Zhou Fan dapat melihat terdapat 5 tetua yang rata rata memiliki kultivasi petarung grand master bintang 3.


Zhou Fan menjelaskan niatannya persis seperti apa yang ia katakan kepada ketua Chen.


"Kau pasti sudah mendengar dari ketua, bahwa kami ingin meminta suatu yang membuat kami tertarik untuk kami menyetujuinya." Salah satu tetua berkata sambil melihat Zhou Fan.


"Tentu aku sudah menyiapkannya..." Zhou Fan mengeluarkan dia jenis barang dari cincin penyimpananya.


Para tetua memeriksa kedua barang yang Zhou Fan keluarkan, beberapa saat kemudian wajah para tetua pucat membeku.


"Ini... "

__ADS_1


__ADS_2