Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 206 : Masalah Yang Tak Disengaja


__ADS_3

Zhou Jin langsung melahap habis daging buruannya, tak membutuhkan waktu lama dua daging kelinci lenyap meluncur dalam tenggorokannya.


Zhou Fan yang melihat hanya bisa geleng kepala, bahkan miliknya saja belum habis setengah. Entah apa yang merasuki serigala ini, pikir Zhou Fan.


Auk....


Zhou Jim mengeluskan kepalanya ke tubuh Zhou Fan yang tengah duduk berselonjor.


"Apa? Aku baru memakan setengahnya, apakah kau kurang dengan dua ekor kelinci?" ucap Zhou Fan dengan nada kesal.


"Kau harus menjaga pola makanmu, atau aku tak akan mau lagi memberikan daging bakar untukmu," ancam Zhou Fan.


Zhou Jim seketika patuh, dia tak lagi berani mengganggu Zhou Fan.


Phak... Phak...


Zhou Fan membersihkan kedua tangannya, dia lalu berdiri dan mematikan api yang dia buat.


Zhou Fan memasuki desa tersebut, tapi tak ada yang istimewa dari desa tersebut. Pada akhirnya Zhou Fan hanya melintasi desa tersebut tanpa menyinggahinya.


Zhou Fan terus melakukan perjalanan, sambil terus mengumpulkan tanaman herbal, terutama bahan untuk membuat pill kultivasi.


Saat sampai di kota bernama Da Meng, Zhou Fan tak sengaja mendengar sebuah acara berburu, yang akan diadakan, entah mengapa dia mendapatkan prasangka baik dengan acara perburuan tersebut.


Zhou Fan menginginkan sebuah informasi tentang perburuan, dan ia tahu dimana tempat paling tepat untuk mendapatkannya.


Matanya berputar mencari sebuah kedai yang terlihat ramai, begitu dia mendapatkannya, tak menunggu waktu lama dia bergegas ke sana.


Tapi saat akan masuk, Zhou Fan mengingat di sampingnya terdapat beast tingkat lima, semua orang akan heboh jika melihatnya.


Seorang pemuda berjalan diiringi beast tingkat lima? Merupakan hal yang sungguh luar biasa, dan itu akan sangat menarik perhatian banyak orang.


"Jim... Bisakah kau tunggu di sini, aku akan pergi ke sana sebentar." Zhou Fan menunjuk sebuah kedai yang menjadi pilihannya.


Zhou Jim seketika menggeleng, membuat Zhou Fan mengerutkan kening. "Apa maksudmu, apakah kau mau ikut dan membuat semua orang takut?"


Dari kejauhan Zhou Fan memandang kedai, dapat dia rasakan rata rata merupakan petarung grand master, ada juga yang merupakan petarung raja, tapi itu tak banyak.


Zhou Fan kembali melirik Zhou Jim, tapi tak menemukan serigala itu di tempatnya. Begitu dia berbalik, matanya terbuka lebar dengan wajah tak percaya.


Zhou Jim berdiri dengan tubuhnya yang tak sebesar sebelumnya, tubuhnya seakan kembali ke bentuk awal saat pertama kali bertemu dengan Zhou Fan.


"Kau bisa mengecil?" cicit Zhou Fan tak sadar, dia bahkan lupa untuk berkedip karena terlalu terpukau dengan kemampuan serigalanya.


Merasa mendapat pujian, Zhou Jim mengangkat dagu panjangnya, dadanya membusung memamerkan keelokan tubuhnya.

__ADS_1


Phuih....


Zhou Fan mendengus sambil memuncratkan ludahnya.


Tak...


Zhou Fan menyentil kepala kecil Zhou Jim membuat serigala itu terhuyung dan terjatuh.


"Kau ternyata bisa bangga juga," ucap Zhou Fan tak habis pikir.


"Baiklah, ayo kita masuk ke kedai!" ucap Zhou Fan sambil melangkah meninggalkan Zhou Jim.


Tanpa di suruh pun sebenarnya serigala itu akan mengejar, dia enggan untuk di tinggal sendirian.


Pertama kali Zhou Fan menginjakkan kakinya, dia disambut oleh tatapan semua orang, tapi itu tak berlangsung lama karena mereka lebih tertarik untuk kembali ke aktivitasnya.


Zhou Fan berjalan menyusuri beberapa meja, tidak ada yang kosong selain meja yang berada di pojokan, oleh karena itu Zhou Fan harus menyibak jalan penuh dengan orang yang tengah bersantai.


Pyar...


Tak sengaja Zhou Fan menyenggol lengan pelayan dan membuat makanan yang dia bawa tumpah.


Zhou Fan spontan menangkap lengan pelayan itu agar tak terjatuh, dia pun menariknya dan meminta maaf.


"Tak apa nenekmu!! Lihat pakaianku, apakah kau tidak bisa bekerja dengan benar?!" Seorang pemuda dengan pakaian sangat mewah berteriak sambil berdiri.


Wajahnya memerah marah, pakaian yang semula bersih juga rapi sekarang terlihat seperti serbet.


"Maaf..." Pelayan itu hanya bisa mengeluarkan satu kata 'maaf'.


"Kau harus mengganti pakaian yang aku kenakan, apakah kau tahu, harganya mungkin sebesar upahmu bekerja bertahun-tahun." Pemuda itu terus berkoar-koar, berusaha menyudutkan pelayan wanita.


"Bagaiman jika saya yang mencucinya, saya tidak mampu jika harus mengganti pakaian tuan muda," ucap pelayan wanita dengan gemetar.


"Cuci? Aku Tuan Muda Klan Jun... Apakah aku perlu mencuci pakaianku, aku hanya mengenakan pakaian sekali saja, dan akan membuangnya!" tukas Pemuda yang mengatakan berasal dari klan Jun dengan nada ketus.


Mata pelayan wanita seketika terbuka lebar, dia tak mengira akan mendapatkan masalah yang berhubungan dengan klan Jun, klan besar di kota Da Meng.


"Nasib pelayan ini sungguh sial, dia bermasalah dengan tuan muda Jun, pasti mendapat akhir yang buruk."


"Siapa yang tidak tahu kekejaman Tuan Muda Jun terhadap orang yang menyinggungnya, dia tidak akan melepaskan begitu saja."


"Aku rasa ini adalah akhir hidupnya, tinggal menghitung waktu sampai kapan pelayan ini bisa bernafas."


Beberapa orang di sana mulai ikut bersuara, Klan Jun di kota Da Meng bukan sekedar nama belakang, kekuasaan serta kekuatan yang dimilikinya masuk ke dalam jajaran lima besar.

__ADS_1


Jun Yelu menelisik pelayan wanita dari atas sampai ke bawah, senyuman seketika terukir di bibirnya membuat wajah pelayan wanita menjadi buruk.


Tubuh pelayan wanita yang tak terlalu gemuk juga kurus, juga wajah yang terbilang cantik membuat pikiran Jun Yelu berfantasi.


"Boleh saja aku melupakan kejadian ini, asal kau menemaniku nanti malam." Jun Yelu mengatakan dengan nada suara santai. Namun, itu sangat mengguncang jiwa sang pelayan wanita.


"Dia sangat beruntung bisa menarik perhatian tuan muda Jun, setidaknya dia dapat menjadi pelayan tuan muda klan besar." Salah seorang pelayan lain mengeluhkan kenapa bukan dirinya yang mendapatkan kesempatan tersebut.


"Emn..." Pelayan wanita ragu ingin menjawab, dia tidak mau melakukannya, tapi jika dia mengungkapkan ketidakmauannya dia akan mendapat akibat yang tak terbayangkan.


"Ragu apa lagi, apakah dia tidak memandang tuan muda Jun dalam matanya," ucap salah seorang pria muda lain tak jauh dari tempat kejadian.


"Kau tidak dalam kondisi bisa mengeluarkan penolakan, ayo ikut aku... Kita jadikan malam nanti menjadi malam terindah bagimu," ucap Jun Yelu sambil menarik tangan pelayan wanita.


"Tuan muda Jun, tolong lepaskan..." Pelayan itu menarik tangannya sambil memegangi dengan tangan lainnya.


"Apakah kau tidak mau bertanggung jawab, ha?!" Jun Yelu yang mulai kesal menghempaskan tangan pelayan wanita, tapi tangannya berubah haluan meraih rambut pelayan wanita dan dengan kasar menjambaknya.


Akh...


Jeritan histeris terdengar menggairahkan di telinga Jun Yelu, dia mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga pelayan wanita.


"Ayo... Aku akan membuatmu merasakan kenikmatan yang mungkin belum pernah kau rasakan."


Plak!


Sebuah telapak tangan mendorong wajah Jun Yelu, membuat tuan muda klan Jun itu mundur dengan kepala melengos ke samping.


Phuih!


Jun Yelu meludah ke samping, lidahnya tanpa sengaja menjilat telapak tangan yang meraup wajahnya.


"Sialan! Siapa kau beraninya menyinggung tuan muda ini?!" Jun Yelu menunjuk Zhou Fan dengan marah.


Jun Yelu diam sesaat, dia merasa aneh dengan pemuda di hadapannya, dia tidak bisa melihat kultivasi pemuda itu. Dia yang merupakan jenius teratas kota Da Meng tentu mendapat keyakinan tidak ada pemuda seusianya yang memiliki kekuatan lebih tinggi darinya.


"Dia pasti orang tak berguna, ... Apakah kau ingin bermain menyelamatkan gadis cantik? Bermimpi saja!" batin Jun Yelu dengan wajah arogan.


"Apakah kau tak tahu siapa tuan muda ini?!" Jun Yelu kembali berkata dengan suara meninggi.


Zhou Fan yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, tak lagi dapat diam menyaksikan Jun Yelu mulai menggunakan fisik.


Zhou Fan memiringkan kepalanya, menatap konyol pemuda di hadapannya lalu menjawab.


"Kau adalah tuan muda manja yang memanfaatkan kebesaran latar belakang!"

__ADS_1


__ADS_2