Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 276 : Ujian Murid Dalam


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dan terus berganti. Suasana sekte bulan sejati nampak ramai dengan riuh para murid yang tengah mempersiapkan diri.


Tepat hari ini, sekte bulan sejati akan menggelar ujian murid dalam. Di mana murid luar yang menempati peringkat seratus besar akan berkompetisi, dan saling mengalahkan.


Tiga orang yang bertahan, akan mendapatkan rekomendasi sebagai murid dalam.


Zhou Fan sekarang menempati peringkat sepuluh, setelah merampas posisi Tue Yeun, pemuda itu sama sekali tak berniat naik lagi. Selama beberapa hari belakangan dia hanya melatih formasi, meski tidak bisa semahir tetua Louxi, dia pada akhirnya berhasil.


Namun bukan hukum waktu yang dia kuasai, melainkan api. Dengan itu dia dapat menciptakan formasi ruang dengan elemen api di dalamnya.


Zhou Fan yang juga mendalami keterampilan berbasis api, tentu mendapatkan keuntungan yang tak terbayangkan. Dengan berada di dalam formasi dia dapat mengimbangi dua tingkat di atasnya.


Petarung kaisar tidak seperti petarung tingkat raja atau di bawahnya, pada tingkat kaisar, jarak antar satu bintang cukup jauh. Dengan dapat mengimbangi dua tingkatan, itu sama saja mendapat sebuah berkah keberuntungan.


"Saudara Zhou, kau adalah satu dari dua orang murid angkatan kita yang maju dalam ujian. Loin Gu yang menempati peringkat 56 sudah sangat berjuang demi mendapatkan tempatnya. Aku sungguh kagum dengan kalian berdua."


Wu Zetian mengeluarkan tatapan penuh kekaguman, dia memuja Zhou Fan bagai dewa.


Loin Gu?


Menyebut nama itu, Zhou Fan teringat bahwa masih ada murid seangkatan yang mengikuti ujian murid dalam. Jika Wu Zetian tidak berkata, mungkin dua gak akan mengingatnya.


Mereka berada di pelataran dalam, tempat ujian memang di gelar di sana. Jika pada biasanya murid luar harus izin jika masuk ke pelataran dalam, maka hari tidak diperlukan.


Zhou Fan mencari ke sekitar, meski lapangan ini sudah ramai dengan para murid, tampak acara belum akan dibuka.


Yang datang tidak hanya murid luar, tapi juga murid dalam. Mungkin mereka ingin melihat, siapa orang baru yang akan menjadi saingan mereka di masa depan.


Tidak menutup kemungkinan, persaingan antar murid juga terjadi di pelataran dalam. Sumber daya juga keuntungan yang ditawarkan tentu sangat mendorong mereka untuk mendapatkannya.


"Saudara Zhou, kau harus masuk dalam tiga besar. Jika hal itu benar benar terjadi, maka kau akan mencatat sejarah baru." Yin Cun berkata dengan nada semangat, tak ayal itu menarik perhatian beberapa orang.

__ADS_1


Namun pemuda itu tak menganggap tatapan aneh yang tertuju kepadanya.


Sementara Zhou Fan hanya dian tak menanggapi ucapan Yin Cun. Saat pandangannya menerawang ke depan, dia melihat Wei Guanlin duduk di samping wanita tua.


Sekali lihat saja, Zhou Fan tahu bahwa wanita tua itu adalah guru Wei Guanlin. Mereka tak hanya berdua, di sana juga ada beberapa tetua lain juga murid pribadi masing masing.


Tatapan mereka bertemu, dan untuk sesaat keduanya hanya saling memandang.


Tanpa permisi, di atas arena muncul pria tua dengan pakaian berwarna biru. Meski terlihat mirip, pakaian yang dipakainya dengan tetua yang duduk di sana, benar benar berbeda.


"Siapa tetua itu, aku tak pernah melihatnya, juga dari pakaian saja terlihat bukan bagian sekte bulan sejati."


Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut beberapa orang, mereka yang belum pernah melihat siapa pria tua itu spontan mengeluarkan pertanyaan.


Namun yang mengenal, atau setidaknya mengetahui siapa dia, akan langsung mengeluarkan sikap hormat kepadanya, seperti murid dalam yang ada di sana.


Sedangkan murid luar yang tak mengetahui, hanya bisa diam dan tak tahu hari bagaimana.


Beberapa murid luar tak terima, mereka melontarkan pembelaan, dan ada juga yang membalas dengan kejam.


"Kalian murid dalam memang nya bisa apa, hanya memakan kotoran orang lain saja begitu bangga."


"Meski kami hanya murid luar, kami tak takut dengan kalian murid dalam."


Meski kedua pihak ini berbeda, murid luar juga tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan murid dalam, terkhusus dalam tingkat kekuatan.


Mungkin ada beberapa murid dalam yang memiliki kemampuan menonjol, tapi secara keseluruhan murid dalam atau pun luar memiliki tingkatan setara.


Yang membedakan keduanya tentu adalah keuntungan sebagai murid dalam lebih signifikan, sementara murid luar tidak begitu mendapat bagian.


Jika ada yang mengira hal itu tidak adil, maka bagaimana nasib murid dalam yang telah bekerja keras meningkatkan kemampuan?

__ADS_1


Semua telah mendapat sesuai pencapaian, jika murid luar menginginkan keuntungan yang lebih besar, mereka harus berusaha menjadi murid dalam. Dan melalui ujian ini lah harapan akan menjadi kenyataan.


Dalam pertarungan kali ini, lawan tidak ditentukan berdasarkan keberuntungan, melainkan diambil melalui daftar peringkat.


Peringkat satu akan melawan peringkat seratus, peringkat dua akan melawan peringkat sembilan puluh sembilan. Begitu pun seterusnya.


Hal itu diterapkan guna menghindari pertarungan sengit di awal, karena pertarungan sengit selalu diharapkan datang di akhir pertandingan.


Ujian di mulai. Yang tampil pertama adalah nomor peringkat 50 dan juga 51, awal pertarungan di ambil dari tengah.


Dua murid naik ke arena, satu pria sedang lainnya adalah wanita. Senjata yang digunakan sama, sebuah pedang.


Meski pemuda peringkat 50 memiliki tubuh lebih tegap, tidak membuatnya lebih unggul dalam kultivasi. Wanita itu telah mencapai petarung kaisar bintang pertama, sedang si pria masih berada pada tingkat petarung raja.


Begitu wasit memulai pertarungan, keduanya maju menyerang, alur pertarungan nampak tak terlalu cepat, tapi setiap serangan mengandung tenaga dalam besar.


Meski mengalahkannya lawannya bukan masalah yang tidak mungkin, wanita itu terlihat tidak ingin mengungkap seluruh keterampilannya. Jadi di setiap gerakan, dia seolah menahan.


Zhou Fan setuju dengan pemikiran tersebut, dalam pertarungan jangka panjang seperti dalam ujian ini, sangat tidak bijak mengeluarkan seluruh kemampuan di awal.


Dengan menyimpan sedikit kemampuan, kita bisa mengejutkan lawan pada putaran selanjutnya.


Trang... Tring...


Dentingan senjata menggema di penjuru lapangan, pertarungan masih terus berlangsung. Namun terlihat bahwa yang wanita lebih unggul, itu dapat dilihat dari gerakannya yang masih begitu stabil.


Tak lama, pria itu ambruk dengan tangan terbuka. Pedang sudah terlepas dari genggamannya. Pertarungan pertama pun berakhir dengan kemenangan wanita peringkat 51.


Satu persatu, murid turun dengan wajah murung. Namun juga tak sedikit yang menampilkan senyum bahagia.


Loin Gu yang memiliki kultivasi petarung kaisar bintang dua dapat dengan mudah mengalahkan lawannya. Jika memperhatikan kekuatan, pria 40-an tahun itu memang lebih unggul dari kebanyakan murid lainnya.

__ADS_1


Pertarungan semakin panas, saat masuk peringkat 20 besar, murid luar lain semakin semangat. Mereka mengeluarkan dukungan untuk orang sendiri.


__ADS_2