Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 200 : Sekte Menara Lima


__ADS_3

"Nona mulutmu sangat pedas, entah sudah beberapa banyak orang yang kau makan sebagai cemilan." Zhou Fan berkata tanpa menatap orang yang dia maksud.


"Kau -- "


"Paman... Sebaiknya aku pergi, terlalu lama di sini dapat menurunkan daya ingatku." Zhou Fan hendak berbalik dan pergi. Namun Qiu Ren terlebih dahulu menghentikannya.


"Tunggu dulu, anak muda... Sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan denganmu." Qiu Ren melirik Shu Yue agar gadis itu yang menjelaskan.


"Guru, apa yang kau katakan? Apakah dia..." Belum sepenuhnya perkataannya keluar, Qiu Ren sudah mengangguk.


Shu Yue seketika memelototkan matanya, tak percaya dengan perkataan gurunya.


Ehem!


Melihat kelima orang di hadapannya hanya diam, Zhou Fan berdehem. "Jika kalian tak segera berbicara, aku akan pergi, kalian harus tahu tuan muda ini sangat sibuk."


"Tunggu, tuan... Bisakah kau memberikan bunga anggrek hitam kepada kami?" mohon Shu Yue, dia seolah bukan orang sama dengan gadis angkuh beberapa saat yang lalu.


Zhou Fan menaikkan alisnya, cukup terkejut melihat perubahan yang begitu cepat.


"Apakah kau sakit, Nona?" tanya Zhou Fan.


Shu Yue mengeratkan giginya, tangannya mengepal kuat menahan marah.


Huft...


Shu Yue membuang nafas rendah, kemudian kembali membuka mulutnya. "Apapun akan aku lakukan, asal kau memberikan bunga anggrek hitam kepada kami."


"Bunga anggrek itu sebenarnya diperlukan untuk mengganti bahan utama untuk membuat obat patriark yang juga merupakan kakek Yue'er." Qiu Ren mencoba menjelaskan, dia dapat melihat wajah Zhou Fan yang masih bingung mencari arah.


Shu Yue menundukkan kepalanya, dia tak tahu lagi harus apa, kakeknya adalah keluarga satu satunya yang tersisa, dia sudah sejak kecil hidup bersama sang kakek.


"Apakah kau yakin akan melakukan apapun?" tanya Zhou Fan kepada Shu Yue dengan seringainya.


"Ya.. Aku akan melakukan apapun, asal kakekku kembali sehat." Shu Yue mengatakan dengan yakin, dia tak masalah walau dirinya yang harus berkorban asalkan sang kakek kembali sehat.


"Sebenarnya aku penasaran dengan patriark kalian, aku akan memberikan bunga anggrek hitam itu, tapi terlebih dahulu aku ingin melihatnya." Zhou Fan sungguh penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan patriark mereka, sampai membutuhkan bunga anggrek hitam untuk mengganti bahan.


"Tak masalah... Kau bisa ikut bersama kami ke sekte menara lima. Jadi, kapan kita berangkat?" tanya Qiu Ren sambil melirik keempat muridnya.

__ADS_1


Seolah setuju dengan sang guru, mereka hanya diam menunggu jawaban Zhou Fan.


"Sekarang saja," ujar Zhou Fan singkat.


Kelima orang itu saling pandang, kemudian mengangguk bersamaan.


Qiu Ren melesat terlebih dahulu, dia menjadi petunjuk arah bagi Zhou Fan.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka berenam memasuki pintu sekte menara lima yang kebetulan letaknya tak jauh dari gedung istana bulan.


Sampainya di sana tiga orang, Qiu Ren, Shu Yue serta Zhou Fan menuju ke ruangan patriark, sementara ketiga wanita yang sebelumnya bersama rombongan lebih memilih kembali ke ruangan masing masing.


...


Di ruangan patriark sekte menara lima


"Dia adalah patriark Shu, semenjak kembali dari ibukota dia mengalami luka dalam yang sangat serius, bertahap tubuh patriark Shu semakin lemah, bahkan sekarang dia hanya bisa berbaring tanpa membuka matanya," Qiu Ren menjelaskan.


"Dan kalian mencari bunga anggrek hitam untuk apa?" tanya Zhou Fan.


"Dalam sebuah kitab yang aku baca dalam perpustakaan, terdapat sebuah pill yang dapat membantu patriark, pill itu adalah pill tubuh kedua, pill ini setingkat dengan pill tingkat sembilan." Qiu Ren mengatakan dengan suara pesimis.


"Apakah kalian sudah mengumpulkan semua bahannya?" tanya Zhou Fan spontan.


"Sudah semua, tapi hanya tersisa satu bahan dan kami berniat menggantikannya dengan bunga anggrek hitam." Bukan Qiu Ren yang menjawab, tapi Shu Yue yang berada di samping kanan Zhou Fan.


"Lalu... Apakah kalian sudah menemukan alkemis yang dapat mengolahnya?" tanya Zhou Fan lagi.


Mendengar pertanyaan Zhou Fan keduanya menunduk, mereka seakan lupa bahwa mencari alkemis bintang lima merupakan hal mustahil. Jika itu di Kekaisaran Shi pasti mereka dapat menemukannya, walau tingkat keberhasilan tidaklah tinggi.


"Kalian belum mendapatkan seseorang untuk membuat pill itu, apakah kalian tidak merasa melakukan hal yang sia sia?" tukas Zhou Fan.


"Apa maksudmu sia sia! Apakah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa orang terdekatmu adalah sia sia?!" teriak Shu Yue dengan marah.


Zhou Fan tidak menanggapi Shu Yue yang sedang dalam suasana hati kacau, dia tahu gadis itu tengah dirundung masalah yang pelik.


Qiu Ren mendekati Shu Yue, dia mencoba menenangkan muridnya, tapi karena Shu Yue yang tak kunjung tenang, Qiu Ren terpaksa menepuk tengkuk kepala gadis itu dan membuatnya pingsan.


Qiu Ren membawa Shu Yue ke sebuah kursi panjang yang tak jauh darinya, kemudian kembali ke tempatnya di samping patriark.

__ADS_1


"Bisakah kau memberikan bunga anggrek hitam kepada kami? Walau tak tahu di mana bisa mendapatkan seorang alkemis untuk membuatnya setidaknya saat kita bertemu sudah memiliki bahan yang lengkap," ujar Qiu Ren dengan nada memohon.


Zhou Fan berpikir sejenak, dia juga bukan merupakan orang yang tak berperasaan, hanya diam saat ada orang yang jelas membutuhkannya bukan sifatnya.


"Kau tenang saja, aku akan membantu sebisa mungkin, kau hanya perlu mengeluarkan bahan, biar aku yang ambil alih mulai sekarang." Zhou Fan mendekat dan memeriksa denyut nadi di pergelangan patriark Shu.


Zhou Fan menghembus nafas pelan, dia tak mengira kondisinya bahkan lebih buruk dari tetua pertama, Zhou Kay.


"Apakah kau bisa menyelamatkan patriark?" ucap Qiu Ren dengan wajah bersemangat.


"Apakah dia merupakan alkemis? tapi usianya masih muda, apakah mungkin dia alkemis bintang lima?" batin Qiu Ren sambil menggeleng, dia tidak percaya Zhou Fan merupakan alkemis bintang lima, tapi dia masih berharap pemuda di hadapannya dapat melakukan sesuatu.


"Aku akan berusaha," jawab Zhou Fan yang tak mau memberikan harapan terlalu besar.


"Tapi kau harus keluar, jaga di luar jangan sampai ada yang masuk." Zhou Fan menunjuk pintu yang sedikit terbuka.


Qiu Ren pun langsung keluar setelah mengeluarkan bahan, tidak lupa dia menggendong Shu Yue yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Sebelum dia benar-benar keluar, dia merasa sedikit ragu, tapi dia tidak bisa membiarkan kondisi patriarknya semakin memburuk dan pada akhirnya tiada tanpa ada usaha darinya dan lainnya.


Qiu Ren menghela nafas besar, dia lalu menenangkan gejolak pikirannya, dia mencoba percaya terhadap pemuda yang menurutnya sangat mengagumkan.


Brak...


Merasa sudah dalam keadaan sepi, Zhou Fan mengeluarkan kitab emperor, tanpa bantuan kitab emperor dia tidak akan mempunyai kepercayaan diri untuk membantu patriark Shu.


Karena kitab emperor juga lah dia menyuruh Qiu Ren keluar, dia tidak ingin keberadaan kitab emperor diketahui oleh siapapun. Balum ada yang mengetahui keberadaannya kecuali dia sendiri, bahkan orang tua serta kekasihnya tak mengetahui keberadaan kitab emperor.


Zhou Fan mulai membuka dan mencari nama pill 'tubuh kedua', setelah lama membalik balikkan kitab emperor, akhirnya dia mendapati yang dia cari.


"Pill tubuh kedua, pill tingkat sembilan kualitas rendah, bisa dikatakan sebagai pill tingkat delapan kualitas tinggi." Begitu membaca hal itu seutas senyum tercipta di bibirnya, harapan untuk menyelamatkan patriark Shu semakin besar.


Zhou Fan mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara efektif membuat pill tubuh kedua, dia tidak boleh ceroboh, bagaimanapun pill tersebut merupakan pill tingkat sembilan.


Juga bahan yang disediakan hanya untuk satu kali pembuatan, jika dia gagal maka harus kembali mencari bahan bahan yang sudah didapatkan dengan susah payah.


Phuk...


Zhou Fan menutup kitab emperor dan menatap bahan di depannya, dia sekarang duduk bersila di lantai samping ranjang patriark Shu.

__ADS_1


"Waktunya bakar bakar!"


__ADS_2