
Zhou Fan melesat cepat, bagaikan bergerak di udara dia bergerak sangat cepat hendak menebas pria berkumis tipis. Namun Shang Qiu serta Shang Yui menghadang.
Swush... Trang...
Zhou Fan tak mundur dia menggoyangkan pedang darah malam, dan mengayunkan membelah lurus ke depan.
Dia menebas sambil melompat, memaksa tiga orang yang menjadi lawannya seketika menghindar.
Shang Qiu melompat kebelakang, menghindari tebasan Zhou Fan, sedangkan dua orang lainnya melompat ke samping kanan dan ke samping kiri.
Zhou Fan sekarang tengah berada dalam kepungan tiga arah, Shang Qiu yang menjadi otak serangan doa orang lainnya, melambaikan pedangnya, seolah menyuruh Shang Yui dan Shang Lu untuk bergerak.
Shang Yui dengan patuh mengangguk, kemudian menerjang Zhou Fan, dengan sarung tangan sisik baja.
Sementara Shang Lu yang sudah dua kali dikalahkan Zhou Fan sedikit ragu untuk bergerak, tapi melihat tatapan sengit dari Shang Qiu membuat pria paruh baya berkumis tipis itu menenggak ludah kasar.
Gleg!
Sepersekian detik kemudian pria paruh baya berkumis tipis itu maju, menggenggam pedangnya dengan erat.
Shang Qiu tidak hanya diam menyaksikan, setelah melihat kemampuan Zhou Fan, dia menyadari kekuatan pemuda itu tidaklah lebih lemah darinya.
Meskipun harus bermain keroyokan dia harus membunuh pemuda di hadapannya, tekad Shang Qiu.
"Shang Yui, Shang Lu, terus serang!" Shang Qiu berteriak keras, pria tua itu juga mulai ikut menyerang.
Zhou Fan menarik sudut bibirnya, memutar pedangnya dan bersiap menyambut serangan dari tiga arah.
Shang Qiu melaju dengan pedang meruncing ke depan, Shang Yui sudah bersiap dengan tinjunya, sedangkan Shang Lu sudah mengangkat tinggi pedangnya.
Zhou Fan menahan serangan Shang Qiu, menahannya dengan pedang nya.
Trang!
Bersamaan dengan itu kakinya melompat, kemudian menendang dada Shang Yui dan Shang lu.
Shang Yui yang memiliki kultivasi paling rendah termundur beberapa meter, seteguk darah segar menyembur keluar.
Shang Lu juga termundur, tapi pria paruh baya berkumis tipis itu tidak mendapatkan luka yang fatal.
Sedangkan Shang Qiu terhuyung ke belakang akibat dorongan pedang Zhou Fan.
Ketiganya saling lirik, kemudian mengangguk dengan serentak.
__ADS_1
Hyat!
Dengan aba aba yang Shang Qiu berikan ketiganya kembali menyerang Zhou fan, raut ketiganya nampak suram, kilatan matanya memancarkan aura membunuh yang pekat.
Serangan pedang dan juga tinju terus menghujam menuju Zhou Fan, tapi pemuda itu nampak begitu menikmati pertarungan, seolah ia yang menginginkan pertarungan itu terjadi.
Zhou Fan menyerang sembari menghindari serangan tiga orang sekaligus, dengan sangat lihai Zhou Fan meliuk-liuk mencari celah lawannya.
Sementara di ujung ruangan, tampak seorang pria paruh baya berpakaian serba hitam memasang wajah cemas.
"Kedai ku..." Dengan suara merintih dia bergumam, melihat kekacauan di hadapannya, ia sungguh tak berdaya.
Pria paruh baya itu bernama Bao Tang, pemilik kedai itu tidak memiliki keberanian untuk menghentikan pertarungan, bukan hanya karena salah satu pihak diantaranya adalah keluarga bangsawan Shang, tapi juga karena melihat kekuatan kedua belah pihak yang begitu jauh di atasnya.
Semenjak para pengunjung di lantai tiga berhamburan keluar, Bao Tang dengan tergesa-gesa menuju lantai tiga, ingin memastikan apa yang terjadi.
Sampainya di anak tangga terakhir alangkah terkejutnya dia, menyaksikan pertarungan yang sungguh hebat, seorang pemuda berdiri dengan gagah berani di hadapan ketiga lawannya.
Melihat keberanian pemuda itu, membuat hati kecilnya bertanya tanya, siapa pemuda itu.
Dengan otak minimalis dia berpikir, berusaha mengingat siapa pemuda di hadapannya.
Bao Tang memangut dagunya, seolah pemuda itu sangat penting baginya, sesekali dia menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal, kemudian menggeleng dengan pandangan mata ke arah pemuda tersebut.
Dugh... Aoh!
Suara Bao Tang membuat pertarungan berhenti seketika.
Pertarungan berhenti, masing masing menengok ke arah Bao Tang, kemudian memandang pria paruh baya berpakaian serba hitam itu dengan tatapan mengerikan khususnya tiga serangkai keluarga bangsawan Shang.
Keringat dingin memenuhi wajah pucat Bao Tang, kakinya gemetaran, tangannya mengait pakaian yang tampak kusut akibat cengkramannya.
"Sepertinya semua orang sedang sibuk, sebaiknya aku kembali..." Bao Tang menggesekkan kakinya, sambil bersiul canggung dia berusaha mundur perlahan.
Tapi dewi fortuna memang tidak mengizinkan dia pergi dengan begitu mudahnya.
"Tunggu!"
Tepat saat kaki kanan Bao Tang sudah mulai melangkah mundur, suara Shang Qiu menggema di ruangan, membuat Bao Tang yang menjadi sasaran menciut nyalinya dan dengan patuh berhenti.
"Adakah yang bisa pria lemah ini bantu, Tuan kedua Shang?" Dengan keringat bercucuran Bao Tang bertanya, wajahnya menunduk, tak berani bertatap dengan Shang Qiu.
Sebelum Shang Qiu berkata, Zhou Fan tertawa, dan kemudian berkata. "Paman, apakah kau pemilik kedai ini? Jika iya, kau tidak perlu khawatir, semua akan ditanggung oleh Shang."
__ADS_1
Zhou Fan begitu santai, bahkan tak nampak sedikitpun ekspresi cemas ataupun ragu.
"Kau!" Shang Qiu menatap kesal Zhou fan, menggertakkan giginya, rahangnya seolah telah mengeras sempurna.
"Sebaiknya kau pergi, atau pak tua itu akan mencelakaimu." Zhou Fan lagi lagi berkata dengan santai, membuat Bao Tang mengerutkan dahinya.
"Apa yang kau tunggu paman, apakah kau menunggu maut datang menyambutmu?" Pertanyaan Zhou Fan seketika membuat Bao Tang tersadar, pria paruh baya itu dengan cepat berpaling ke arah Zhou Fan.
Sedangkan Zhou Fan menatap serius Shang Qiu, "Biarkan dia pergi!"
"Cih! Aku tak peduli dengannya, yang terpenting adalah memungut nyawamu yang sebentar lagi akan habis masa peminjaman. Hahaha!" Shang Qiu tertawa kesetanan, tatapan matanya memancarkan niat membunuh, seolah iblis yang melihat mangsanya.
Bao Tang dengan cepat menuruni tangga setelah mendengar perkataan Shang Qiu, sambil terus bergerak dia bergumam, mengharapkan yang terbaik untuk pemuda yang telah membantunya.
Sementara di lantai tiga, tiga serangkai bangsawan Shang mulai bersiap kembali, dan sekali lagi menyerang Zhou Fan bersamaan.
Zhou Fan bergerak liar, mengerahkan gerakan teknik dewa pedang, pedang darah malamnya begitu dominan, berputar dengan indah dan juga cepat.
Menghadapi serangan Zhou Fan, ketiga orang itu sungguh di paksa dalam posisi bertahan.
Trang... Tring...
Zhou Fan melompat, mengayunkan pedangnya kesamping.
Shang Yui yang menjadi target serangan Zhou Fan dengan sekuat tenaga menghindar, tapi kecepatannya sungguh tidak bisa dibandingkan dengan Zhou fan.
Sret... Akh!
Pedang darah malam menggores lengan atas Shang Qiu. Pemuda itu menjerit kesakitan, tapi dia tidak tahu sebuah kaki mengarah ke perutnya.
Berhasil menggores Shang Yui, Zhou Fan mengangkat kakinya, menendang Shang Yui hingga tubuhnya terpental dan terseret menubruk dinding.
Bruak!
Shang Yui memuntahkan seteguk darah segar, kemudian pingsan seketika, membuat paman dan pelayannya memandangnya khawatir.
"Tuan muda?!"
"Yui'er?!"
Seru keduanya bersamaan dengan cemas, wajah Shang Qiu berubah suram, menatap tajam Zhou Fan.
"Sialan, kubunuh kau!"
__ADS_1