
Desa Daun Hijau kembali ramai, setelah lelang tahunan yang diadakan beberapa bulan yang lalu, banyak kultivator mendatangi desa daun hijau karena ingin mendapatkan tempat tersisa untuk ikut turnamen Kota Batu Hitam.
Beberapa orang memang datang karena ingin mengikuti kualifikasi, sedangkan lainnya hanya ingin melihat para kultivator yang bertanding.
**
Sambil menunggu waktu babak kualifikasi dimulai Zhou Fan mencari tempat untuk mengusir rasa bosannya, pemuda itu berpikir untuk berkeliling sebentar.
"Hei.... Saudaraku, apakah kau kesini juga karena babak kualifikasi?" tanya seseorang yang tiba tiba muncul disamping Zhou Fan.
Zhou Fan yang sedang asik berkeliling, terkejut saat seseorang tiba tiba berada di sampingnya. Zhou Fan memutar kepalanya kesamping, seorang pemuda berpakaian compang dengan kulit sedikit gelap menatap kearahnya dengan wajah tersenyum ramah.
"Sajak kapan dia disini? aku tidak memyadarinya" Zhou Fan bertanya tanya di dalam hatinya.
"Hei! kawan apakah kau baik baik saja?" tanya pemuda berpakaian compang itu saat melihat pria yang sekarang di hadapannya itu termenung.
"Ah... i.. iya, aku baik baik saja, eh kau siapa?" Zhou Fan baru sadar bahwa ia tidak mengenal pemuda berpakaian compang.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan, kultivasinya hanya petarung mahir bintang 1." Zhou Fan menepis pikirannya, dia sempat berpikir pemuda berpakaian compang merupakan seorang yang lebih kuat daripada dirinya, tapi setelah memeriksa tingkatan kultivasinya, ia membuang jauh pikiran tersebut.
"Perkenalkan. Lee!" ucap pemuda berpakaian compang sambil mengulurkan tangan kanannya, berharap balasan dari Zhou Fan.
"Lee?" Beo Zhou Fan, dia tidak mengira pemuda dihadapannya tidak memiliki marga, tapi ia terlihat baik baik saja.
Lee manatap heran pemuda dihadapannya, begitu anehkah namanya,
"Ya, Lee!" tegasnya ulang sambil menggoyang nggoyangkan tangannya.
Zhou Fan melihat kode dari Lee, ia menjabat tangan pemuda itu sambil memperkenalkan dirinya, "Zhou Fan!".
"Babak kualifikasi masih beberapa jam lagi, bagaimana kalau kita mampir ke sebuah kedai?" tawar Lee.
__ADS_1
"Tapi kau yang traktir!" ucapnya lagi sambil tersenyum.
Zhou Fan tersenyum melihat sifat Lee yang tidak segan terhadapnya, padahal ia baru saja bertemu, tapi itu yang membuat Zhou Fan tertarik dengan pemuda itu.
Zhou Fan tidak membalas ucapan Lee, tapi ia hanya mengangguki tanda ia setuju dengan saran pemuda itu. Sejak perjalanan Lee tidak berhenti bicara selalu saja ada sebuah topik yang bisa ia bicarakan.
Zhou Fan hanya menggelengkan kepala melihat pemuda yang baru di temui nya itu. tidak dapat diam walau sebentar saja, bahkan sampai mereka memasuki sebuah kedai Lee masih bercerita tentang apa yang ia ketahui.
Memang Zhou Fan lah yang pertama kali bertanya kepada Lee, Zhou Fan bertanya informasi apa saja yang ia ketahui tentang babak kualifikasi, tapi ia tidak mengira pemuda yang baru ia temui itu akan membahasnya begitu terperinci, bahkan hal terkecil sekalipun.
Menghabiskan waktu sebentar dengan Lee, membuat Zhou Fan mengetahui kehidupan pemuda itu, Lee tidak mempunyai siapapun di sisinya, bahkan ia bertahan hidup sebagai pengemis yang selalu berpindah pindah.
Zhou Fan sesaat berpikir, kehidupannya sedikit lebih baik dibandingkan dengan pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Lee, ia masih memiliki rumah untuk kembali, sedangkan pemuda dihadapannya itu bahkan hidup di dunia yang kejam ini tanpa satupun keluarga di sampingnya, sungguh kasihan, pikirnya.
"Dimana keluargamu? dari mana asalmu?" Tanpa sadar pertanyaan itu keluar dari mulut Zhou Fan.
Melihat ekspresi wajah Lee yang sedikit menggelap, Zhou Fan sadar apa yang ia lontarkan adalah hal yang sangat sensitif.
"Mm seharusnya aku tidak bertanya...," ucapnya menyesal.
Zhou Fan terkejut melihat ekspresi Lee yang begitu cepat berubah, dia membatin. "Ekspresinya berubah dengan sangat cepat."
Lee menceritakan semua yang ingin Zhou Fan ketahui, mulai dari asalnya yang berasal dari Kota Mawar, dan keluarganya yang sebenarnya adalah salah satu bangsawan disana, tapi karena beberapa tuduhan diarahkan pada keluarganya, orang tuanya di lhukum mati dan hanya dirinya sajalah yang masih hidup dari seluruh keluarganya, sekitar puluhan orang dari keluarganya baik keluarga inti maupun keluarga cabang, diberikan hukuman mati tanpa tersisa.
Andai saja saat itu Lee tidak sakit dan berada di luar kediamannya mungkin ia juga ikut ke dalam daftar orang yang akan dihukum mati, tapi saat itu ia sedang terkena penyakit yang agak parah dan harus mendapati perawatan di rumah seorang tabib.
"Apakah kau tidak berniat balas dendam?" Zhou Fan bertanya kepada pemuda dihadapannya itu setelah melihat ceritanya sudah selesai.
Lee menatap Zhou Fan, kemudian membuang nafas kasar. "Andai aku bisa tentu aku ingin segera memberikan balasan kepada semua orang yang telah menfitnah keluargaku."
"Menurutku itu hanya masalah waktu, kau pasti akan menjadi kultivator tangguh," ucap Zhou Fan.
__ADS_1
"Tidak semudah itu teman, andai hanya para bangsawan itu yang memulainya, tapi menurut apa yang aku ketahui ini juga berhubungan dengan pihak Kekaisaran" Lee kemudian menceritakan kelanjutan ceritanya.
Lee menjelaskan bahwa ada rumor yang mengatakan keluarganya mengetahui tentang sebuah peta yang menunjukkan lokasi sumber daya langka, menurut apa yang dikatakan rumor tersebut jika ada yang mendapatkan peta itu akan menjadi seorang kultivator yang bahkan kaisar harus hormat kepadanya.
Mulai saat itulah banyak keluarga bengsawan lain yang menargetkan keluarganya, bahkan pihak Kekaisaran tidak melewatkannya begitu saja, satu persatu masalah muncul menerpa keluarganya, beberapa bulan kemudian keluarganya dituduh sebagai pemberontak yang bersiap membantu Kekaisaran lain untuk memasuki wilayah Kekaisaran Wei, dan seluruh keluarganya ditangkap beberapa hari setelahnya.
"Apa menurutmu kaisar mengetahui masalah tersebut?" tanya Zhou Fan pada Lee.
"Entahlah, aku tidak terlalu percaya dengan kerja Kekaisaran." Lee berkata dengan nada sedikit lemah.
"Aku tidak mengira masalah keluargamu begitu rumit, aku juga tidak mengira pihak Kekaisaran akan ikut serta dalam masalah seperti ini," ucap Zhou Fan sedikit merasa kecewa dengan tindakan Kekaisaran.
"Kenapa kau terlihat sedih kawan, itu sudah 10 tahun berlalu, aku saja bisa tertawa sekarang," ucapnya sambil tertawa, meskipun terdengar sangat dipaksakan.
"Haha kau sungguh menarik saudaraku, sekarang kita adalah teman, bagaimana?" Zhou Fan berkata sambil tertawa. Zhou Fan dapat melihat pemuda dihadapannya itu sedang memaksakan tersenyum.
"Dia pasti sudah memjalani hidup yang sangat sulit," batin Zhou Fan.
"Tentu saja, sekarang kita teman!" ucap Lee dengan lantang sambil mengangkat gelasnya berniat bersulang.
Zhou Gan ikut mengangkat gelasnya dan bersulang dengan teman barunya itu.
"Trink...." Suara dua gelas saling berbenturan.
****
Paviliun obat sebagai tuan rumah babak kualifikasi, sudah mempersiapkan arena sebagai tempat para kultivator memperebutkan 12 kuota tersisa.
Warga Desa Daun Hijau menyambut acara tersebut dengan semangat, selain dapat tontonan mereka juga mendapatkan keuntungan dari tempat usaha mereka yang semakin ramai.
Perwakilan kediaman tuan kota juga menyempatkan hadir pada acara kali ini, kediaman tuan kota beberapa bulan yang lalu tidak mengikuti lelang karena mereka tidak begitu tertarik dengan dunia kultivasi, bahkan jika turnamen ini tidak berhubungan dengan Kota Batu Hitam mungkin mereka lebih memilih untuk angkat tangan.
__ADS_1
Tuan Kota Batu Hitam adalah keluarga bangsawan Li, keluarga Li yang ada di kota batu hitam adalah keluarga cabang dari keluarga Li yang ada di ibukota.
Meskipun sebutannya adalah tuan Kota, keluarga Li tidak memiliki wilayah khusus di Kota Batu Hitam, bahkan kediamannya berada di wilayah kekuasaan Klan Shui. Intinya tuan kota di Kota Batu Hitam hanya sebuah gelar tanpa kekuasaan.