
Zhou Fan beranjak pergi setelah membayar pesanan, dia sangat penasaran tentang sekte pengobatan, khususnya mengenai pria berpakaian serba merah.
Rogue selalu diam sepanjang perjalanan, meski Zhou Fan terkadang mengajaknya berbincang, gadis kecil itu menjawab ala kadarnya.
Jika bukan 'ya' pasti adalah 'hem', tak jarang dia menggeleng untuk menyatakan ketidaksetujuan. Namun, itu sangat jarang, karena dia lebih pasrah dalam mengikuti alur perbincangan.
Zhou Fan sebenarnya sangat tidak nyaman dengan hal itu, tapi dia tidak bisa memaksa Rogue untuk selalu menanggapi ucapannya.
Dari kejauhan nampak kediaman agak besar dengan halaman yang luas, selain penjaga yang bertugas, juga tampak beberapa orang berlalu lalang melewati pintu masuk kediaman.
Hendak ikut masuk, seorang dari dalam keluar. Zhou Fan lantas menghentikan mereka dan berniat bertanya.
"Tunggu bibi, sebenarnya di sana ada apa? Dari sini terlihat begitu ramai, sungguh membuat orang penasaran." Zhou Fan berusaha bersikap ramah, dia berlagak tidak tahu, agar wanita paruh baya yang di tanya tak curiga terhadapnya.
"Di sana terdapat praktik pengobatan. Beberapa bulan desa ini terkena wabah, dan itu membuat semua orang panik dan juga khawatir. Namun, sejak keberadaan sekte pengobatan yang baru dibuka beberapa hari, semua orang menjadi lebih tenang." Wanita paruh baya itu menghela nafas lega, terlihat dari wajahnya menyiratkan kepuasan.
"Sebaiknya kau pergi juga ke sana, walau tidak terkena wabah, lebih baik berjaga sebelum terlambat." Wanita paruh baya itu melambai dan menyusul kelompoknya yang terlebih dahulu pergi.
"Sekte pengobatan?" Zhou Fan bergumam sambil tangannya mengelus dagu.
Dia merasa sekte pengobatan sedikit aneh, tapi dia tak mau asal menebak. Bisa saja pikirannya hanyalah prasangka buruk semata.
Zhou Fan perlahan mendekati pintu masuk kediaman, penjaga yang melihat dua orang datang segera memeriksa. Setelah tak mendapati ancaman dari kedua orang itu, penjaga penjaga tersebut mempersilakan.
Hal pertama yang dilihat setelah masuk halaman kediaman adalah banyaknya orang yang tengah mengantri, sungguh banyak, mungkin jika dapat dikatakan bahwa ini adalah seluruh penduduk desa.
Mereka duduk dengan kursi tersusun rapi memanjang. Zhou Fan yang baru saja datang harus duduk di barisan terbelakang.
Di depan semua orang, terlihat dua pria, yang satu berpakaian hijau, sedang yang lain berpakaian merah. Zhou Fan sangat ingat sosok berpakaian merah, dia tak lain adalah pria paruh baya yang menyebarkan informasi mengenai sekte pengobatan.
Rogue juga memperhatikan ke depan, tapi wajahnya terlihat pucat. Dan ketika melihat sosok berpakaian hijau, mulutnya mendesis menahan amarah.
__ADS_1
"Pria jahat!" gumam Rogue pelan tapi cukup jelas di telinga Zhou Fan.
Zhou Fan yang tak tahu apa apa hanya menoleh antara pria berpakaian hijau lalu ke gadis di sampingnya.
"Rou?" Zhou Fan menggoyangkan bahu Rogue, tapi gadis itu tak bergeming sedikitpun.
"Pill sesat!" Sekali lagi gumaman lirih Rogue membuat Zhou Fan bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Rou terlihat mengenal pria berpakaian hijau?" Zhou Fan membatin heran, tapi yang menjadi fokus utamanya adalah tentang pill sesat yang dibicarakan Rogue.
"Dia pembunuh!" Rogue kembali bergumam, wajahnya sudah memerah seolah menahan dendam teramat besar.
Zhou Fan mencoba menenangkan Rogue, dia tidak bisa bertindak tanpa jelas situasi yang sebenarnya.
"Rou? Kau kenapa, coba jelaskan kepadaku." Zhou Fan menarik tangan Rogue agak kencang, membuat gadis kecil itu tersadar.
Begitu tersadar, Rogue memasang wajah bringas, lebah jarum di jubahnya merembes perlahan.
Zhou Fan yang mengetahui hal itu dengan cepat mencegah.
"Dia adalah pelaku pembantaian di desaku! Dan aku harus membunuhnya!" Rogue berkata dengan nada dingin, aura membunuh terus menyeruak dari tubuhnya.
"Kau jangan gegabah, kau tidak akan bisa mengalahkan mereka jika tanpa persiapan ... Sekarang, ceritakan secara keseluruhan, agar aku dapat membantumu." Zhou Fan berusaha menahan Rogue agar tidak bertindak gegabah.
Gegabah akan membawa penyesalan, apalagi jika mengingat ini adalah markas lawan.
Rogue menghirup nafas kuat, udara masuk dengan sempurna memenuhi paru parunya. Dia menahan sejenak membuat dadanya sedikit membusung, kemudian dengan perlahan dia melepaskannya.
Setelah lebih tenang, Rogue menceritakan mengenai kisahnya secara lengkap.
Saat itu desanya merupakan desa yang damai, tapi setelah kedamaian itu mulai timbul suatu wabah yang membuat sebagian besar penduduk mengalami sesak nafas dan juga diare.
__ADS_1
Hal itu tentu menimbulkan kepanikan masal di seluruh desa. Setelah beberapa bulan mereka harus bertahan dengan kondisi wabah, sebuah kelompok datang ke desa dengan membawa kabar gembira.
Semua penduduk menyambut mereka dengan antusias. Berkat bantuan mereka, penduduk desa yang terjangkit wabah mulai mereda. Dan penduduk memuja kelompok itu sebagai dewa kesejahteraan.
Kelompok itu pergi setelah masalah desa teratasi, penduduk desa juga melakukan perpisahan dengan begitu hormat, bahkan setiap keluarga menyumbangkan beberapa kekayaan untuk mereka.
Namun beberapa hari setelahnya, penduduk desa satu persatu meninggal, dan yang paling penting, semua yang meninggal memiliki ciri yang sama. Tubuh mereka kering bagai tak ada daging, hanya tulang terbungkus kulit.
Zhou Fan termenung mendengar cerita Rogue, jika itu benar, memang teramat kejam kelompok ini, dia tidak bisa hanya diam saja menyaksikan ratusan bahkan ribuan orang mati mengenaskan.
"Apakah kau yakin mereka adalah kelompok yang sama?" tanya Zhou Fan memastikan.
"Aku bisa menjamin, pill yang mereka berikan merupakan pill sesat. Dan itu adalah kunci jika ingin membuktikan." Rogue menjeda dengan sengaja penjelasannya.
Zhou Fan menyipitkan mata, dia lebih mempertajam lagi penglihatannya terhadap pill yang diberikan kepada beberapa orang setelah pemeriksaan.
"Jika dimasukkan ke dalam air, pill sesat itu akan menampilkan wujudnya. Aku tahu hal ini karena waktu itu orang tuaku tanpa sengaja menjatuhkan pill itu ke dalam wadah air ... "
"Dan yang terjadi selanjutnya benar benar... " Rogue tak melanjutkan perkataannya, dia bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Tapi setelah menekan gejolak perasaannya, dia perlahan membuka mulutnya.
"Di dalan pill terdapat semacam belatung."
"Bukankah orang tuamu tak menelannya, lalu kenapa bisa..." Zhou Fan sengaja menggantung perkataannya, dia takut jika melanjutkan perkataannya Rogue akan kembali bersedih.
"Itu karena orang kejam itu! Mereka tidak benar benar pergi, mereka kembali lagi untuk membersihkan orang dan juga harta penduduk desa. Dan saat menjumpai orang tuaku masih bertahan, mereka membunuhnya." Tersirat kesedihan juga kemarahan dalam ekspresinya.
Zhou Fan kembali mengalihkan perhatian ke atas panggung di depan, jarak yang teramat jauh tak membuat pandangan Zhou Fan terhalang.
Dia dapat melihat jelas wajah dua pria dengan pakaian berbeda warna yang teramat ramah, selalu menampilkan senyum mengembang.
Zhou Fan berdiri lalu melesat ke panggung, sontak semua orang yang di sana berdiri dengan wajah tak terima.
__ADS_1
Seolah tak peduli dengan tatapan semua orang, Zhou Fan berjalan mendekati kedua pria paruh baya.
"Sekarang giliran ku!"