
Setelah dua hari satu malam berada di sekte menara lima, Zhou Fan sekarang berada di desa Luan. Kepergiannya dari sekte menara lima senantiasa diiringi wajah bahagia, bukan karena apa, tapi dia mendapatkan koin emas yang amat melimpah dari patriark Shu.
Sebenarnya Zhou Fan tidak mengharapkan apa apa, tapi patriark Shu merasa tak enak jika tak memberikan sesuatu untuk penolongnya.
Dia memberikan sebuah cincin, Zhou Fan menerimanya tanpa memeriksa, dia tak mau mencoreng muka patriark Shu dengan meragukan hadiah darinya.
Setelah keluar gerbang, Zhou Fan yang penasaran menelisik cincin penyimpanan tersebut, dan alangkah terkejutnya dia saat menjumpai koin emas yang amat sangat banyak. Mungkin jika dihitung, koin emas itu tak kurang dari puluhan juta koin emas.
Meskipun terkejut, dia tak berniat mengembalikannya, bagaimanapun itu adalah hasil kerja kerasnya, bayaran dari membuat pill tingkat kesembilan.
Dia bersama Zhou Jim berada di sebuah ruangan. Zhou Fan menimang tulang yang ia dapatkan di lelang istana bulan, mata Zhou Jim tidak pernah lepas dari tulang itu.
"Sebenarnya apa yang istimewa dengan tulang ini?" Zhou Fan masih membalik balikkan tulang di tangannya.
Phak... Phak...
Zhou Fan melemparkan tulang di tangannya ke lantai tempat Zhou Jim berada.
Dengan secepat kilat serigala itu menangkap tulang tersebut dengan giginya.
Zhou Fan memperhatikan Zhou Jim terlihat sangat menggilai tulang itu, membuatnya merasa aneh dengan perilaku serigalanya.
Andai bukan Zhou Jim yang terus gelisah dan mendesak Zhou Fan untuk menawar tulang itu, tidak mungkin Zhou Fan mengeluarkan koin emas untuk sesuatu yang tidak dia ketahui manfaatnya.
Krt... Krtk...
Tulang dalam gigitan Zhou Jim hancur saat serigala itu merapatkan gigi tajamnya. Alangkah terkejutnya Zhou Fan saat melihat cairan hijau di dalam tulang.
"Ini..." Zhou Fan meraih setengah tulang yang terjatuh dari mulut Zhou Jim.
Zhou Fan mengendus layaknya anjing, matanya terbuka lebar saat menyadari cairan hijau yang berasal dari dalam tulang.
"Kelenjar sumsum!" Zhou Fan menatap Zhou Jim tak percaya, ternyata serigalanya mempunyai kemampuan istimewa dalam menemukan barang berharga.
"Makan ini!" Zhou Fan melempar tinggi setengah tulang di tangannya, disambut lompatan ciamik dari Zhou Jim.
Zhou Fan mengelus kepala Zhou Jim. "Sepertinya kau akan kembali menerobos."
Kelenjar sumsum hanya dimiliki oleh beast tingkat sembilan ke atas, sehingga dapat dipastikan tulang itu adalah fosil dari binatang beast tingkat sembilan atau bahkan sepuluh.
Kelenjar sumsum sangat berguna bagi seorang kultivator, tapi tidak lebih berguna bagi perkembangan beast.
Zhou Fan memberikan kembali tulang kepada Zhou Jim karena melihat itu dapat membantu serigalanya menjadi kuat.
Tak membutuhkan waktu lama, Zhou Jim menelan sepenuhnya tulang yang telah ia hancurkan. Setelah melahap habis tulang beast tingkat tinggi dia langsung menelungkupkan tubuhnya.
__ADS_1
Zhou Fan menarik sudut bibirnya puas, memang benar apa yang sudah ia pikirkan. Zhou Jim akan segera melakukan terobosan.
Zhou Fan duduk di sebelah Zhou Jim, dia kemudian mengeluarkan tanaman herbal dari dalam cincin penyimpanan.
Dari pada hanya berdiam diri menunggu tak pasti, lebih baik membuat pill kultivasi tingkat ke-delapan yang sudah tersedia semua bahannya.
Zhou Fan meraih sekuntum bunga anggrek berwarna hitam, demi mendapatkan pengganti bunga caroline dia harus mengeluarkan koin emas ratusan ribu.
Selama petualangannya, dia belum pernah sekalipun bertemu dengan bunga caroline bahkan sekedar mendengar namnya saja, entah memang sangat langka atau dia yang tak beruntung.
Bunga caroline mirip dengan bunga teratai, tapi bunga caroline memiliki tangkai berduri layaknya bunga mawar.
Bunga caroline merupakan komponen penting dalam pembuatan pill kultivasi tingkat ke delapan ke atas, jadi Zhou Fan harus mendapatkan bunga ini jika dia berkeinginan membuat pill kultivasi lagi.
"Meratapi nasib merupakan ciri orang gagal, biarlah... Bukankah hanya ratusan koin emas, jika aku berhasil membuat satu saja pill kultivasi tingkat ke-delapan, itu sudah cukup untuk menutup kerugian." Zhou Fan kembali meletakkan bunga anggrek hitam, dan mulai berkonsentrasi.
Perlahan tangan kanan Zhou Fan terangkat, bersamaan dengan itu api mulai menyelimuti sekitarannya.
Zhou Jim yang berada di dekat Zhou Fan tidak mendapat serangan dari api milik Zhou Fan, seberkas cahaya dari tubuhnya seolah menghalau api untuk mendekat ke arahnya.
Zhou Fan mulai menggerakkan kedua tangannya, berputar melipat layaknya mengukir sebuah segel.
Tanaman obat di depan Zhou Fan satu persatu melompat masuk ke pusaran api, seolah memiliki kesadarannya sendiri.
Zhou Fan seolah tak kesulitan dalam membuat pill kultivasi, seakan dia sudah terbiasa membuat pill tingkat tinggi.
Pengalamannya dalam membuat pill tubuh kedua yang merupakan pill tingkat sembilan membuatnya sedikit mengetahui hal apa yang harus dia perhatikan.
Sesekali Zhou Fan menelan pill pemulihan, aktifitas membuat pill merupakan pekerjaan paling menguras tanaga dalam, bahkan jika petarung harus mengeluarkan jurus puluhan kali, itu tidak sebanding dengan konsumsi tenaga dalam saat membuat pill.
Waktu terus berputar, Zhou Fan sudah melakukan sebagian besar prosesnya, tinggal menunggu beberapa saat dan pill akan berhasil di buat.
.
.
.
.
"Hahaha.. Tak sia sia aku mengeluarkan koin emas begitu banyak, akhirnya aku berhasil mendapatkan pill kultivasi tingkat ke-delapan." Zhou Fan memandang bangga dua pill dalam genggamannya.
Terlihat jelas dua pill yang berbeda warna di tangannya, satu berwarna putih bersih dan yang lain berwarna putih abu-abu.
"Pill kultivasi sempurna ini akan aku gunakan sendiri sedangkan yang cacat ini akan aku lelang," gumam Zhou Fan sembari menyimpan dua pill dalam wadah yang berbeda.
__ADS_1
Setelah melakukan proses membuat pill yang begitu lama, Zhou Fan akhirnya dapat membuat pill kultivasi tingkat ke-delapan. Bahkan dia berhasil membuat dua pill, walau yang satu merupakan pill cacat.
Namun, pill kultivasi tingkat ke-delapan yang cacat tetap merupakan pill tingkat delapan, meski tidak sebagus pill yang sempurna, itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan pill kultivasi tingkat ke-tujuh.
Dengan fakta itu Zhou Fan menyimpulkan akan mendapat jutaan bahkan puluhan juta dengan pill cacat buatannya.
"Membayangkan pill sisa ini memiliki harga yang fantastis membuatku bahagia," gumam Zhou Fan.
Eh?!
Pandangannya tiba tiba mengarah ke Zhou Jim, serigala itu masih saja dalam kondisi terlungkup.
"Apakah dia masih lama?" tanya Zhou Fan tak bersuara, dia lalu berjalan ke luar ruangan meninggalkan Zhou Jim di dalam sendirian.
Zhou Fan menuruni tangga dan berjalan ke lantai satu yang juga dijadikan rumah makan.
Zhou Fan duduk di salah satu kursi kosong di dekat pintu keluar, dia merasa melihat pemandangan orang berlalu lalang membuatnya tidak merasa kesepian.
Tak lama makanan yang sudah Zhou Fan pesan datang beserta araknya.
Saat Zhou Fan asik makan, sayup sayup dia mendengar perbincangan orang di sekitarnya.
"Sangat malang nasib para gadis desa ini, mereka di tangkap untuk dijadikan persembahan."
Zhou Fan menoleh ke arah belakang, tepat di belakangnya terdapat empat pemuda dan juga pria paruh baya.
Zhou Fan kembali fokus dengan makanannya, tapi telinganya seakan ingin mendengar kelanjutan cerita mereka.
"Apa yang bisa dilakukan untuk itu, tidak ada yang berani menantang sekte gagak darah di desa ini."
"Kau benar, sekte gagak darah merupakan penguasa sesungguhnya di desa Luan, tidak ada yang berani menantang, atau menentang."
"Meskipun sekte gagak darah sangat kejam, itu hanya bagi para gadis, bagi pria seperti kita bahkan tidak berdampak sama sekali."
"Sekte gagak darah selalu melakukan persembahan setiap tiga bulan sekali dan mereka selalu merampas puluhan gadis dari orang tuanya."
"Katanya, para gadis itu akan dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kekuatan para anggota yang keseluruhannya adalah pria."
Zhou Fan menyipitkan mata, sudah dapat di tebak apa yang terjadi terhadap puluhan gadis yang tertangkap. Dengan anggotanya yang seluruhnya adalah pria, orang bodoh mana yang tidak bisa menebaknya.
"Kalau tidak salah nanti malam adalah waktu dimana mereka melakukan persembahan."
Zhou Fa menghentikan aksi makannya, mulutnya yang masih dalam kondisi terbuka mengatup bersamaan dengan terlontarnya kalimat terakhir.
"Pahlawan datang penjahat menghindar."
__ADS_1