Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 186 : Pesta Pernikahan


__ADS_3

"Ah, ayah mertua... Aku ingin bertemu Wei'er," ucap Zhou Fan yang kemudian sudah menghilang dari tempatnya berada.


Qing Si hendak mengejar Zhou Fan, tapi terlebih dahulu patriark Qing cegah.


"Biarkan saja dia, bukankah normal jika menemui tunangannya?"


Cuih...


"Aku lebih tahu apa yang ada dalam kepalanya!" gumam Qing Si dengan wajah keberatan.


Patriark Qing menggeleng mendengar gumaman samar dari tetua keduanya.


....


Di gazebo kediaman tetua kedua klan Qing....


Qing Yuwei tengah duduk sendirian dengan ditemani pill kultivasi yang baru saja dia telan.


Gadis itu terus meningkatkan kultivasinya setelah kepergian Zhou Fan, dia merasa terlalu lemah untuk berada di samping pemuda yang sudah menjadi tunangannya.


Qing Yuwei sangat gigih melakukan kultivasi, dengan bantuan pill yang Zhou Fan tinggalkan padanya dia berusaha sebaik mungkin.


Zhou Fan yang baru saja mencari di setiap ruangan kediaman, pada akhirnya menemukan orang yang dia cari berada di gazebo halaman samping.


Semakin mendekat dia dapat melihat jelas wajah wanitanya tangah fokus ber kultivasi, tak mau mengganggu, Zhou Fan memutuskan untuk menunggu.


Qing Yuwei yang ber kultivasi dapat merasakan kehadiran seseorang yang mendekat ke arahnya, tapi dia mencoba untuk tak menghiraukannya, karena dapat dirasakan tak ada ancaman darinya.


Sekitar beberapa waktu berselang akhirnya Qing Yuwei menyelesaikan kultivasinya, sosok pertama yang ia lihat saat membuka mata merupakan pemuda yang ada dalam hatinya.


Gadis itu kembali memejamkan matanya, mencoba mengusir bayangan Zhou Fan yang selalu mengganggunya.


"Apakah aku terlalu merindukannya, sampai kali ini melihat begitu jelas?" Qing Yuwei membatin sambil berusaha membuka matanya perlahan.


Tuck!


Auh...


"Apakah kau tak ingin melihatku, ha?" ujar Zhou Fan sembari mendaratkan jentikan telunjuknya.


Mengetahui yang ada di depannya bukan sekedar halusinasi, Qing Yuwei dengan segera menghamburkan diri memeluk tunangannya.


"Aku kira yang aku lihat adalah bayangan semu," ucap polos Qing Yuwei dengan tangan mengelus dahinya.


Zhou Fan membalas pelukan hangat Qing Yuwei, perlahan dia mengangkat tangannya dan mengelus puncak kepala wanitanya.


"Kau sudah berada di tingkat petarung grand Master bintang tiga?" seru Zhou Fan agak terkejut.


Qing Yuwei melepaskan dekapannya. "Aku tak ingin menjadi wanita lemah, aku harus berusaha menjadi wanita yang layak untukmu."


Qing Yuwei mengatakan dengan wajah serius, membuat Zhou Fan menjadi termenung, tapi kemudian berubah tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya... Kenapa kau datang ke klan Qing?" tanya Qing Yuwei yang membuat Zhou Fan memicingkan mata.


"Apa aku tak boleh datang mengunjungi tunanganku sendiri?" Zhou Fan balik bertanya kepada Qing Yuwei.


"A -- Aku ti -- tidak ... "


Melihat Qing Yuwei tergagap membuat Zhou Fan terkekeh geli, seketika merubah ekspresi Qing Yuwei menjadi kesal.


Cih...


Qing Yuwei memalingkan wajahnya yang teramat kesal.


"Bukankah di klan Qing akan ada pernikahan?" tanya Zhou Fan santai.


Qing Yuwei berpikir sambil mengelus dagu mulusnya.


"Kau datang hanya karena acara pernikahan itu?" tanya Qing Yuwei dengan suara tertahan.


"Tentu saja," jawab Zhou Fan singkat.


"Sialan!" desis Qing Yuwei pelan, kemudian beranjak pergi meninggalkan Zhou Fan.


"Kau mau kemana, Wei'er?" teriak Zhou Fan karena gadis itu sudah jauh dari tempatnya.


"Mencari pria!" jawab Qing Yuwei dengan suara tegas tanpa menghentikan langkahnya.


Wajah Zhou Fan seketika membeku, dan dengan cepat menyusul Qing Yuwei.


Glug!


Tenggorokan Qing Yuwei seketika mengering saat Zhou Fan menatap dengan pandangan kesal.


"Apa, aku tak mengatakan apapun." Qing Yuwei dengan cepat menggoyangkan tangannya dan berusaha menghindar.


"Sepertinya aku mendengar kata pria?" ucap Zhou Fan bersikukuh.


Qing Yuwei semakin gelagapan, mencoba mencari alasan.


"Pria... Pria... Iya, aku mau mencari Kakak Manlu, bukankah dia akan menikah? aku harus membantu persiapannya. Dan bukankah dia juga seorang pria?" alibi Qing Yuwei yang dengan cepat memutar tubuhnya dan pergi ke kediaman patriark Qing.


"Kenapa malah aku jadi serba salah, seharusnya aku yang marah," gumam Qing Yuwei dalam benaknya, dia melangkah sambil terus menggerutu.


Zhou Fan semakin terbahak melihat tingkah menggemaskan wanitanya, dia kemudian mengikuti Qing Yuwei karena dia juga ingin menemui Qing Manlu.


...


Di aula Klan Qing sudah ramai oleh beberapa wanita yang menyiapkan perayaan pernikahan penerus Klan Qing, rencananya perayaan akan digelar dua hari satu malam.


Ini adalah pernikahan aliansi, antara Klan Qing dengan Klan Hu yang juga merupakan salah satu Klan besar di Kota Kapur Putih, meskipun begitu kedua pihak bersangkutan tidak keberatan.


Qing Manlu yang merupakan penerus Klan Qing akan menikah dengan Nona Muda Klan Hu, Hu Yue.

__ADS_1


Meskipun acara akan diadakan dalam beberapa hari lagi, persiapan sudah dilakukan.


....


"Ehem... Jangan banyak melamun, atau kau tak sadar pengantinmu dibawa orang," celetuk Zhou Fan saat mendapati Qing Manlu duduk seorang di halaman belakang kediamannya.


"Eh.. Saudara Zhou, kau di sini?" perkataan pertama Qing Manlu saat melihat pemuda yang sudah berada di sebelahnya.


Zhou Fan menanggapi dengan anggukan kecil sambil tersenyum.


Ketiganya bersama Qing Yuwei mengobrol di sana, menghabiskan banyak waktu hanya untuk membahas pernikahan Qing Manlu.


....


Hari bahagia bagi Klan Qing akhirnya tiba...


Pernikahan dilaksanakan dengan sangat meriah, layaknya pernikahan seorang bangsawan.


Ritual demi ritual pernikahan dilakukan dengan lancar, nampak raut wajah bahagia dari kedua pengantin. Keduanya nampak memiliki rasa terhadap satu sama lain.


"Kau harus memberitahuku rasanya malam pertama, saudara Qing!" bisik Zhou Fan yang berdiri di samping Qing Manlu.


Qing Yuwei yang berada tepat di sebelah Zhou Fan langsung menginjak kaki pemuda itu saat mendengar samar bisikannya.


"Apa?" tanya Zhou Fan dengan wajah bingung.


"Kau jangan bicara sembarangan." Qing Yuwei mengatakan dengan wajah memandang ke arah lain.


"Aku lupa bagaimana rasanya, bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi?" tawar Zhou Fan tepat di samping telinga Qing Yuwei.


"Mesum!"


Qing Yuwei beranjak dengan tangan menggosok telinganya yang memerah.


"Keterlaluan, bagaimana dia bersikap seperti itu di hadapan semua orang," gerutu Qing Yuwei sambil terus menjauh.


Acara berlanjut, seperti biasa para pria akan merayakan dengan ditemani arak juga bulan yang bersinar cerah.


Tidak hanya dari Klan Qing, para pria yang berasal dari Klan Hu juga turut memeriahkan perayaan.


Tak jarang kedua pihak melakukan taruhan taruhan kecil, mereka akan bertanding minum arak.


Taruhan yang dikeluarkan tidak main main, bahkan patriark Qing serta patriark Hu sengaja menyediakan pill kultivasi tingkat lima.


Dengan adanya pill kultivasi tingkat lima membuat semua yang berpartisipasi menjadi semangat.


Bagi orang Kota Kapur Putih, pill kultivasi tingkat lima sudah merupakan barang paling berharga, karena di Kota Kapur Putih pill tingkat tersebut sangat jarang bahkan dapat dikatakan langka.


Pada akhirnya pill kultivasi itu jatuh ke Qing Si yang memang terkenal raja minum di kalangan Klan Qing, bahkan dari Klan Hu tak ada yang bisa menandinginya.


Walau hadiah hanya diberikan kepada satu orang saja, mereka tidak menampakkan wajah keberatan, karena yang terpenting adalah kebersamaan, yang memang terkadang jauh lebih berharga dibandingkan dengan kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2