Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 287 : Melawan Feng Xiao


__ADS_3

Pria berambut gimbal kalah telak di tangan Loin Gu, pria berusia tiga puluh tahun itu kini semakin dekat dengan tempat ke tujuh.


Selanjutnya, pria berambut gimbal akan berhadapan dengan satu murid lain yangh sebelumnya menang. Jika pria berambut gimbal dapat mengalahkan lawannya, Loin Gu dapat dipastikan menempati tempat ke tujuh.


Namun jika sebaliknya, Loin Gu harus bertarung dan memperebutkan tempat ke tujuh.


Dan pada akhirnya pria berambut gimbal dapat mengalahkan lawannya, menjadikan Loin Gu sebagai pemegang tempat ke tujuh. Sedang tempat ke delapan ditempati pria berambut gimbal yang telah mengalahkan pesaing lainnya.


"Jika Loin Gu tidak bertemu dengan Yung Lao, dapat dipastikan dia akan mendapatkan hasil yang lebih baik."


Beberapa orang memiliki pendapat tentang Loin Gu. Pria itu terbilang kuat, membandingkan dengan murid yang masuk babak enam besar, dia tidak kalah dalam segi kekuatan.


Loin Gu pun merasa demikian, jika dia tidak bertemu dengan peringkat satu murid luar pada babak sebelumnya, dia setidaknya bisa masuk posisi lima besar.


Perlahan semua orang melupakan kemenangan Loin Gu, karena babak yang paling ditunggu akan segara dilaksanakan. Keenam murid luar yang masih bertahan naik ke atas arena, salah satu dari mereka mengambil nama.


Feng Xiao menjadi orang pertama yang mengambil nama, dia mengambil dengan berharap akan mendapatkan lawan yang mudah.

__ADS_1


Ketika dia menarik tangan dia mendapati nama 'Zhou Fan' di sana, senyum tersungging di wajahnya.


"Feng Xiao melawan Zhou Fan!" Pria tua yang berada di tengah arena berteriak lantang.


Feng Xiao tersenyum penuh arti, dia melirik Zhou Fan seakan mengatakan bahwa dia lah pemenangnya.


Namun Zhou Fan tidak terlalu menganggap perkataan nya, tidak peduli apa yang keluar dari mulutnya, yang pasti dia akan melawan sekuat tenaga.


Dua murid lain maju, mereka mengambil nama untuk menentukan siapa lawan yang akan dihadapi. Setelah itu mereka turun menyisakan Zhou Fan, Feng Xiao bersama dengan pria tua yang menjadi wasit.


Di sisi lain, Loin Gu memandang Zhou Fan yang tengah berdiri dengan pedang darah malam. Niatnya untuk bersaing dengan pemuda itu, tapi dia malah tersingkir dan harus menyaksikan betapa sengitnya dia bertarung.


Namun itu sebatas pada persaingan, dia adalah penggila kultivasi, setiap ada seorang yang dia rasa cukup menantang, secara spontan akan dijadikan saingan olehnya.


Zhou Fan merupakan seorang yang paling menarik perhatian dalam seleksi murid dalam, dia baru saja bergabung dengan sekte bulan sejati, tapi dia dapat membuktikan bahwa tidak semua murid baru adalah pecundang.


"Lama! Kenapa tidak langsung saja!" Feng Xiao menggerutu kesal, perkataan yang keluar tanpa sadar itu memancing kekesalan pria tua yang menjadi wasit.

__ADS_1


Namun pria tua itu mencoba untuk tidak peduli, dia bersiap mengangkat tangan.


"Mulai!"


Pria tua melompat dan menjauh dari arena, membiarkan kedua murid saling mengalahkan.


Zhou Fan memandang Feng Xiao yang hanya diam juga mengikuti apa yang lawannya lakukan. Hal itu membuat Feng Xiao mengerang marah.


"Sialan! Tidak pantas bagimu bertindak seperti ku!" Feng Xiao menerjang dengan pedangnya, dia menebas dengan kedua tangan.


Zhou Fan bergeming di tempatnya, dia membentangkan pedang darah malam di depan dada. Pedang Feng Xiao tertahan, dan membuat pria itu menarik tangannya.


Siapa sangka Zhou Fan memajukan diri, menerjang dengan tubuhnya.


Feng Xiao yang tidak menduga serangan itu, manarik tubuh serta kepala dengan spontan. Namun itu sudah terlambat, tubuhnya mundur karena dorongan tubuh Zhou Fan.


Sambil meraba dada yang terasa sedikit sesak, Feng Xiao menahan geram. Tangannya mengepal menyiratkan sebuah api kemarahan.

__ADS_1


__ADS_2