Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 207 : Perburuan


__ADS_3

Mendengar kata makian keluar dari mulut Zhou Fan, menambah kadar kemarahan dalam diri Jun Yelu.


"Sialan, tak tahu diri!"


Plak!


Jun Yelu melayangkan tangan kanannya, tapi dapat dengan mudah ditangkap oleh Zhou Fan.


Wajah Jun Yelu membeku, dia sangat yakin bahwa pemuda di hadapannya merupakan pemuda tak berguna.


Hek...


Kerutan di keningnya semakin jelas saat dia tak bisa menarik kembali tangannya, tangkapan tangan Zhou Fan terlalu erat baginya.


Jun Yelu celingukan, dia kemudian memegang tangan kanannya dengan tangan kiri, lalu menariknya dengan kuat.


Beberapa orang di sana tertawa dalam diam, merasa kejadian tersebut begitu ironis. Beberapa saat yang lalu Jun Yelu yang membuat pelayan wanita melepaskan cengkeraman tangannya, tapi sekarang dirinya sendiri yang mencoba melepaskan cengkeraman tangan.


"Lepaskan sialan!" Jun Yelu berteriak tepat di wajah Zhou Fan, tapi pemuda itu hanya diam seolah tak mendengar.


Melihat wajah pemuda di hadapannya mulai membiru, Zhou Fan melepaskan cengkeraman tangannya tiba tiba.


Bruak!


Tak mengira akan dilepaskan begitu saja, tubuh Jun Yelu terjatuh menimpa mejanya. Dengan cepat dia berdiri, menguraikan rasa malu pada dirinya.


"Kampret! Kenapa kau melepaskan tanganku!" Jun Yelu menunjuk Zhou Fan dengan telunjuk.


Namun, belum juga Zhou Fan bergerak, dia sudah menarik telunjuknya, khawatir akan dilahap oleh Zhou Fan.


"Anggap saja kau beruntung," ucap Jun Yelu yang mulai berbalik dan pergi, tapi dia mendadak berhenti dan membuka mulutnya. "Jangan sampai aku bertemu denganmu, atau aku akan membawakan dewa kematian kepadamu!"


Jun Yelu kemudian pergi dengan wajah penuh emosi, dia bukan pemuda bodoh, dia merasa kekuatan Zhou Fan tidak sederhana, dia tak mau bertindak gegabah.


"Mundur satu langkah untuk melompati rintangan," kalimat yang terpikir oleh Jun Yelu.


Zhou Fan membalikkan tubuhnya, dia menatap pelayan wanita yang nampak dalam kondisi buruk.


"Terimakasih tuan," ucap pelayan wanita sambil merapikan pakaian juga rambutnya.

__ADS_1


"Tidak perlu berterimakasih, ini semua juga salahku yang berjalan tak lihat jalan. Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu." Zhou Fan mengatakan dengan nada menyesal.


"Ini adalah takdir yang saya pilih, orang rendah seperti saya tidak akan bisa berkata banyak, akan selalu di bawah bayang bayang orang besar." Perkataannya tersirat luka mendalam, dia mengatakan sambil tersenyum kecut.


"Emn... Bagaimana kalau kau ikut duduk bersamaku, sebagai ucapan maafku karena telah membuatmu dalam masalah." Zhou Fan menunjuk ke sebuah meja yang kosong.


Begitu keduanya berjalan, banyak untaian kata tertuju kepada keduanya, khususnya kepada Zhou Fan.


"Pemuda yang sangat menjanjikan, dia bahkan bisa menahan serangan Tuan Muda Jun."


"Jika diperhatikan, wajahnya sangat tampan."


"Entah mengapa aku merasa pemuda itu sangat misterius."


"Dengan hanya satu tangan dia mengusir Tuan Muda Jun, sungguh luar biasa."


.


.


.


.


"Jika kau tidak bisa menerimanya begitu saja, kau dapat menjelaskan tentang perburuan yang akan di adakan di kota ini...," ucap Zhou Fan.


Pelayan wanita itu sejenak berpikir, kemudian mengangguk dan mulai menjelaskan.


" ... Itu semua yang saya ketahui tentang perburuan, jika anda menginginkan informasi mendetail anda bisa datang ke pusat kota, pasti di sana terdapat selembaran di setiap sudut gang." Pelayan wanita mengakhiri penjelasannya.


"Saya harus kembali bekerja, atau saya akan dikeluarkan jika terus berdiam di sini." Pelayan wanita itu membungkuk mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Kemudian dia masuk dengan wajah sumringah.


Zhou Fan memangku dagunya, Zhou Jim yang berada di pangkuan Zhou Fan hanya diam dan melingkar di sana.


Menurut penjelasan yang ia dapatkan, perburuan di adakan oleh tuan kota untuk memeriahkan ulang tahun sang putri.


Setiap tahunnya akan di adakan perburuan di hutan yang merupakan tempat berkumpulnya beast tingkat satu sampai enam, tapi hanya beberapa saja yang merupakan beast tingkat lima ataupun enam, itupun sangat jarang ditemukan.


Tidak ada batasan jumlah peserta, tapi hanya yang berusia di bawah tiga puluh tahun yang dapat mengikuti perburuan.

__ADS_1


Hadiah yang ditawarkan untuk tahun kemarin sangat menggiurkan satu butir pill kultivasi tingkat delapan. Namun, untuk tahun ini masih dirahasiakan, katanya akan di sampaikan saat menjelang perburuan di mulai.


Meskipun bagi Zhou Fan pill kultivasi tingkat delapan tidaklah terlalu sulit, tapi mendapatkannya juga bukan merupakan kerugian, tujuan utamanya mengikuti perburuan juga hanya mencari beast tingkat lima, dia ingin tahu apakah Zhou Jim bisa menerobos lagi setelah mengkonsumsi bagian beast tingkat lima.


Zhou Fan mengikuti apa yang dikatakan pelayan wanita, dia pergi ke pusat kota, selain memang tempat berkumpulnya di sana, dia ingin di sana untuk mendalami keadaan.


Sekarang Zhou Fan berada di sebuah penginapan, entah sudah berapa kali dia keluar masuk kedai juga penginapan, sejak kedatangannya ke Kekaisaran Xiao mungkin sudah puluhan kali.


Zhou Fan berada di ruangan yang berada di lantai bawah, ruangannya tepat di sebelah jalanan pasar yang begitu ramai.


Dengan memanfaatkan lokasi yang cukup mendukung Zhou Fan terus memasang telinganya. Siapa tahu dia akan mendapatkan informasi tambahan sehubungan dengan perburuan, pikir Zhou Fan.


Dengan hanya berbaring di ranjangnya dia sudah dapat mendengar perbincangan orang di luar, jendela yang mengarah langsung keluar membuatnya dapat melihat lalu lalang orang.


"Apakah kau tahu, katanya putri tuan kota akan mengikuti perburuan."


"Aku juga mendengar hal itu, aku sebelumnya mengira ini hanyalah untuk menarik perhatian banyak orang, mengingat kecantikannya yang sungguh luar biasa. Namun, semua itu berubah saat aku tak sengaja mendengar beberapa tuan muda membicarakannya."


"Padahal sebelumnya putri tuan kota tidak pernah mengikuti perburuan, tapi kenapa sekarang dia ikut?"


"Mungkin dia ingin merasakan tantangan baru, secara dia merupakan putri tuan kota yang jarang sekali melakukan hal hal semacam ini."


Zhou Fan yang berada di dalam ruangan mengerutkan keningnya. "Apakah tidak ada hal lain yang dapat mereka bicarakan, itu sama sekali tidak membantuku."


Zhou Fan berharap mendengar terdapat sesuatu yang langka di sana, misalnya pedang darah malam yang berada di dalam makam kuno. Namun dia terlalu berharap jika berpikir demikian, tidak ada hal yang sebegitu kebetulan.


Zhou Fan akhirnya memutuskan untuk membersihkan tubuhnya, dia ingat terakhir dia membersihkan tubuhnya adalah saat dia berada di padang pasir bataya.


Zhou Fan tidak mandi sendiri dia juga mengajak Zhou Jim, keduanya membersihkan diri dalam satu ruangan.


"Jim... Kau itu jantan atau betina?" tanya Zhou Fan.


Zhou Jim seketika berdiri dengan dua kaki belakang menunjukkan senjata pusakanya.


'Aku adalah pejantan tangguh,' Mungkin itu yang keluar dari mulutnya jika dia dapat berbicara.


Zhou Fan terkekeh melihat kelakuan serigalanya. Kemudian memasang wajah serius.


"Jika kau betina tak seharusnya kau bersamaku di sini."

__ADS_1


__ADS_2