
"Kenapa aku tiba tiba merinding?" Yin Cun membatin dengan wajah heran, sambil menggosok tengkuk kepala dia memutar kepalanya.
Namun setelah lelah mencari, dia tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
"Kau kenapa?" Zhou Fan mengerutkan kening melihat tingkah Yin Cun yang gelisah sendiri.
Wu Zetian yang melihat langsung tertawa. "Itu pasti karena tak pernah mandi, tubuhnya gatal gatal."
Wajah serius Yin Cun berubah kesal, dia kemudian menatap Wu Zetian dengan pandangan tajam. "Tungku obat, bisakah kau diam! Jika ada yang tak pernah mandi itu seharusnya kau, lihat tubuhmu penuh dengan kotoran."
Wu Zetian memberengut kesal, tanpa basa basi dia menjitak kepala Yin Cun. "Dari lahir kulitku memang sedikit gelap, kau memang mencari masalah denganku. Dasar kerdil!"
Zhou Fan yang tak tahan langsung membungkam mulut dua temannya, sedang yang dibungkam hanya bisa meronta tanpa bisa melepaskannya.
"Jika kalian tidak diam, aku akan membantu kalian untuk diam." Zhou Fan menyeringai dengan lembut, tapi terkesan menyeramkan bagi kedua orang itu.
Dengan wajah berkeringat dingin keduanya mengangguk. Bahkan setelah dilepas, mereka tak berani angkat bicara.
Sementara itu, pertarungan terus berjalan. Saat ini di atas arena, peringkat lima, Feng Xiao, sudah bersiap dengan dua pedang di masing masing tangannya.
Lawan juga sudah siap, hanya menunggu wasit untuk memulai pertarungan.
Begitu pertarungan di mulai, Feng Xiao langsung mendominasi, setiap serangan masuk telak tanpa bisa dielak. Lawan begitu kacau, bahkan saat pertarungan baru saja di mulai.
Feng Xiao memang terkenal tak pernah sungkan dalam mengalahkan lawan. Tak jarang lawannya sampai mendapatkan luka serius jika harus berhadapan dengannya.
Sekejap saja, Feng Xiao dipastikan keluar sebagai pemenang. Kemenangan itu secara otomatis akan membawanya ke babak selanjutnya.
Tanpa peduli lagi terhadap lawannya, dia berjalan turun. Ketika matanya berpapasan dengan Zhou Fan, dia memancarkan aura permusuhan.
Meski secara pribadi dia tak memiliki keluhan terhadap Zhou Fan, dia tetap memiliki masalah terhadapnya. Pemuda itu telah mempermalukan nya di hadapan begitu banyak orang saat di arena murid luar.
Dia adalah peringkat lima besar, tapi seorang murid luar yang baru saja bergabung dengan sangat berani tak menghiraukan ucapannya.
Itu seolah menginjak wajahnya, dan dia tak akan membiarkannya begitu saja. Dia telah berjanji untuk membalas, dan itu pasti akan dia lakukan.
__ADS_1
"Adik seperguruan Wei, sepertinya 'pria mu' akan mendapatkan masalah." Miao Ling berbisik lirih di telinga Wei Guanlin.
"Kakak seperguruan Miao, apakah kau tidak berniat menghampiri tunangan mu?" Wei Guanlin mencoba mengalihkan perhatian, tapi sayangnya, trik yang sama tidak bisa berhasil untuk yang kedua kalinya.
"Tenang saja, dia tak akan berani melarikan diri. Namun aku masih penasaran, siapa pemuda bernama Zhou Fan itu. Membuat patung es ini menyiratkan kebahagiaan, tentu bukan suatu hal mudah."
Miao Ling terus mendesak Wei Guanlin dengan pertanyaan pertanyaan yang membahas Zhou Fan, terlihat Wei Guanlin sedikit kesal terhadap kakak seperguruannya itu.
"Kalian berdua, jangan berisik. Kalian mengganggu yang lain menikmati pertarungan murid luar." Wanita tua di samping Wei Guanlin berkata tanpa memandang kedua wanita itu.
"Juga, Ling'er. Biarkan saja jika Lin'er tertarik terhadap seorang pemuda, pemuda bernama Zhou Fan itu juga tidak buruk." Wanita tua itu kembali berbicara, dia terdengar membela Wei Guanlin, tapi secara tak sadar juga ikut mengolok.
"Guru, aku tidak tertarik kepadanya." Wei Guanlin membantah dengan wajah ragu, dalam benaknya dia bergumam. 'Mencintainya, tidak termasuk tertarik kan?'
Miao Ling masih tidak percaya, dia menatap lekat mata Wei Guanlin, tapi yang dia dapatkan hanyalah hamparan kekosongan, karena ekspresi nya benar benar dingin.
Babak pertama telah usai, kebanyakan murid yang lolos merupakan peringkat lima puluh besar, tapi tak sedikit yang merupakan peringkat di atas lima puluh, salah satunya adalah Loin Gu.
Ketika ujian memasuki babak kedua, seluruh peserta ujian yang masih tersisa memegang sebuah kertas, itu adalah nama mereka masing masing.
"Loin Gu, melawan You Xie."
Dua orang maju dengan langkah pasti, sama sekali tak ada jejak keraguan dalam diri mereka.
You Xie merupakan peringkat sebelas, dia berada tepat di bawah Zhou Fan. Namun kekuatannya tak boleh diremehkan.
Jika harus menebak siapa yang menang dalam pertarungan ini, semua orang pasti akan bingung, karena keduanya memiliki kultivasi petarung kaisar bintang dua.
"Zhou Fan, aku akan membuktikan kepada semua orang. Bahwa aku adalah murid terbaik angkatan kali ini." Loin Gu berteriak sambil menunjuk Zhou Fan menggunakan pedang besar miliknya.
Zhou Fan hanya menanggapi dengan ekspresi datar, dia tak merasa ada masalah dengan Loin Gu, tapi pria itu selalu mengincarnya.
Sementara itu suasana lapangan menjadi sedikit bergemuruh, tentu saja itu disebabkan oleh pernyataan Loin Gu.
"Loin Gu ini memang kuat, tapi untuk berkata seperti itu dia harus memiliki tekad yang kuat. Tak diragukan tekadnya sangat kuat."
__ADS_1
"Loin Gu kalah dari Zhou Fan pada saat ujian seleksi, sepertinya dia ingin membalas kekalahannya pada ujian murid dalam kali ini."
Murid luar tahu tentang masalah ini, tapi beberapa murid dalam tidak mengetahuinya, begitu mendengar cerita singkat antara Zhou Fan dengan Loin Gu, mereka benar benar tertarik.
"Hei, lawan mu berada di depan. Tapi kenapa kau malah mempedulikan orang lain?" You Xie bertanya dengan sedikit kesal.
"Kau?" Loin Gu melirik sinis, dia mengeluarkan tatapan yang mengancam.
You Xie sangat murka, You Xie adalah seorang yang memiliki nama di pelataran luar, tak banyak yang bisa menghentikannya selama ini. Namun pria angkatan baru di hadapannya itu benar benar memandang rendah dirinya.
"Sialan, aku beri kau pelajaran agar bersikap sopan!" Saat wasit melompat menjauh, kedua orang itu saling memburu.
Melihat serangan You Xie nampak aneh, Loin Gu secara spontan mengangkat senjata. Begitu pedang besar bertabrakan dengan golok milik You Xie, keduanya terlempar mundur dua langkah.
You Xia yang tengah kesal tak lagi memandang apa yang baru saja terjadi, dia menyerang sambil melesat cepat.
Golok dengan hawa dingin yang ada di tangannya menusuk ke depan seolah ingin mencabik mangsa.
Trang...
Namun lagi lagi Loin Gu dapat menahan serangan golok yang dikeluarkan. Pertarungan berjalan sengit, kekuatan keduanya yang tak jauh berbeda membuat kedua pihak berhati hati.
Dalam kurun waktu tertentu, Loin Gu mulai terdesak, tapi wajahnya tak memaparkan jejak kegelisahan, begitu tenang, seolah dia dan terlibat sama sekali.
Crash...
Di saat You Xie berada di atas angin karena terus menyerang Loin Gu, sebuah belati kecil melesat dan menyabet pakaiannya. Membuat keadaan berubah terbalik.
Loin Gu benar benar memiliki kemampuan, dia begitu tenang, dan pergerakannya begitu tegas juga stabil. Dia juga memiliki beberapa trik di balik pakaiannya.
Brek...
Beberapa saat kemudian You Xie berlutut sambil melepaskan goloknya, dia mengaku kalah setelah melihat banyaknya luka yang bersarang di tubuhnya.
Jika melanjutkan pertarungan, dia hanya akan mendapatkan luka yang semakin serius. Itu bukan keputusan bijak.
__ADS_1